Oleh: Isna Maylani Pada mulanya Nassirun Purw0kartun hanyalah sebuah nama, sampai saya mengikuti sebuah pelatihan kepenulisan di kampus waktu itu. Saya tidak ingat jelas judul puisi yang dibacakan di sesi terakhir yang ia bawakan. Namun, yang pasti ingatan tentang haru dan jengkel masih saja terkenang. Ia yang dengan detail mengisahkan pergolakan seorang adik yang gagal meraih impian menjadi dokter, pada kenyataannya adalah seorang anak tunggal.Bagi sebagian orang, Kang Nass—begitu kami akrab memanggilnya adalah seorang guru dan pegiat literasi di sebuah… Rampungna.