Budayawan Banyumas NasSirun PurwOkartun Mengajak Mahasiswa Baru Unsoed Untuk Mengenal Tiga Teladan Leluhur Banyumas

August 25, 2026 ·

Babad Banyumas bukan hanya sehimpun kisah sejarah Banyumas masa silam yang hanya tinggal kenangan lapuk. Namun juga menyimpan kisah para leluhur Banyumas yang bisa menjadi teladan kehidupan sepanjang masa.

Demikian yang disampaikan oleh budayawan Banyumas, NasSirun PurwOkartun ketika menjadi pembicara dalam acara Pengenalan Kehidupa Kampus untuk Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Pertanian Unsoed Purwokerto.

Acara itu berlangsung di gedung auditorium Fakultas Pertanian pada hari Sabtu, tanggal 22 Agustus 2026. Diikuti oleh seluruh mahasiwa baru yang berjumlah sekitar 1.000 orang.

Dalam acara untuk mengenalkan sejarah dan budaya Banyumas, Kang Nass (begitu bisa disapa), mengapak para mahasiswa baru untuk berkenalan dengan Babad Banyumas. Terutama dengan kisah para leluhur Banyumas yang tertulis dalam naskah tua tersebut.

“Orang Banyumas punya tiga leluhur yang bisa menjadi teladan kehidupan. Tentu karena sifat dan sikapnya, hingga bisa menjadi teladan jati diri Banyumas,” begitu Kang Nass mulai memaparkan materinya.

Menurutnya, masyarakat Banyumas menjadi berkepribadian Banyumas yang khas karena meneladani ketiga leluhurnya.

“Leluhur pertama adalah Raden Baribin. Bangsawan Majapahit yang terusir dari Majapahit, kemudian menjadi bangsawan Pajajaran. Dan, keturunannya menjadi leluhur bangsawan Banyumas. Raden Baribin mempuyai sifat yang sangat luhur, yaitu tidak mudah meratapi kepahitan hidupnya. Tidak mengutuk kemalangan yang menimpanya. Namun selalu berpikiran positif. Tidak berpikiran negatif. Bangkit dari keterpurukan. Selalu berpikiran untuk mencari jalan keluar dari masalah yang didapatkannya.”

Menurut naskah Babad Banyumas Mertadiredjan, Raden Baribin adalah anak Raja Majapahit, Prabu Brawijaya IV yang diusir oleh kakaknya, Prabu Brawijaya V. Sang kakak menuduh sang adik akan memberontak. Dan, tuduhan itu kemudian terbukti tidak benar.

“Teladan yang kedua dari leluhur Banyumas adalah anak Raden Baribin, yaitu Raden Katuhu. Sebagai anak bangsawan kerajaan, Raden Katuhu berhak menjadi pejabat tinggi kerajaan Pajajaran. Namun, Raden Katuhu justru meninggalkan kerajaan. Mengembara menjadi orang biasa, hingga hidup ditampung oleh petani di desa Buwaran.”

Begitu Kang Nass mengisahkan tentang Raden Katuhu. Sosok yang menjadi teladan karena dalam naskah Babad Banyumas dikisahkan, sang raden tekun menempa dirinya. Bekerja keras di dalam hutan Cibuek untuk memaksimalkan potensinya, demi meraih cita-cita.

Dari kisah Raden Katuhu, Kang Nass berharap agar mahasiwa baru bisa meneladaninya. Dalam belajar sebagai mahasiswa menjadi cara untuk memaksimalkan potensi, demi meraih cita-cita mereka masing-masing.

“Teladan kehidupan yang ketiga dari leluhur Banyumas adalah Raden Jaka Kaiman, pendiri Kabupaten Banyumas. Dalam kisahnya, Raden Jaka Kaiman berani mengambil keputusan yang sulit di saat yang berat, dan berani mengambil resiko yang besar dari keputusan yang diambil.” demikian Kang Nass menyampaikan kisah Raden Jaka Kaiman dengan semangat.

Dalam kisah Babad Banyumas, Raden Jaka Kaiman harus mewakili keluarga mertuanya untuk datang ke Kesultanan Pajang, setelah terbunuhnya sang mertua, Adipati Warga Hutama I. Keberanian yang penuh resikok, karena ketiga adik iparnya, anak-anak Adipati Warga Hutama I, justru menolak datang ke Pajang.

Karena berani datang ke Pajang itulah, Raden Jaka Kaiman kemudian diangkat menjadi Adipati Wirasaba menggantikan mertuanya, dengan gelar Adipati Warga Hutama II. Dari situlah kemudian Adipati Warga Hutama II memindah ibukota Wirasaba ke Banyumas. Hingga berdirilah Kabupaten Banyumas.

Dalam penyampaiannya, Kang Nass berharap mahasiwa baru Unsoed bisa meneladai leluhur Banyumas. Yakni, selalu berpikir positif seperti Raden Baribin, selalu memaksimalkan potensi seperti Raden Katuhu, dan selalu bertanggungjawab seperti Raden Jaka Kaiman.

“Sebagai generasi muda, bila tiga hal itu menjadi kepribadian kalian, maka masa depan kalian akan cerah dan cemerlang. Menjadi manusia yang berguda bagi bangsa dan negara.”

Seluruh peserta menyimak dengan penuh perhatian. Mereka mendapatkan suatu pengetahuan yang baru tentang Banyumas.

Kategori:Dopokan
SEUWISE

Nassirun Purwokartun: Merawat Babad Banyumas Lewat Cerita untuk Generasi Muda

Di tengah gencarnya arus digitalisasi dan menurunnya minat baca generasi muda terhadap naskah kuno, Nassirun Purwokartun tampil sebagai sosok yang menempuh jalan berbeda dalam melestarikan Babad Banyumas. Berbeda dari para akademisi dan kolektor naskah, Nassirun memilih jalur menerjemahkan dan menyederhanakan…
WACA
LIYANE

Pentingnya Membaca Babad Banyumas Dari Sumber Naskah Aslinya

Setahu saya, pengarang sangat menghindari pengulangan kata dalam setiap kalimat yang ditulisnya. Juga sangat menghindari pengulangan kalimat dalam paragraf yang dituliskan dalam satu alineanya. Apalagi para pujangga, penulis tembang Jawa, para pengarang jaman dulu yang harus tunduk pada aturan lagu…
WACA
LIYANE

Kematian Tragis Adipati Wirasaba dalam Babad Banyumas Mertadiredjan

Setelah mengisahkan tentang pernikahan Raden Bagus Mangun, Babad Banyumas kemudian menceritakan tentang mertuanya, Adipati Warga Utama.  Dikisahkan pada waktu itu, Sultan Pajang Joko Tingkir meminta pada adipati bawahannya untuk mengirimkan gadis-gadisnya. Dan, Adipati Wirasaba mengirimkan putri bungsunya. Namun, hal itu…
WACA
LIYANE

Lima Larangan Anak Keturunan

Dari panggung ketoprak pula saya kemudian mengetahui pantangan yang menjadi pegangan masyarakat Banyumas. Pantangan yang bermula dari ucapan Adipati Warga Utama sebelum meninggal. Larangan atau pepali yang didasarkan pada kejadian kematian yang menimpanya. Babad Banyumas Mertadiredjan menuliskan kejadian tersebut dalam…
WACA
LIYANE

Jejak Sejarah Trah Banyumas

Awalnya, buku ini ditulis dan dirancang sebagai paket lanjutan bagi para pembaca Babad Banyumas. Agar yang sudah membaca babadnya mendapat wawasan baru dari kisah yang sudah dibacanya. Namun, setelah jadi, ternyata bisa juga dibaca oleh mereka yang belum membaca Babad…
WACA
LIYANE

Jelajah Sejarah Babad Banyumas

Pada waktu menulis pentalogi Serial Penangsang pijakan saya adalah naskah Babad Tanah Jawi. Maka, apa dan siapa yang dikisahkan dalam naskah Babad Tanah Jawi itu saya lacak jejaknya. Hingga datanglah saya ke Pajang, ke bekas kerajaan Joko Tingkir. Datang ke…
WACA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Babad Banyumas - Rujukan Utama Sejarah Banyumas.