Budayawan Banyumas NasSirun PurwOkartun Mengajak Anak-Anak SD Mengenal Babad Banyumas Melalu Dongeng dan Nyanyian

August 20, 2026 ·

Nassirun Purwokartun bersama buku, “Dongeng Banyumas” yang disadur dari naskah, “Babad Banyumas Mertadirejan”.

Babad Banyumas adalah sebuah naskah kuno milik masyarakat Banyumas.

Sebagai rujukan utama sejarah Banyumas, naskah-naskah Babad Banyumas mestinya dibaca oleh masyarakat Banyumas.

Sayangnya, selama ratusan tahun, naskah-naskah itu tidak lagi dikenali oleh orang-orang Banyumas. Misalnya, naskah “Serat Babad Banyumas” yang ditulis pada jaman Bupati Banyumas, Adipati Mertadiredja I, pada kisaran tahun 1816 sampai 1826.

Naskah yang sekian lama tersimpan di Dalem Pangeranan Banyumas, kediaman Bupati Banyumas, Adipati Mertadiredja III, kemudian diterjemahkan oleh budayawan Banyumas, Nassirun Purwokartun.

Setelah diterjemahkan pada tahun 2019, kemudian diterbitkan dengan judul “Babad Banyumas Mertadiredjan” pada tahun 2020.

Dari naskah tua dalam huruf Jawa dengan tembang Macapat, kemudian diterjemahkan menjadi bahasa Indonesia. Berbentuk cerita yang sudah mudah dibaca siapa saja. Semudah membaca buku bacaan biasa.

Terjemahan dengan bahasa yang mudah dipahami, diharapkan oleh Kang Nass (begitu biasa Nassirun Purwokartun disapa) agar naskah Babad Banyumas lebih banyak tersebar dan terbaca. Tanpa halangan kendala huruf Jawa dan bentuk tembang Macapat.

Bagi orang yang tidak bisa lagi membaca huruf Jawa, sudah tidak ada halangan lagi. Begitupun bagi orang yang tidak lagi paham tembang Macapat, sudah mudah membacanya, karena sudah diubah menjadi bentuk prosa.

Selain terjemahan naskah itu, Kang Nass juga menyadur naskah tua itu menjadi bacaan anak sekolah. Terutama siswa-siswa Sekolah Dasar.

Maka disusunlah, buku berjudul “Dongeng Banyumas” dan “Serial Bacaan Babad Banyumas” yang terdiri atas 10 judul buku.

“Saya ingin, sejak dini anak-anak Banyumas mengenal leluhurnya. Bukan hanya mengenal tokoh Bawor saja. Namun para leluhur yang bisa menjadi teladan kehidupan. Menjadi role model mereka ke depannya.”

Begitu ungkap Kang Nass ketika menyampaikan alasan penyaduran naskah tua menjadi bacaan anak sekolah.

“Saya berharap anak-anak Banyumas sejak dini mengenal kepribadian leluhurnya. Kepribadian yang bisa menjadi teladan mereka sebagai orang Banyumas. Kepribadian berpikir positip dari sosok Raden Baribin. Kepribadian memaksimalkan potensi diri dari sosok Raden Katuhu. Dan kepribadian bertanggungjawab dari sosok Jaka Kaiman.”

Karena itulah, pada hari Jumat kemarin, tanggal 14 Agustus 2026,dari pukul 08.00 sampai 10.00 WIB, Bale Babad Banyumas, rumah budaya Kang Nass, menggelar acara “Pentas Dongeng Babad Banyumas”.

Para peserta yang diajak adalah siswa-siswi SD Mandirancan, kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas. Didampingi oleh setiap guru dari kelas masing-masing

Anak-anak bergembira mendapatkan dongeng yang menarik tentang leluhur Banyumas. Juga karena dikenalkan dengan nyanyian yang ceria.

“Babad Banyumas Kuwe

Babade awake dhewek

Ayuh kanca padha debukak

Padha dewaca ben bisa crita

Babad Banyumas kuwe

Crita Raden Baribin

Cerita Raden Katuhu

Cerita Jaka Kaiman

…..”

Mereka bernyanyi dan bertepuk bersama dengan diselingi adegan-adenan dongeng yang ringan namun sarat nilai kebanyumasan.

Nilai-nilai keluhuran para leluhur di tanah kelahiran pun mulai ditanamkan.

Kategori:Dopokan
SEUWISE

Nassirun Purwokartun: Merawat Babad Banyumas Lewat Cerita untuk Generasi Muda

Di tengah gencarnya arus digitalisasi dan menurunnya minat baca generasi muda terhadap naskah kuno, Nassirun Purwokartun tampil sebagai sosok yang menempuh jalan berbeda dalam melestarikan Babad Banyumas. Berbeda dari para akademisi dan kolektor naskah, Nassirun memilih jalur menerjemahkan dan menyederhanakan…
WACA
SEDURUNGE

Budayawan Banyumas NasSirun PurwOkartun Mengajak Mengenali Anak Keturunan Pendiri Banyumas

Semua orang Banyumas tahu siapa pendiri Kabupaten Banyumas. Yaitu Adipati Warga Utama II atau yang dikenal dengan nama Adipati Mrapat. Tokoh penting yang pada masa mudanya bernama Raden Jaka Kaiman. Semua orang Banyumas juga tahu di mana makam Raden Jaka…
WACA
LIYANE

Pertemuan Dua Sungai dalam Plesiran Babad Banyumas

“Katjarijos Ki Dipati Marapat boten kersa dedalem ing Wirasaba. Kersanipoen bade dedalem ing pasiten telatah doesoen Kedjawar. Wonten ing pinggiripoen kidul lepen Serajoe, kaprenah saeler kilenipoen doesoen Kejjawar. Kaleres wetanipoen celak kaliyan tempoeripun lepen Pasinggangan lan lepen Banjoemas.” “Dikisahkan Adipati…
WACA
LIYANE

Babad Banyumas Mertadiredjan Banyumasan

Segera Terbit
WACA
LIYANE

Lambaian Tangan Yang Menyebabkan Kematian

Kisah tragis Sabtu Pahing di Bale Malang menjadi cerita awal mula ketertarikan saya pada Babad Banyumas. Cerita berdarah itulah yang menjadi sebab berdirinya Banyumas. Dari panggung ketoprak saya pertama mengetahuinya. Dikisahkan Sultan Pajang, Joko Tingkir, meminta pada adipati bawahannya mengirimkan…
WACA
LIYANE

Yang Menarik dari Babad Banyumas Wirjaatmadjan

Seperti melanjutkan “Babad Banyumas Mertadiredjan”, buku “Babad Banyumas Wirjaatmadjan” lebih banyak mengisahkan sejarah Banyumas pada jaman penjajahan Kolonial Belanda dan Inggris. Selain menceritakan Kabupaten Banyumas juga menuturkan peristiwa yang terjadi di seluruh Karesidenan Banyumas, yakni Kabupaten Purwokerto, Sokaraja, Purbalingga, Banjarnegara,…
WACA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Babad Banyumas - Rujukan Utama Sejarah Banyumas.