Bale Babad Banyumas adalah sanggar seni milik budayawan Banyumas, NasSirun PurwOkartun. Tempat Kang Nass, begitu biasa disapa, menyebarkan kisah-kisah Babad Banyumas.
Sejak tahun 2015, Kang Nass mengumpulkan naskah-naskah Babad Banyumas. Ternyata, kebanyakan ditulis dalam tembang Macapat.
Karena ingin mengetahui isinya, pada tahun 2017, Kang Nass membentuk kelompok Macapatan. Berkumpullah 15 anggota, para tetangganya di tempatnya bermukim, Desa Mandirancan, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas.

Macapatan Babad Banyumas itu kemudian diberi nama “Pangastawa”. Singkatan dari Paguyuban Ngesti Tata Swara, yang artinya “perkumpulan tempat berlatih menata suara”.
Setiap malam Sabtu mereka berkumpul untuk menembangkan kisah-kisah Babad Banyumas. Naskah yang pertama dibacakan adalah “Babad Banyumas Mertadiredjan”. Naskah tua yang ditulis kisaran tahun 1816 atas perintah Bupati Banyumas, Adipati Mertadireja I.
Pembacaan rutin berlangsung sampai tahun 2024. Selama 7 tahun, kakek-kakek selalu bergantian menembangkan 23 pupuh Macapat dalam naskah tua itu. Dari pembuka pupuh Dandanggula, Sinom, Asmarandana, Maskumambang, Kinanti, sampai penutupnya pupuh Dandanggula lagi.

Setelah berjalan rutin 7 tahun, akhirnya berhenti, karena anggotanya adalah para lansia, usia di atas 70 tahun. Alasan kesehatan membuat tidak lagi bisa berkumpul. Juga ada yang meninggal dunia.
Selama 2 tahun Macapatan Babad Banyumas tidak lagi mengalun di Bale Babad Banyumas.
Sampai kemudian pada pertengahan tahun 2026, datang para generasi muda yang berniat membangkitkan lagi Macapatan Babad Banyumas.
Terkumpul 10 orang, dari usia 25 tahun sampai 40 tahun. Mereka bukan lagi tetangga Kang Nass, melainkan para peminat yang selama setahun mengikuti Bahas Babad Banyumas bersama Kang Nass.
Akhirnya, dengan dipimpin oleh Ahmad Ainul Anam, salah seorang pegiat Bale Babad Banyumas dari Adipala, Cilacap.
“Kami membukat kesempatan kepada semua masyarakat Banyumas yang ingin ikut bergabung. Silahkan hubungi admin Bale Babad Banyumas,” ungkap Kang Nass yang merasa bahagia. Karena Macapatan Babad Banyumas kembali mengalun di Bale Babad Banyumas.