Macapatan Babad Banyumas Mengalun Kembali di Bale Babad Banyumas

September 16, 2026 ·

Bale Babad Banyumas adalah sanggar seni milik budayawan Banyumas, NasSirun PurwOkartun. Tempat Kang Nass, begitu biasa disapa, menyebarkan kisah-kisah Babad Banyumas.

Sejak tahun 2015, Kang Nass mengumpulkan naskah-naskah Babad Banyumas. Ternyata, kebanyakan ditulis dalam tembang Macapat.

Karena ingin mengetahui isinya, pada tahun 2017, Kang Nass membentuk kelompok Macapatan. Berkumpullah 15 anggota, para tetangganya di tempatnya bermukim, Desa Mandirancan, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas.

Macapatan Babad Banyumas itu kemudian diberi nama “Pangastawa”. Singkatan dari Paguyuban Ngesti Tata Swara, yang artinya “perkumpulan tempat berlatih menata suara”.

Setiap malam Sabtu mereka berkumpul untuk menembangkan kisah-kisah Babad Banyumas. Naskah yang pertama dibacakan adalah “Babad Banyumas Mertadiredjan”. Naskah tua yang ditulis kisaran tahun 1816 atas perintah Bupati Banyumas, Adipati Mertadireja I.

Pembacaan rutin berlangsung sampai tahun 2024. Selama 7 tahun, kakek-kakek selalu bergantian menembangkan 23 pupuh Macapat dalam naskah tua itu. Dari pembuka pupuh Dandanggula, Sinom, Asmarandana, Maskumambang, Kinanti, sampai penutupnya pupuh Dandanggula lagi.

Setelah berjalan rutin 7 tahun, akhirnya berhenti, karena anggotanya adalah para lansia, usia di atas 70 tahun. Alasan kesehatan membuat tidak lagi bisa berkumpul. Juga ada yang meninggal dunia.

Selama 2 tahun Macapatan Babad Banyumas tidak lagi mengalun di Bale Babad Banyumas.

Sampai kemudian pada pertengahan tahun 2026, datang para generasi muda yang berniat membangkitkan lagi Macapatan Babad Banyumas.

Terkumpul 10 orang, dari usia 25 tahun sampai 40 tahun. Mereka bukan lagi tetangga Kang Nass, melainkan para peminat yang selama setahun mengikuti Bahas Babad Banyumas bersama Kang Nass.

Akhirnya, dengan dipimpin oleh Ahmad Ainul Anam, salah seorang pegiat Bale Babad Banyumas dari Adipala, Cilacap.

“Kami membukat kesempatan kepada semua masyarakat Banyumas yang ingin ikut bergabung. Silahkan hubungi admin Bale Babad Banyumas,” ungkap Kang Nass yang merasa bahagia. Karena Macapatan Babad Banyumas kembali mengalun di Bale Babad Banyumas.

Kategori:Festival
SEUWISE

Mengenalkan Babad Banyumas Dengan Gubrag Lesung

Bale Babad Banyumas adalah sanggar seni milik budayawan Banyumas, NasSirun PurwOkartun. Tempat Kang Nass, begitu biasa disapa, menyebarkan kisah-kisah Babad Banyumas. Sejak tahun 2015, Kang Nass mengumpulkan naskah-naskah Babad Banyumas. Ternyata, kebanyakan ditulis dalam tembang Macapat. Karena ingin mengetahui isinya,…
WACA
LIYANE

Moto Banyumas

  Serial Dongeng Babad Banyumas untuk Mahasiswa.      
WACA
LIYANE

Cerita Rakyat Babad Banyumas

Membaca buku ini seperti didongengi cerita rakyat yang sudah melegenda di wilayah Banyumas. Mulai dari kisah leluhur Banyumas, Raden Putra, hingga cerita pendiri Banyumas, Raden Jaka Kaiman. Juga peristiwa naas Bale Malang yang menjadi sebab Raden Jaka Kaiman diangkat menjadi…
WACA
LIYANE

Bagus Mangun dan Keris Gajahendra dalam Babad Banyumas Mertadiredjan

Setelah mengisahkan tentang Raden Bagus Mangun yang mengadi di Kadipaten Wirasaba, Serat Babad Banyumas melanjutkan dengan cerita pernikahannya. Ternyata, Adipati Wirasaba meminta kedua orang tua angkat Bagus Mangun menghadap ke Wirasaba, adalah untuk melamar putrinya. Bagus Mangun akan diambil sebagai…
WACA
LIYANE

Inilah Kidung Senjakala, Ketika Umara Tidak Tunduk Pada Ulama!

“Datanya hebat, Mas. Nggak nyangka, namanya Purwokartun, tapi novelnya dahsyat dan sangat berat! Benar kata Langit Kresna Hariadi, novel ini seperti disertasi.” Pagi itu, seseorang yang mengaku baru saja selesai membaca novel Penangsang, langsung menelponku. Sepanjang pembicaraan, aku hanya diam…
WACA
LIYANE

Sobekan ‘Koran Doyok’ Pembungkus Nasi

“Kang Nass ini sebenarnya kartunis apa penulis?” Seorang teman pernah bertanya begitu padaku. Dan hanya kujawab dengan senyuman saja, waktu itu. Karena bagiku, yang disebut petani adalah mereka yang pekerjaannya memang bertani. Atau mereka yang mempunyai sawah untuk menanam padi.…
WACA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Babad Banyumas - Rujukan Utama Sejarah Banyumas.