Sajak ada porno bercerai
patah tumbuh hilang berganti
begitulah peribahasanya
patah tubuh goyang berganti
anisa baharlah ahlinya
katanya salak dari bali
kok rasanya seperti terasi
katanya menolak pornografi
kok demonya penuh pornoaksi
kalah jadi abu menang jadi arang
bersatu kita teguh bercerai hobinya artis
Sekarang aku makin asyik dengan sajakkartun.
Aku merasa enjoy dalam dunia sajak yang sederhana dan mudah dicerna.
Dengan sajakkartun, aku ingin terus mengabarkan cerita, berita dan derita kepada semua. Agar bisa tetap bercanda dalam bencana.
Menatap Indonesia dengan jenaka. Menumbuhkan semangat optimisme dengan gaya sinisme. Mampu memberikan hiburan sekaligus pencerahan di tengah gemuruh atmosfir keputusasaan.
Menatap sekeliling bukan dengan apatis, melainkan sekadar pertunjukan sandiwara rakyat, yang kita bukan lagi sebagai penonton. Melainkan boleh masuk menjadi salah satu pemainnya.
Dengan satir-satir yang menyentil untuk sekadar mencubit. Bukan untuk melukai. Bukan untuk menyakiti.
Sajakkartun semoga bisa jadi pelepas kegelisahan dan keresahan yang tak tersalurkan. Kegeraman tidak harus selalu melahirkan kemarahan. Melainkan melahirkan kegembiraan dengan menerimanya sebagai kenyataan yang harus dilawan dengan kearifan.
Sajak ada sembako senyum
sepuluh tahun reformasi
hanya mampu menaikkan
jumlah pengangguran
dan penduduk miskin negeri ini
sepuluh tahun reformasi
hanya mampu menaikkan
harga sembako
akibat naiknya harga elpiji
sepuluh tahun reformasi
hanya mampu melupakan
senyum bung harmoko
yang dulu tiap menit muncul di tivi
Sajak ada ampunan pahlawan
sepuluh tahun reformasi
hanya mampu melahirkan
pahlawan reformasi
yang kematiannya tak pernah ditangisi
apalagi dikenang lagi
sepuluh tahun reformasi
hanya mampu melupakan kejahatan
diktator yang suka sakitsakitan
untuk kemudian diberi ampunan
dan dianugerahi gelar pahlawan
Sajak ada hujan remisi
sepuluh tahun reformasi
hanya mampu menangkap tommy
setelah kucingkucingan dengan polisi
untuk kemudian dihujani
hadiah remisi
Sajak ada kematian siasia
sepuluh tahun reformasi
hanya mampu melupakan
jasa mahasiswa
yang mati diterjang pelor panas
entah oleh siapa
sepuluh tahun reformasi
hanya mampu melupakan
ribuan rakyat yang rela mati
demi bangsa
namun kini menjadi
kematian yang siasia
Sajak ada berjaya kembali
sepuluh tahun reformasi
hanya mampu mengembalikan
orde baru
untuk bangkit dan berjaya
kembali
Mungkin usaha ini belum maksimal, meski sudah 13 tahun kutekuni.
Tapi aku akan terus berusaha mengasah pena, agar sajakkartunku makin tajam goresnya.
Dan dengan fenomena ‘Thukulisme’ di negeri ini, aku merasa secara tidak sengaja telah mengawinkan kekuatan duo Thukul dalam sajakkartunku. Kekuatan protes sosial khas penyair Wiji Thukul, dan guyonan katro pelawak Thukul Arwana.
Sajak habis Thukul terbitlah Thukul
sepuluh tahun reformasi
hanya mampu memunculkan
seorang thukul arwana
menjadi selebritis yang top
hanya dengan satu kata
‘kembali ke laptop’
sepuluh tahun reformasi
hanya mampu menghilangkan
seorang wiji thukul
menjadi penyair yang lenyap
hanya dengan satu kawa
‘lawan’