Wayang Babad Banyumas

January 27, 2022 ·

Segera Terbit

SEUWISE

Ada Apa Dengan Babad Banyumas

Awalnya, buku ini ditulis dan dirancang sebagai paket lanjutan bagi para pembaca Babad Banyumas. Agar yang sudah membaca babadnya mendapat wawasan baru dari kisah yang sudah dibacanya. Namun, setelah jadi, ternyata bisa juga dibaca oleh mereka yang belum membaca Babad…
WACA
SEDURUNGE

Wirjaatmadjan Banyumas Chronicle

Segera Terbit
WACA
LIYANE

Shalat Ashar Berjamaah di Tengah Hutan Sebelum Panggih Warih

Acara berbau kebudayaan, seringkali seperti air dan minyak, tidak bisa bersatu. Ketika acara kebudayaan sedang berlangsung, biasanya ritual keagamaan pun turut ditinggalkan. Maka, banyak orang yang suka seni budaya, tapi tidak suka agama. Begitupun orang yang suka agama, tapi tidak…
WACA
LIYANE

Mandirancan Jadi Saksi Kemeriahan Festival Babad Banyumas 2026

Mandirancan adalah nama desa di Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas. Letaknya berada di paling utara, dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Patikraja serta Kecamatan Banyumas. Di desa ini, tinggal sosok budayawan Banyumas bernama Nassirun Purwokartun atau yang kerap kali disebut Kang Nass.…
WACA
LIYANE

Pagi Ini adalah Pagi yang Baru, dan Aku Ingin Menjadi Aku yang Baru, pada Pagi Ini

“Tataplah diri di depan cermin. Berdirilah dengan tenang dan benar-benar melihat. Pertama menggunakan mata kiri, kemudian ganti dengan mata yang kanan. Bisikanlah pertanyaan, ‘Siapa aku ini?’ Lagi. Dan lagi. Kemudian buka kedua mata sekaligus, yang kiri dan yang kanan. Maka…
WACA
LIYANE

Ketika Pulau Muria Masih Terpisah dari Pulau Jawa

“Bonus peta Jawa abad lima belas. Ketika pulau Muria masih terpisah dari pulau Jawa.” Pada sudut kanan atas novel Penangsang, dalam sebuah desain pojokan buku yang seperti tengah membuka, terbaca kalimat tersebut. Karena memang itulah bonus dari novelku. Yakni sebuah…
WACA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Babad Banyumas - Rujukan Utama Sejarah Banyumas.