Kang Nass Sukses Menggelar Aksi Begal di Lapangan Mandirancan

October 3, 2026 ·

Biasanya, begal memang ditakuti, karena identik dengan aksi pencurian disertai kekerasan yang membahayakan nyawa. Tapi di sisi lain, justru ada begal yang jadi tontonan menarik, khususnya bagi masyarakat Suku Jawa, namanya kesenian begalan.

Kesenian Begalan biasanya ditampilkan dalam perayaan pernikahan Jawa. Tidak hanya berupa hiburan, tapi dalam begalan juga memberikan pesan-pesan bekal pernikahan bagi kedua mempelai.

Dan di Lapangan Desa Mandirancan, Kecamatan Kebasen, baru saja menampilkan begalan dengan meriah. Tapi begalan yang digelar bukan seperti begalan pada pesta pernikahan biasa, melainkan “Begalan Jaka Kahiman” dalam rangkaian acara bertajuk Festival Babad Banyumas 2026.

Perlu diketahui, Festival Babad Banyumas 2026 terselenggara selama tiga hari, sejak hari Jum’at (25/9/2026) sampai dengan hari Minggu (27/9/2026).  Hari pertama berfokus pada pelestarian dongeng, hari kedua berfokus pada pelestarian babad, sedangkan hari ketiga berfokus pada pelestarian alam.

Adapun untuk puncak perayaan dilaksanakan pada hari kedua, tepatnya malam Minggu. Pada malam puncak perayaan, ada pentas kolaborasi empat kesenian, yaitu Gubrak Lesung Rebana oleh grup Pangastuti, Wayangan Babad Banyumas oleh Ki Dalang Ulum Karto Diwiryo, Begalan Jaka Kahiman oleh grup Cipto Kawedar, dan Kenthongan oleh grup Bambu Nada.

Dan kembali terkait Begalan Jaka Kahiman, begalan ini ditampilkan dalam kemasan yang bernuansa sejarah kental. Pasalnya, begalan yang dilakonkan oleh Grup Cipto Kawedar itu memperagakan kejadian begalan pada saat Jaka Kahiman mantu. Yang menjadi wakil dari Rara Warsiki memperagakan tokoh Reka Guna, sedangkan yang menjadi wakil Ngabehi Janah memperagakan Ki Nitipraya.

Lalu, terkait diadakannya Begalan Jaka Kahiman dalam rangkaian acara, dan bahkan menjadi judul utama pada ‘flyer’, memang sesuai dengan tujuan Festival Babad Banyumas 2026. “Salah satu tujuan penyelenggaraan Festival Babad Banyumas ini adalah untuk mengenalkan asal mula Begalan Banyumas. Tidak lama setelah mendirikan Kadipaten Banyumas, Jaka Kahiman menikahkan anaknya Ngabehi Janah dengan Rara Warsiki, putri Ki Ageng Gumelem”, ujar Kang Nass.

Walaupun menyampaikan cerita sejarah ataupun pesan-pesan mendalam, tapi Begalan Jaka Kahiman ini tidak meninggalkan karakteristik Banyumasan yang blakasuta. Dan karena blakasuta, dalam penyampaian ucapannya pun cenderung blak-blakan, sehingga ciri khas lucu tetap melekat dengan kuat. Bahkan ribuan penonton pun begitu terhibur dengan gelak tawa yang dirautkan dalam wajahnya.

SEUWISE

Menjemput Purnama Sembari Melihat Prosesi 'Jaka Kahiman Mantu'

Malam itu, bulan bersinar terang. Orang-orang sering menyebutnya dengan istilah Bulan Purnama. Bentuknya yang terlihat seperti lingkaran sempurna, menjadikannya nampak indah dipandang mata, menerangi berbagai aktivitas makhluk hidup di bumi pada malam hari. Dan bersamaan dengan sinar terang rembulan, di…
WACA
LIYANE

Asal Mula Keris Gajahendra dalam Babad Banyumas Mertadiredjan

Setelah mengisahkan tentang Raden Bagus Mangun, Babad Banyumas kemudian menceritakan tentang Ki Tolih. Siapa Ki Tolih? Ki Tolih adalah Patih Kerajaan Bonokeling yang diperintahkan rajanya untuk membunuh Raja Majapahit. Sebabnya karena dendam lama dari leluhurnya, Ciung Wanara yang kalah perang…
WACA
LIYANE

Babad Banyumas Mertadiredjan

“Serat Babad Banyumas Mertadiredjan” adalah salah satu versi naskah Babad Banyumas. Disebut “Babad Banyumas Mertadiredjan” karena naskah aslinya milik Adipati Mertadiredja I, Wedana Bupati Kanoman Banyumas, yang kemungkinan ditulis pada masa pemerintahannya, kisaran tahun 1816 sampai 1824. Naskah itu kemudian…
WACA
LIYANE

Babad Banjoemas Wirjaatmadjan Karya Raden Aria Wirjaatmadja

Secara berkala saya akan memposting naskah Babad Banyumas Wirjaatmadjan. Lengkap dengan terjemahan Bahasa Indonesia, agar para pembaca mudah memahaminya. Naskah Babad Banyumas Wirjaatmadjan aslinya ditulis dalam huruf Jawa. Naskah aslinya disimpan oleh menantunya, Raden Joedasoebrata. Sekarang naskah tersebut bisa disaksikan…
WACA
LIYANE

Restu Majapahit

Wirasaba merupakan kadipaten yang menjadi bawahan Kerajaan Majapahit. Adipati pertamanya bernama Raden Paguwan yang kemudian bergelar Adipati Wira Hudaya. Adipati Wira Hudaya lah yang menurunkan bangsawan Wirasaba yang kelak menjadi awal mula berdirinya kabupaten baru bernama Banyumas. Apa kaitan antara…
WACA
LIYANE

Mengenang Rawa Tembelang dalam Plesiran Babad Banyumas

Ibu kota Banyumas baru yang dibangun Tumenggung Yudanegara II berada pada sebuah situs lama peninggalan Kabupaten Selarong. Konon tempat itu pada jaman dulunya adalah sebuah puncak dari gunung purba di bawah laut. Setelah tidak aktif lagi kemudian mengeluarkan mata air…
WACA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Babad Banyumas - Rujukan Utama Sejarah Banyumas.