Menjemput Purnama Sembari Melihat Prosesi ‘Jaka Kahiman Mantu’

October 2, 2026 ·

Malam itu, bulan bersinar terang. Orang-orang sering menyebutnya dengan istilah Bulan Purnama. Bentuknya yang terlihat seperti lingkaran sempurna, menjadikannya nampak indah dipandang mata, menerangi berbagai aktivitas makhluk hidup di bumi pada malam hari.

Dan bersamaan dengan sinar terang rembulan, di bumi Mandirancan ternyata diselenggarakan malam puncak perayaan Festival Babad Banyumas 2026. Malam itu, seakan semesta begitu merestui dipertontonkannya ‘film’ Jaka Kahiman Mantu dan Sejarah berdirinya Banyumas, di depan khalayak masyarakat luas.

Malam puncak perayaan itu memang sebagai ajang mengingat masa lalu berupa kisah mantunya Jaka Kahiman, dalam bentuk kesenian begalan. Kemudian juga menayangkan bagaimana sejarah berdirinya Banyumas yang direkakan dalam media wayang oleh Ki Ulum Karto Diwiryo, seorang dalang muda asal Sumpiuh.

Menurut Kang Nass, Begalan sengaja dipilih sebagai penampilan inti, karena beliau ingin mengenakan masyarakat terkait asal mula kesenian Begalan. “Salah satu tujuan penyelenggaraan Festival Babad Banyumas ini adalah untuk mengenakan asal mula Begalan. Di mana setelah mendirikan Kadipaten Banyumas, tak lama Jaka Kahiman kemudian menikahkan anaknya Ngabehi Janah dengan Rara Warsiki, putri Ki Ageng Gumelem”, ujar Kang Nass.

Pelestarian sejarah dalam bentuk kesenian itu juga ditemani oleh dua kesenian lokal Banyumasan yang tak kalah menarik. Ada Gubrak Lesung Rebana dari grup Pangastuti, yang merupakan kolaborasi antara seni kaum agraris dengan seni kaum santri. Kemudian ada juga penampilan kenthongan dari grup bambu nada, yang merupakan juara Festival Kenthongan Banyumas 2026.

Perlu diketahui, malam puncak perayaan itu adalah bagian dari Festival Babad Banyumas yang diselenggarakan oleh Kang Nassirun Purwokartun, penulis 101 serial Babad Banyumas, pimpinan Bale Babad Banyumas di bawah naungan Yayasan Bale Pustaka Cahaya.

Festival ini diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut, sejak hari Jum’at (25/9/2026) sampai Minggu (27/9/2026). Untuk hari jum’at bertempat di Bale Babad Banyumas, dengan fokus utamanya adalah pelestarian dongeng. Adapun rangkaian acaranya ada menggambar Wayang dongeng, mendongeng Babad Banyumas dan Pameran Wayang Dongeng.

Kemudian di hari kedua dibagi atas dua rangkaian acara. Paginya bertempat di Bale Babad Banyumas dengan inti acara pelestarian babad. Adapun rangkaian acaranya adalah menggambar Wayang babad, Pameran Wayang babad, dan Pameran cover babad.

Sedangkan Sabtu malamnya, merupakan puncak perayaan yang di awal tadi sudah disebutkan. Yang isinya merupakan kolaborasi 4 seni tradisional, yakni gubrak lesung rebana, begalan Jaka Kahiman, Wayangan Babad Banyumas, serta kenthongan.

Kemudian yang tak kalah menarik dalam rangkaian Festival Babad Banyumas 2026 ini adalah Pentas Wayang Methuk Sandekala pada Minggu sore (27/9/2026), oleh Ki Dalang Ulum Karto Diwiryo. Pagelaran wayang ini menceritakan Babad Panggih Warih, sebuah cerita yang dibuat oleh Kang Nass dalam upaya kampanye pelestarian mata air Kalimambu yang ada di Desa Mandirancan.

Dan uniknya, setelah ndalang Ki Ulum melompat ke dalam Kedung Bunder. Aksinya ini merupakan ciri khasnya yang menjadikan dalang muda ini dijuluki sebagai Dhalang Nyemplung Kedung.

SEUWISE

Begalan Jaka Kahiman Sukses Membuat Gelak Tawa Ribuan Penonton Festival Babad Banyumas

Salah satu acara paling menarik dan paling inti yang terselenggara dalam Festival Babad Banyumas 2026 adalah Begalan Jaka Kahiman. Kesenian ini dilakonkan oleh grup Begalan Cipto Kawedar pada malam puncak perayaan di Hari Sabtu, malam Minggu (26/9/2026). Penautan nama Jaka…
WACA
LIYANE

Nabi Adam dalam Babad Banyumas Mertadiredjan

“Babad Banyumas Mertadiredjan” mengawali penuturannya dengan mencatat silsilah dinasti Banyumas yang berujung pada Nabi Adam. Bahwa dari Nabi Adam menurunkan banyak nabi dan dewa, salah satunya adalah Nabi Sis dan Sang Hyang Sis. Keturunan Sang Hyang Sis lah yang kemudian…
WACA
LIYANE

Jelajah Sejarah Babad Banyumas

Pada waktu menulis pentalogi Serial Penangsang pijakan saya adalah naskah Babad Tanah Jawi. Maka, apa dan siapa yang dikisahkan dalam naskah Babad Tanah Jawi itu saya lacak jejaknya. Hingga datanglah saya ke Pajang, ke bekas kerajaan Joko Tingkir. Datang ke…
WACA
LIYANE

Jembatani Masa Lalu dan Kini, NasSirun Terjemahkan Babad untuk Generasi Muda

BANYUMAS, banyumas.suaramerdeka.com - Sebagian besar naskah babad ditulis dalam bahasa Jawa. Tidak banyak masyarakat modern yang mampu membaca karya klasik yang berisi catatan sejarah, riwayat dan silsilah leluhur ini. Hal itu menggerakkan Nasirun, penulis buku, penerjemah, sekaligus pegiat literasi untuk…
WACA
LIYANE

Asal Mula Penguasa Laut Selatan Dalam Babad Banyumas Mertadiredjan

Setelah mengisahkan Nabi Adam dan Prabu Jayabaya, “Serat Babad Banyumas” kemudian menceritakan tentang para penguasa Tanah Jawa. Bermula dari Raja Jenggala yang kemudian menurunkan raja-raja Galuh di kerajaan Pajajaran. Bahwa dari sosok legendaris Raden Panji Asmarabangun, kemudian menurunkan Raden Laleyan.…
WACA
LIYANE

Mencari Ibu Kota Banyumas Lama dalam Plesiran Babad Banyumas

Jalan itu bernama Jalan Adipati Mrapat. Tentu saja diambil dari nama pendiri Banyumas. Karena ibu kota Banyumas lama berada pada lintasan jalan itu. Adipati Mrapat sangat dikenal oleh warga Banyumas, terutama generasi tuanya. Namun tidak tahu apakah generasi milenial dan…
WACA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Babad Banyumas - Rujukan Utama Sejarah Banyumas.