Bale Babad Banyumas (Video)

April 16, 2025 ·

Bale Babad Banyumas merupakan rumah kediaman budayawan Banyumas yaitu Kang Nassirun Purwokartun yang terletak di Desa Mandirancan, Kecamatan Kebasen. Beliau telah banyak menerbitkan buku, dan salah satu karya masterpiece-nya adalah 25 Naskah Terjemah Babad Banyumas. Perlu diketahui bahwa Babad Banyumas adalah pintu rujukan utama untuk mengenal sejarah tentang Banyumas. Sumber video: minfo Rampungna.

Catatanku Catatan Kaki!

October 18, 2026 ·

“Kok tulisan Kang Nass namanya ‘Catatan Kaki’, apa menulisnya pakai kaki?” Kali ini, seorang teman berkomentar lagi. Meski kalau dibaca koment-nya dengan seksama, sepertinya sekadar main-main saja. Tapi entah kenapa aku terpancing menjawabnya. Dan catatan ini adalah sekadar koment balik untuk dia. Mengapa ‘Catatan Kaki’ menjadi penting adanya. Seperti kita tahu bersama, dalam setiap buku ilmiah, catatan kaki adalah keterangan khusus yang digunakan untuk memberikan keterangan atau komentar. Catatan kaki juga berfungsi untuk menjelaskan sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan… Rampungna.

Aku Jadi Mengerti, Bahwa Srikandi Ternyata Laki-laki

October 18, 2026 ·

Tak sengaja semalam aku mendengarkan nyanyian Sujiwo Tedjo, ‘Gugur Bisma’. Dan pagi ini penggalan kisah Bharatayudha itu tiba-tiba terbayang lagi di kepala. Seorang resi tua, dengan tatapan tegar menjemput ajal di tengah padang gersang kurusetra. Pada sekujur badannya, dari telapak kaki hingga dada, telah tertembus ratusan anak panah. Mata panah yang menembus tubuhnya, hingga ketika dia rebah, panah-panah itulah yang menjadi penopangnya. Yang membuatnya serupa terpanggang ratusan panah penyangga tubuh rentanya, juga kepalanya. Resi Bisma, sang Begawan telah mengetahui bahwa… Rampungna.

Hartaku Hanya Buku dan Cinta!

October 18, 2026 ·

Sketsa kamarku sebelum menjadi ‘sarang tikus’ yang kubuat tahun 1995. yang semalam mengingatkanku, bahwa aku pernah menjadikannya mahar!

Begitu pintu kamar dibuka, maka nampaklah sebuah ranjang kayu tua. Tapi jangan pernah berpikir, bahwa ranjang itu adalah tempat tidurku yang sesungguhnya. Karena sejak dibuatkan kamar pada waktu kelas 5, aku jarang sekali tidur di sana. Apalagi aku tak pernah menganggap ranjang itu adalah tempat ‘resmi’ untuk melepas penatku. Hingga aku pun lebih sering tidur di mana saja kusuka. Pokoknya, begitu kantuk mendatangiku, di situlah tempat tidurku. Maka sangat beruntung kalau dalam sebulan aku bisa 4 atau 5 kali tidur… Rampungna.

Bersenang-senang Bersama ‘Senang’

October 18, 2026 ·

senanglah, meski sedang tak ingin senang. senangkan orang lain, agar diri turut senang. senang melihat orang lain senang!

Angka tujuh, konon angka paling laku. Seminggu terdiri dari 7 hari, dari Senin sampai Minggu. Not lagu ada 7 jenis nada, dari do sampai si. Warna pelangi ada 7 macam, mejikuhibiniu dari merah sampai ungu. Kita kenal cerita detektif cilik, Sapta Siaga. Di dunia prajurit Indonesia ada Sapta Marga. Di dunia Pariwisata ada Sapta Pesona. Dalam cerita anak-anak, Putri Salju selalu ditemani 7 kurcaci. Dan James Bond detektif ciptaan Ian Fleming punya kode sandi 007. Angka 7 juga lekat dengan… Rampungna.

Kupinang Kau dengan Puisi

October 18, 2026 ·

Ummi! kelebihanmu adalah menerima lamaranku, walau tak membaca puisiku!

“aku ingin kau tak jadi aku seperti aku pun tak ingin jadi kau kau dan aku tak perlu saling mengaku aku dan kau telah saling menyatu” Ya, sekali lagi kukatakan, “Aku ingin kau tak jadi aku.” Karena aku membutuhkan perbedaan itu. Jadi berbanggalah kau dengan ke’engkau’anmu. Tetaplah dengan seluruh apa yang ada pada dirimu. Dengan keramahanmu, keluwesanmu, dan segala yang membuatmu berbeda total denganku. Sungguh, aku sangat membutuhkan perbedaanmu. Karena aku telah terlanjur menjadi ‘aku’. Yang dingin dan beku. Yang… Rampungna.

Gigi Tua Belajar Mengunyah

October 18, 2026 ·

Mengunyah merupakan aktivitas yang utama. Sekaligus memuaskan. Kita jarang benar-benar merasakan manisnya makanan, karena tidak meluangkan waktu untuk sungguh-sungguh menikmatinya. Dengan sepenuh perasaan Dan ini yang sekian lama kuabaikan. Tidak menikmati makanan yang sudah kumakan. Lidah hanya selintas saja merasakannya. Begitu terasa enak, langsung ditelan. Kalau tidak enak, dimuntahkan. Aku tak meluangkan waktu untuk merasakan nikmatnya makanan. Namun kemarin, tiba-tiba aku terbetik untuk menikmati nikmatnya makanan. Aku teringat pada sebuah pengetahuan, yang kudapatkan dari buku yang pernah kubaca. Yang dengan… Rampungna.

Pagi Ini adalah Pagi yang Baru, dan Aku Ingin Menjadi Aku yang Baru, pada Pagi Ini

October 18, 2026 ·

bahagia! wong dapat 15 juta!

“Tataplah diri di depan cermin. Berdirilah dengan tenang dan benar-benar melihat. Pertama menggunakan mata kiri, kemudian ganti dengan mata yang kanan. Bisikanlah pertanyaan, ‘Siapa aku ini?’ Lagi. Dan lagi. Kemudian buka kedua mata sekaligus, yang kiri dan yang kanan. Maka temukanlah diri Anda berada dalam keadaan baru dan mengejutkan. Diri Anda yang baru!” Dan aku pun melakukannya. Berdiri di depan cermin kamar bukuku. Ku tarik nafas dalam-dalam. Mata kupicingkan. Aku ingin melihat diriku yang baru. Diriku yang berbeda dengan yang… Rampungna.

Siapa Mau Membeli Rongsokan Batinku?

October 18, 2026 ·

Kebanyakan kita menjaga sisi gelap kita, untuk tetap tersembunyi. Karena kita tidak pernah ingin kejelekan kita diketahui orang lain. Hingga kita sembunyikan rapat-rapat, seperti kebiasaan menyimpan sampah kecil di dalam laci. Padahal konon, bersembunyi dari bagian diri yang terlihat cacat ini, sebenarnya hanya menghalangi perkembangan kita sebagai manusia. Karena justru, menghadapi kebaikan, keburukan, dan kejelekan lah yang akan benar-benar melepaskan energi negatif. Yang akibatnya bisa meningkatkan rasa kecintaan pada diri. Maka hari ini aku jadi teringat tentang ‘dendamku’ pada laci… Rampungna.

Dalam Kamar Gelap yang Pengap

October 18, 2026 ·

Kesadaran itu seperti sebuah sorotan cahaya. Begitu petuah bijak berkata. Sebelum mampu memancarkan cahaya batin pada apa yang terjadi dalam diri, kemungkinan akan terus merasa tersesat, bingung berada dalam kegelapan. Dan itulah sungguh yang sedang kurasakan. Paling tidak seharian ini. Sejak pagi hingga sore tadi, aku bingung akan mengerjakan apa. Mau membaca, malas. Mau menulis, berat. Menggambar, enggan. Hingga suntuk sungguh rasa di jiwa. Seolah hidup tak ada gairah. Tak ada semangat untuk melakukan apa pun, mengerjakan apa pun. Bahkan… Rampungna.

Ternyata Aku dan Einstein Pernah Sama-sama ‘Sontoloyo’

October 18, 2026 ·

Karena ingat Einstein yang ‘bodoh’, terkenanglah aku pada ‘sontoloyo’. Sebuah umpatan sangat menyakitkan, yang pernah kuterima dari Pak Jono. Kata-kata yang sempat membuat semangat belajarku di kelas 4 benar-benar loyo. Kata itu pula yang semalam menjadikan buku ‘Di Bawah Bendera Revolusi’nya Bung Karno kembali kubaca. Buku yang sangat tebal dan mahal yang merupakan karya monumental dari Paduka Yang Mulia Pemimpin Besar Revolusi Indonesia. Dua jilid buku yang tebalnya seperti bantal itu pernah menjadi buku yang sangat dicari karena merupakan buku… Rampungna.

Modul Kejar Paket A, Awal Mula Jatuh Cinta

October 17, 2026 ·

sungguh beruntung, setelah 25 tahun berpisah dengan buku yang sangat berjasa ini, aku bisa menemukannya kembali. Aku mencarinya di loakan Malang, Solo, Jogja, dan Semarang. Kejar Paket A, ‘Sahabat’ dan ‘Guru’ku yang Pertama!

Modul Kejar Paket A, sungguh besar jasanya. Bukan hanya bagi mereka, orang-orang tua yang waktu itu sedang ikut program Pemberantasan Buta Huruf saja. Tapi terutama bagiku, anak TK yang sedang giat-giatnya belajar membaca. Sejak bisa membaca, apa saja yang berbentuk tulisan selalu aku baca. Dari tulisan yang ada pada bungkus mie instan, kopi bubuk, teh, garam dapur, kecap, kertas sigaret, korek api, rokok, tas belanjaan, papan nama jalan, papan nama pejabat kelurahan, spanduk pinggir jalan, iklan di warung-warung, hingga kaos… Rampungna.

Ruang Kepala Sekolah yang ‘Angker’

October 17, 2026 ·

ketika jalan-jalan ke malang, mampir loakan dekat stasiun, dapat buku-buku ini. yang dulu kubaca di ruang kepala sekolah itu. subhanallah!

Sejak mengenal buku bacaan, aku seperti keranjingan. Seperti anak yang kecanduan, itu pula yang kurasakan. Setiap hari harus selalu tersedia bahan bacaan untuk dimakan. Ada keasyikan yang seakan tak mungkin tergantikan oleh semua permainan yang kukenal bersama teman-teman. Saking kecanduannya membaca, pada waktu kelas 5, membuatku berani minta ijin Kepala Sekolah untuk masuk ke ruangannya. Meminta ijin pada seseorang yang paling menakutkan di mata kami, para murid. Dengan takut-takut, meminta ijin memanfaatkan buku-buku yang selama ini tersimpan di almari kantornya.… Rampungna.

Majalah Wanita di Rak Piring Tetangga

October 17, 2026 ·

lembaran buncil yang ada di dalam majalah ayahbunda. dengan tokoh tongki si bebek yang dulu suka kutiru gambarnya. amazing!

Aku mengenal majalah sejak ayahku tak lagi ikut Kejar Paket A. Sejak ayah mogok sekolah lagi seperti waktu kecil dulu, maka tak ada buku bacaan yang bisa kudapatkan di rumah. Modul Kejar Paket A yang itu-itu saja, telah berulang kubaca. Hingga hafal ceritanya, bahkan ketika aku tidak membacanya. Karena seringnya dibuka dan kuulang menggambarnya. Akhirnya aku suka main ke tetangga yang kutahu, punya banyak simpanan majalah. Beberapa ibu-ibu tetangga sering pinjam ke rumahnya. Karena kebanyakan majalah yang disimpannya di lemari… Rampungna.

Bukan Cerita dari Negeri Dongeng!

October 17, 2026 ·

aku menemukan majalah bobo taun 1984-1986 di kios gladag. majalah yang aku baca 20an tahun silam. alhamdulillah!

Pada waktu kelas 3 SD, kami kedatangan murid baru. Anak baru itu pindahan dari Ambon. Ayahnya yang tentara pindah dinas di Purwokerto. Atau tepatnya pulang kampung, setelah bertahun-tahun bertugas di Ambon. Karena orang tuanya sebenarnya kelahiran Purwokerto. Ayahnya asli kampung kami, sementara ibunya berasal dari desa sebelah. Keluarga baru itu menempati rumah yang dibangun kakeknya, di daerah paling barat kampung kami. Di antara teman sekelas yang lain, akulah yang pertama diajaknya berkenalan. Karena kebetulan aku adalah ketua kelasnya. Hingga suatu… Rampungna.

Sejarah Mengapa Aku Suka Sejarah

October 17, 2026 ·

ANANDA yang umurnya telah 26 tahun itu. yang gambarnya masih terbayang di ingatanku. bagaimana aku susahnya menjiplak itu!

“Kok bisa sih, Abi suka sejarah?” tanya Ummi suatu kali. Karena menurutnya, mata pelajaran Sejarah adalah yang paling menyebalkan dan membosankan untuk dipelajari. Harus menghafalkan bermacam kejadian dan tragedi, yang semua itu berhubungan dengan nama tokoh dan tanggal kapan peristiwa tersebut terjadi. Pelajaran yang membikin Ummi alergi. “Makanya Ummi memilih kuliah di Ekonomi?” tanyaku seolah menegaskan. Padahal sebenarnya karena aku sungguh tak bisa memberikan jawaban. Bahkan tak bisa menjelaskan apa yang menjadi alasan. “Iya, ya? Kok aku bisa jadi sangat… Rampungna.

Sebatang Paku pada Amben Kayu Ruang Tamu

October 17, 2026 ·

buku yang luar biasa. karena ternyata pengarangnya (mbah Toeriman), adalah ayah temanku (mas Cipto Pratomo), seorang seniman banyumas. dan ketika kukatakan padanya, bukunya berjasa pada masa kecilku, beliau terharu. Karena mbah Toeriman juga tak mempunyai arsipnya lagi.

Aku akan bercerita tentang paku. Paku yang masih menancap di amben kayu ruang tamu rumahku. Ruang tamu yang kutinggalkan 10 tahun lalu, isinya masih sama dan penempatannya pun tetap begitu. Bahkan mungkin sejak 30an tahun lalu, sewaktu aku baru dilahirkan di rumah itu. Sama sekali tak ada yang berubah. Dan tak ada yang mengubah. Jendela depan masih dicat hijau muda dan jendela samping dengan warna merah. Demikian juga dinding-dindingnnya, masih dengan anyaman bambu hasil karya ayah. Lantainya pun masih tanah.… Rampungna.

Sobekan ‘Koran Doyok’ Pembungkus Nasi

October 17, 2026 ·

bertahun-tahun aku mencari koran doyok yang sangat bersejarah itu. edisi 22 september 1988. dan kudapatkan di museum pers solo. tentu bukan dalam bentuk sobekan bungkus nasi. tapi dokumentasi utuh

“Kang Nass ini sebenarnya kartunis apa penulis?” Seorang teman pernah bertanya begitu padaku. Dan hanya kujawab dengan senyuman saja, waktu itu. Karena bagiku, yang disebut petani adalah mereka yang pekerjaannya memang bertani. Atau mereka yang mempunyai sawah untuk menanam padi. Atau seperti ayahku, yang tak punya sawah sendiri, hingga rela menjadi buruh tani. Tiap hari pergi ke sawah, untuk mencangkul, menyemai benih, mengairi, menyiangi, dan memanennya di kemudian hari. Yakni mereka yang makan nasi dari padi hasil keringatnya sendiri. Maka… Rampungna.

Wong Jawa Ilang Jawane

October 17, 2026 ·

majalah PS edisi mei 1987, yang di dalamnya ada cerita misteri ‘siluman buaya’ itu, kutemukan di gladhag. melengkapi prasasti-prasasti kecilku!

Setajam-tajamnya pisau, kalau lama tak diasah, akan tumpul juga. Begitu pun dengan pengetahuan. Akan hilang kalau tak pernah digunakan. Itulah yang kemarin sempat kurasakan. Ketika sedang giat-giatnya membaca bermacam Serat dan Babad. Untuk mendukung penulisan novelku, aku ingin mendalami khazanah sastra Jawa dari sumber aslinya. Bukan yang sudah disalin ke huruf Latin, atau bahkan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Namun ternyata, kitab-kitab kuno dengan aksara Jawa itu bungkam. Karena aku tak bisa membacanya. Huruf ‘ha na ca ra ka’ itu bisu… Rampungna.

Ilmu Bekasan dari Kampus Loakan

October 17, 2026 ·

seorang teman suka meledekku, dengan menuliskan ‘gelar luar biasa’ pada alamat paket yang dikirim padaku. hwahahahaha

“Endingnya monoton! Ujung-ujungnya pasar loak!” Tadi malam, seorang teman istimewa mengirimkan komentar ‘istimewa’nya. Dari pertemanan di facebook, dia adalah salah satu teman dari jenis ‘spesies langka’. Selalu membaca statusku, namun tak pernah berkomentar. Kalau pun koment, tidak ditulis di status, namun sms yang dikirimkan. Dan tak kuduga, catatan harian yang kutulis ini pun dibacanya. Konon sejak hari pertama, hingga yang ku upload semalam. Dan tetap, dia tak memberikan komentar apa pun di catatanku. Hanya semalam dia sempat bertanya, “Kenapa harus… Rampungna.

20 Tahun, Ayam-ayam itu Bertengger di Bukuku

October 17, 2026 ·

sepertinya aku punya bakat jadi pesulap juga. buktinya bisa mengubah ‘brontok’ menjadi ‘lupus’!

Waktu kecil dulu aku punya beberapa ekor ayam. Dan aku suka memberi nama pada mereka, sesuai dengan warna bulunya. Kalau ayam itu bulunya putih, aku beri nama ‘si Putih’. Kalau bulunya hitam, aku beri nama ‘si Cemani’. Sedangkan yang berbulu putih campur hitam, namanya ‘si Brintik’. Nama ‘si Brontok’ untuk yang berbulu coklat bercampur hitam. Nama ‘si Blirik’ untuk yang coklat berbelang merah. Lalu nama ‘si Klawu’ untuk yang abu-abu. Itu untuk nama-nama anak ayam betina. Sedangkan untuk anak ayam… Rampungna.

Iqro’ Apa Iqra’?

October 13, 2026 ·

Hari ini, tepat 2 tahun lalu anak kami yang ke-2 lahir. Dan sejak kehamilannya, ummi berkali meminta bahwa ini adalah anak kami yang terakhir. Karena pada kehamilan pertama, dokter sudah memvonis bahwa ummi tidak akan bisa melahirkan normal. Maka aku mengamini permintaan ummi, yang sudah mempertaruhkan nyawa hingga 2 kali. Meski pun dalam canda, sering kujawab dengan tanya tawa, “anak terakhir dari istri pertama?” Namun itu hanya sebatas just kidding and just for laugh belaka. Seperti juga orang tua lainnya, jauh hari sebelum kelahiran, kami sudah memersiapkan… Rampungna.

Sriban, Prasasti Yang Sulit Terganti!

October 13, 2026 ·

Mata kupejamkan. Aku berbaring di beranda depan. Di teras rumah sebelah kanan. Aku ingin mengenali seisi halaman, yang sudah bertahun menjadi wajah rumahku. Namun bukan dengan melihat langsung. Melainkan dengan hanya membayangkan, seolah melihat sekeliling halaman dari kiri ke kanan, dan dengan mata terpejam. Akan kuhafalkan semua benda di halaman. Yang sehari-hari kulihat, dan selalu ada di pelataran, namun selalu luput dari perhatian. Benda-benda yang keberadaannya sering kali diremehkan. Sungguh ini hanya keisengan. Sekadar melatih ingatan, yang seminggu ini sulit… Rampungna.

Membayangkan Bayang-Bayang

October 13, 2026 ·

Mata kupejamkan. Aku berbaring di beranda depan. Di teras rumah sebelah kanan. Aku ingin mengenali seisi halaman, yang sudah bertahun menjadi wajah rumahku. Namun bukan dengan melihat langsung. Melainkan dengan hanya membayangkan, seolah melihat sekeliling halaman dari kiri ke kanan, dan dengan mata terpejam. Akan kuhafalkan semua benda di halaman. Yang sehari-hari kulihat, dan selalu ada di pelataran, namun selalu luput dari perhatian. Benda-benda yang keberadaannya sering kali diremehkan. Sungguh ini hanya keisengan. Sekadar melatih ingatan, yang seminggu ini sulit… Rampungna.

Perutku Lembut. Perutmu?

October 13, 2026 ·

Konon, perut yang lembut bisa menghaluskan perasaan dan pikiran. Bisa mengurangi stress dan segala macam kecemasan, kegelisahan, juga kekhawatiran. Menurut buku yang pernah kubaca, kita menghabiskan banyak waktu untuk menyimpan segala sesuatu di dalam perut. Ketegangan tubuh dan pikiran juga menghabiskan banyak energi yang sebenarnya menghambat lancarnya aliran darah. Napas lah yang sebenarnya bisa menjadi pengenyang. Dengan menjadikannya rileks, hingga bisa merasa lebih tenang dan nyaman. Maka kucoba praktekkan ilmu yang baru kudapatkan. Aku pun duduk bersila di lantai kamar.… Rampungna.

Adam, Turun Dari Surga Langsung Ke Minang?

October 13, 2026 ·

MENGENANG MINANG Kalau nanti ada waktu luang, ingin sekali ‘menggelandang’ di Minang. Meski dulu sudah pernah ke sana, tapi hati masih selalu merindu untuk mengulang. Rasanya perjalanan 8 hari itu, belum memuaskan hausku akan pesona Minang yang indah ‘takambang’. Perjalanan tahun lalu, aku hanya sempat menjenguk rumah Tan Malaka di Payakumbuh. Kemudian rumah kelahiran Bung Hatta di Bukittinggi, rumah kelahiran Buya Hamka di tepian Maninjau, lalu melihat kuburan Siti Nurbaya di bukit Padang. Keinginan ke Minang, bermula karena terpesona sosok… Rampungna.

Kalau Aku Mati, Apa Yang Akan Ditulis Anakku Di Nisanku Nanti

October 13, 2026 ·

Lima belas tahun yang lalu, aku pernah menulis puisi dengan judul yang sangat panjang. “Pernahkah Kau Berpikir Bahwa Hidupmu Tinggal Semenit Lagi?” Puisi itu hanya berisi satu bait, satu larik, satu kata: “Belum!” Entah kenapa, bangun pagi ini aku langsung teringat puisi itu. Puisi yang bagi orang lain mungkin tidak bermutu dan seolah sekedar main-main saja. Tapi bagiku, itu adalah puisi ‘pengingat jiwa’. Puisi yang kutulis tepat di malam pergantian tahun baru Hijriyah. Dengan menangis sepenuh pasrah. Puisi yang (bagiku)… Rampungna.

Anakku, Kau Boleh Bangga, Atau Bahkan Kecewa Padaku!

October 13, 2026 ·

KUKATAKAN YANG SEBENARNYA Sejak kecil, kita dilatih untuk berbohong. Tidak secara langsung, tentunya. Akhirnya kita belajar untuk mengatakan apa yang orang lain ingin dengar, dan kita bersikap sesuai dengan hal itu. Padahal konon, justru dengan mengatakan yang sebenarnya, akan menciptakan sebuah perubahan kimiawi positip dalam tubuh. Maka ketika aku menulis catatan ini, aku ingin menceritakan yang sebenarnya. Bukan untuk siapa-siapa. Tapi untuk diriku sendiri, yang ingin mencoba belajar berkata yang benar. Sepahit apa pun itu, baik ketika dituliskan, juga setelah… Rampungna.

Aku Pernah Mengobati Hati, Dengan Cara Mencaci Maki

October 13, 2026 ·

SAKIT HATI KARENA LIDAH, SEMBUHKANLAH JUGA DENGAN LIDAH! Pengalaman ini kutuliskan, tanpa dimaksudkan untuk ditirukan. Tapi sekadar ingin jujur mengakui, bahwa aku bukanlah orang baik yang selalu bisa bersabar. Seorang ahli  berkata, kita menambah dan mengurangi begitu banyak kata-kata yang perlu kita katakan, karena ingin berperilaku baik. Atau paling tidak, ingin dianggap baik oleh orang lain. Tapi mencoba untuk baik setiap saat justru bisa menyakiti diri. Begitu yang pernah kubaca. Dan mendadak menjadi sebuah kebenaran yang menggoda. Karena tiba-tiba aku… Rampungna.

Pembicara Alumnus TK Pertiwi, Iklan Kecap Nomor Tiga!

October 13, 2026 ·

“Lulusan TK Pertiwi. Begitu selalu ditulisnya dalam kolom pendidikan pada curriculum vitae. Saya selalu nyengir saja. Sejak itu setiap kali saya satu forum dengannya, dengan lantang saya perkenalkan bahwa sang penyair adalah lulusan TK Pertiwi. Saya menyampaikan paradoks yang semestinya menyentil jiwa malu para mahasiswa yang hanya bisa menjadi penonton. Tapi di manakah rasa malu? Ya. Nassirun Purwokartun, penulis dan kartunis yang kawan saya itu, sudah bergelut dengan segala macam hidup. Ia menjadi tukang cuci gerbong kereta api, menjadi tukang… Rampungna.

Sungguh Aku Bangga, Meski Hanya ‘Alumnus TK Pertiwi’ Saja!

October 13, 2026 ·

Entah kenapa, aku begitu bangga dengan status alumnus TK Pertiwi. Mungkin awalnya adalah karena keminderanku sendiri. Aku sangat minder ketika harus berbicara di depan banyak orang, apalagi di depan mahasiswa. Karena kemiskinanku, menyebabkan tak pernah bisa kuliah. Dan karena itu tak pernah mendapat gelar ‘mahasiswa’, apalagi sarjana. Hingga setiap duduk dan berbincang-bincang dengan teman-teman aktivis yang mahasiswa, aku selalu menganggap diriku bukan level mereka. Aku selalu takut ditanya: ‘Kang Nass alumnus mana?” Pendidikan terakhirku, ‘hanya’ sampai STM (Sekolah Teknologi Menengah).… Rampungna.

Sablon atawa Sajaknya Orang-orang Bloon!

October 12, 2026 ·

sajak-sajak bloonku yang kemudian dibukukan oleh Taman Budaya Jawa Tengah, pada november 2007, dengan judul ‘Sajak dari Republik Kartun’. Aha!

Sajak ada kutuk masyuk ada banyak negeri yang gempar digoncang bom terrorisme tapi hanya satu negeri yang gemar digoyang ngebor erotisme ada banyak negeri yang mengutuk jamaah islamiyyah tapi ada satu negeri yang asyik masyuk dalam jamaah inuliyah Berawal dari kartun, maka kembalinya pun tetap menjadi kartun. Sepertinya begitulah kalau aku renungkan kembali puisi-puisiku yang sekarang kusebut sebagai sajakkartun. Dan kali ini aku ingin sedikit mengenangnya. Sebagai pengingat proses penciptaan ‘puisi paling jelek sedunia’, yang tak terasa ternyata telah berjalan… Rampungna.

Festival Babad Banyumas, Parkir Gratis, PKL Laris

October 9, 2026 ·

Pada malam puncak perayaan Festival Babad Banyumas di Hari Sabtu (26/9), ribuan penonton membludak di Lapangan Desa Mandirancan, Kecamatan Kebasen. Entah dari mana serta dari kalangan mana saja yang datang, intinya mereka menyatu di bawah purnama yang bersinar terang. Dan biasanya, adanya tontonan atau hiburan, juga jadi ajang mencari keuntungan bagi penyelenggara serta warga setempat, melalui tarikan retribusi. Tapi tidak dengan Festival Babad Banyumas 2026. Pagelaran seni yang diinisiatori oleh Kang Nassirun Purwokartun ini, justru bisa dikatakan sebagai tempat yang… Rampungna.

Shalat Ashar Berjamaah di Tengah Hutan Sebelum Panggih Warih

October 7, 2026 ·

Acara berbau kebudayaan, seringkali seperti air dan minyak, tidak bisa bersatu. Ketika acara kebudayaan sedang berlangsung, biasanya ritual keagamaan pun turut ditinggalkan. Maka, banyak orang yang suka seni budaya, tapi tidak suka agama. Begitupun orang yang suka agama, tapi tidak suka keni budaya. Tapi dalam pamungkas Festival Babad Banyumas 2026, Kang Nassirun Purwokartun sebagai inisiator acara, mengubah pandangan itu semua. Kang Nass menunjukkan bagaimana indahnya jika budaya dan agama disatukan. Jadi, pada hari ketiga Festival Babad Banyumas, atau bertepatan dengan… Rampungna.

Festival Babad Banyumas Menjadi Ajang Pelestarian Mata Air Kalimambu

October 5, 2026 ·

Festival Babad Banyumas 2026, ternyata tak hanya berupa agenda yang bertujuan untuk pelestarian budaya serta sejarah, tapi juga bertujuan untuk pelestarian sumber daya alam. Jadi, pada agenda yang terselenggara selama tiga hari tersebut, sebenarnya semuanya bertemakan kebudayaan. Akan tetapi, esensi kandungannya berbeda-beda. Misalnya pada malam puncak perayaan di hari kedua, walaupun secara lahir terlihat kental dengan seni budaya, tapi turut membawa pesan mendalam terkait sejarah Banyumas. Adapun agenda pelestarian alam dengan kemasan budaya, dilaksanakan pada hari ketiga atau hari pamungkas.… Rampungna.

Kang Nass Sukses ‘Mengketoprakkan’ Babad Banyumas dengan Bumbu Istimewa

October 4, 2026 ·

Banyak orang yang belum tau, bagaimana proses berdirinya Kabupaten Banyumas. Karena banyak yang belum tau, maka banyak yang ingin tau. Dan salah satu bacaan untuk mengetahuinya adalah Babad Banyumas. Tapi, orang-orang dulu kebanyakan tau isi Babad Banyumas bukanlah dari membacanya langsung, melainkan dari dongeng para orang tua dan dari cerita yang dipentaskan dalam lakon ketoprak. Dan seiring berjalannya waktu, ketoprak sebenarnya masih banyak bertahan, namun hanya sebagai nama olahan makanan. Adapun ketoprak sebagai nama kesenian yang menceritakan berbagai cerita rakyat… Rampungna.

Kang Nass Sukses Menggelar Aksi Begal di Lapangan Mandirancan

October 3, 2026 ·

Biasanya, begal memang ditakuti, karena identik dengan aksi pencurian disertai kekerasan yang membahayakan nyawa. Tapi di sisi lain, justru ada begal yang jadi tontonan menarik, khususnya bagi masyarakat Suku Jawa, namanya kesenian begalan. Kesenian Begalan biasanya ditampilkan dalam perayaan pernikahan Jawa. Tidak hanya berupa hiburan, tapi dalam begalan juga memberikan pesan-pesan bekal pernikahan bagi kedua mempelai. Dan di Lapangan Desa Mandirancan, Kecamatan Kebasen, baru saja menampilkan begalan dengan meriah. Tapi begalan yang digelar bukan seperti begalan pada pesta pernikahan biasa,… Rampungna.

Menjemput Purnama Sembari Melihat Prosesi ‘Jaka Kahiman Mantu’

October 2, 2026 ·

Malam itu, bulan bersinar terang. Orang-orang sering menyebutnya dengan istilah Bulan Purnama. Bentuknya yang terlihat seperti lingkaran sempurna, menjadikannya nampak indah dipandang mata, menerangi berbagai aktivitas makhluk hidup di bumi pada malam hari. Dan bersamaan dengan sinar terang rembulan, di bumi Mandirancan ternyata diselenggarakan malam puncak perayaan Festival Babad Banyumas 2026. Malam itu, seakan semesta begitu merestui dipertontonkannya 'film' Jaka Kahiman Mantu dan Sejarah berdirinya Banyumas, di depan khalayak masyarakat luas. Malam puncak perayaan itu memang sebagai ajang mengingat masa… Rampungna.

Begalan Jaka Kahiman Sukses Membuat Gelak Tawa Ribuan Penonton Festival Babad Banyumas

October 1, 2026 ·

Salah satu acara paling menarik dan paling inti yang terselenggara dalam Festival Babad Banyumas 2026 adalah Begalan Jaka Kahiman. Kesenian ini dilakonkan oleh grup Begalan Cipto Kawedar pada malam puncak perayaan di Hari Sabtu, malam Minggu (26/9/2026). Penautan nama Jaka Kahiman ini memang bukan tanpa sebab. Kang Nassirun Purwokartun sebagai inisiator penyelenggara, memang sengaja menceritakan kisah asal mula seni begalan yang ternyata muncul sejak era Jaka Kahiman. "Salah satu tujuan utama penyelenggaraan Festival Babad Banyumas ini adalah untuk mengenalkan asal… Rampungna.

Mandirancan Jadi Saksi Kemeriahan Festival Babad Banyumas 2026

September 28, 2026 ·

Mandirancan adalah nama desa di Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas. Letaknya berada di paling utara, dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Patikraja serta Kecamatan Banyumas. Di desa ini, tinggal sosok budayawan Banyumas bernama Nassirun Purwokartun atau yang kerap kali disebut Kang Nass. Sebagai daerah asalnya, Kang Nass baru saja menghidupkan nama Mandirancan dengan diselenggarakannya Festival Babad Banyumas di sana. Festival ini merupakan kolaborasi dari upaya pelestarian seni, budaya, sejarah, hingga alam sekitar. Festival Babad Banyumas diselenggarakan selama 3 hari, mulai dari Hari… Rampungna.

BABAD PANGGIH WARIH: Perayaan Pernikahan Air

September 25, 2026 ·

Alkisah, ada ancaman besar yang datang melanda penduduk Padukuhan Kalibacin dan Mbogem. Ancaman datang dari Kerajaan Nguras Segara yang terkenal akan menyerang wilayah mana saja yang mempunyai sumber mata air. Kerajaan Nguras Segara adalah kerajaan yang rakyatnya terkenal sangat haus dan rakus akan air. Hingga selalu memperluas wilayah jajahan ke seluruh penjuru. Dengan tujuan menguasai sumber mata air sebanyak-banyaknya. Padukuhan Kalibacin dan Mbogem mendapat ancaman itu. Karena dua padukuhan itu mempunyai dua sumber mata air. Yaitu mata air Kalimambu Lanang… Rampungna.

Pentas Wayang Babad Banyumas Berkisah Berdirinya Kabupaten Banyumas

September 23, 2026 ·

Kabupaten Banyumas adalah kelanjutan dari Kadipaten Wirasaba yang telah berdiri sejak jaman Kerajaan Majapahit sampai Kesultanan Demak. Kabupaten Banyumas baru berdiri pada masa Kesultanan Pajang. Berdirinya Kabupaten Banyumas bermula ketika Raden Jaka Kaiman diangkat oleh Raja Pajang, Sultan Hadiwijaya, menjadi Adipati Wirasaba dengan gelar Adipati Warga Hutama II. Setelah menjadi Adipati Wirasaba, Adipati Warga Hutama II kemudian membagi wilayah Wirasaba kepada para adik iparnya. Karena membagi empat wilayah Wirasaba itulah, Adipati Warga Hutama II dikenal dengan sebutan Adipati Mrapat. Sebutan… Rampungna.

Begalan Jaka Kaiman, Pementasan Dua Warisan Budaya Tak Benda Banyumas

September 21, 2026 ·

Kesenian Begalan adalah warisan leluhur Banyumas yang masih lestari sampai hari ini. Begalah merupakan sebuah tradisi dalam upacara pernikahan adat Banyumas. Ketika sepasang pengantin merupakan anak sulung menikah dengan anak sulung, anak bungsu menikah dengan anak bungsu, atau anak sulung menikah dengan anak bungsu. Dalam pementasannya Begalan berisi untaian pitutur luhur dari para leluhur. Sebuah nasehat perkawinan kepada sepasang pengantin yang dilambangkan dengan bermacam perangkat peralatan rumah tangga. Tak banyak orang Banyumas yang tahu sejarah awal mula ada tradisi Begalan.… Rampungna.

Mengenalkan Babad Banyumas Dengan Gubrag Lesung

September 18, 2026 ·

Bale Babad Banyumas adalah sanggar seni milik budayawan Banyumas, NasSirun PurwOkartun. Tempat Kang Nass, begitu biasa disapa, menyebarkan kisah-kisah Babad Banyumas. Sejak tahun 2015, Kang Nass mengumpulkan naskah-naskah Babad Banyumas. Ternyata, kebanyakan ditulis dalam tembang Macapat. Karena ingin mengetahui isinya, pada tahun 2017, Kang Nass membentuk kelompok Macapatan. Berkumpullah 15 anggota, para tetangganya di tempatnya bermukim, Desa Mandirancan, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas. Macapatan Babad Banyumas itu kemudian diberi nama “Pangastawa”. Singkatan dari Paguyuban Ngesti Tata Swara, yang artinya “perkumpulan tempat… Rampungna.

Macapatan Babad Banyumas Mengalun Kembali di Bale Babad Banyumas

September 16, 2026 ·

Bale Babad Banyumas adalah sanggar seni milik budayawan Banyumas, NasSirun PurwOkartun. Tempat Kang Nass, begitu biasa disapa, menyebarkan kisah-kisah Babad Banyumas. Sejak tahun 2015, Kang Nass mengumpulkan naskah-naskah Babad Banyumas. Ternyata, kebanyakan ditulis dalam tembang Macapat. Karena ingin mengetahui isinya, pada tahun 2017, Kang Nass membentuk kelompok Macapatan. Berkumpullah 15 anggota, para tetangganya di tempatnya bermukim, Desa Mandirancan, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas. Macapatan Babad Banyumas itu kemudian diberi nama “Pangastawa”. Singkatan dari Paguyuban Ngesti Tata Swara, yang artinya “perkumpulan tempat… Rampungna.

NasSirun PurwOkartun Menyebarkan Kisah Babad Banyumas Melalui Wayang Babad

September 14, 2026 ·

Naskah “Babad Banyumas Mertadiredjan” ditulis dalam bentuk tembang Macapat. Untuk mengetahui isinya harus dibaca dengan ditembangkan, dilagukan sesuai kaidah lagunya. Babad adalah sebuah karya sastra sejarah. Sebagai karya sastra maka bahasa yang digunakanpun bahasa sastrawi. Ditulis dengan bentuk tembang Macapat, maka kata yang digunakan harus taat azas Macapat. Karena itu, “Babad Banyumas Mertadiredjan” tidak banyak terbaca orang. Sebab selain ditulis dalam tembang Macapat, juga ditulis dengan huruf Jawa. Orang sekarang jarang yang masih bisa membaca huruf Jawa. Apalagi tulisan tangan,… Rampungna.

Melacak Jejak Perang Diponegoro di Banyumas Bersama Budayawan Banyumas Nassirun Purwokartun

September 1, 2026 ·

Semua orang Banyumas mengenal nama pahlawan Pangeran Diponegoro. Banyak orang juga yang mengetahui kisah perjuangannya dalam melawan penjajahan Belanda.  Namun tak banyak orang Banyumas yang mengetahui, bahwa wilayah Banyumas pernah menjadi ajang Perang Diponegoro. Dan, belum banyak juga yang tahu, kisah Perang Diponegoro di Banyumas tersebut tertulis dalam Babad Banyumas. Budayawan Banyumas, Nassirun Purwokartun memaparkan hal itu dalam acara “Bedah Kisah Perang Diponegoro Di Banyumas” pada hari Minggu, 30 Agustus 2026, pukul 15.30 WIB sampai pukul 17.15 WIB. Dalam rangka… Rampungna.

Budayawan Banyumas NasSirun PurwOkartun Mengajak Mahasiswa Baru Unsoed Untuk Mengenal Tiga Teladan Leluhur Banyumas

August 25, 2026 ·

Babad Banyumas bukan hanya sehimpun kisah sejarah Banyumas masa silam yang hanya tinggal kenangan lapuk. Namun juga menyimpan kisah para leluhur Banyumas yang bisa menjadi teladan kehidupan sepanjang masa. Demikian yang disampaikan oleh budayawan Banyumas, NasSirun PurwOkartun ketika menjadi pembicara dalam acara Pengenalan Kehidupa Kampus untuk Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Pertanian Unsoed Purwokerto. Acara itu berlangsung di gedung auditorium Fakultas Pertanian pada hari Sabtu, tanggal 22 Agustus 2026. Diikuti oleh seluruh mahasiwa baru yang berjumlah sekitar 1.000 orang. Dalam acara… Rampungna.

Nassirun Purwokartun: Merawat Babad Banyumas Lewat Cerita untuk Generasi Muda

August 22, 2026 ·

Di tengah gencarnya arus digitalisasi dan menurunnya minat baca generasi muda terhadap naskah kuno, Nassirun Purwokartun tampil sebagai sosok yang menempuh jalan berbeda dalam melestarikan Babad Banyumas. Berbeda dari para akademisi dan kolektor naskah, Nassirun memilih jalur menerjemahkan dan menyederhanakan naskah kuno tersebut agar bisa dijangkau oleh masyarakat luas, khususnya anak-anak. Hal ini terungkap dalam wawancara yang dilakukan oleh Ghesfira Lintang, Reyna Atikah, dan Bimo Maulana– mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman pada Selasa, 18 Agustus 2026, di kediaman Nassirun.… Rampungna.

Budayawan Banyumas NasSirun PurwOkartun Mengajak Anak-Anak SD Mengenal Babad Banyumas Melalu Dongeng dan Nyanyian

August 20, 2026 ·

Nassirun Purwokartun bersama buku, "Dongeng Banyumas" yang disadur dari naskah, "Babad Banyumas Mertadirejan". Babad Banyumas adalah sebuah naskah kuno milik masyarakat Banyumas. Sebagai rujukan utama sejarah Banyumas, naskah-naskah Babad Banyumas mestinya dibaca oleh masyarakat Banyumas. Sayangnya, selama ratusan tahun, naskah-naskah itu tidak lagi dikenali oleh orang-orang Banyumas. Misalnya, naskah “Serat Babad Banyumas” yang ditulis pada jaman Bupati Banyumas, Adipati Mertadiredja I, pada kisaran tahun 1816 sampai 1826. Naskah yang sekian lama tersimpan di Dalem Pangeranan Banyumas, kediaman Bupati Banyumas, Adipati… Rampungna.

Mengenang Guru Saya, Sejarawan Besar Banyumas

May 19, 2026 ·

NasSirun PurwOkartun bersama sejarawan Banyumas, kolektor naskah Babad Banyumas, Dokter Soedarmadji

Dokter Raden Soedarmadji. Begitu semestinya ditulisnya. Tapi selalu minta ditulis namanya saja, tanpa gelar di depannya. Lahir di Pati, 9 Mei 1935. Putra pasangan Raden Kasman Soerawidjaja, Kepala Inspeksi Sekolah Rakyat Karesidenan Banyumas, dan Raden Nganten Salimah. Raden Kasman Soerawidjaja adalah cucu Raden Soerawidjaja, keturunan Bupati Banyumas, Tumenggung Yudanegara II (1708-1743). Sang ayah menulis 'Babad Banyumas', hingga secara tidak langsung mengenalkan bacaan tersebut pada sang anak. Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya, tahun 1964. Langsung masuk Wajib Militer AURI sampai… Rampungna.

Pertemuan dan Lipatan Waktu Bersama NasSirun PurwOkartun

April 10, 2026 ·

Oleh: Isna Maylani Pada mulanya Nassirun Purw0kartun hanyalah sebuah nama, sampai saya mengikuti sebuah pelatihan kepenulisan di kampus waktu itu. Saya tidak ingat jelas judul puisi yang dibacakan di sesi terakhir yang ia bawakan. Namun, yang pasti ingatan tentang haru dan jengkel masih saja terkenang. Ia yang dengan detail mengisahkan pergolakan seorang adik yang gagal meraih impian menjadi dokter, pada kenyataannya adalah seorang anak tunggal.Bagi sebagian orang, Kang Nass—begitu kami akrab memanggilnya adalah seorang guru dan pegiat literasi di sebuah… Rampungna.

Launching 101 Buku Serial Babad Banyumas

February 22, 2025 ·

Dalam rangka Hari Jadi Banyumas Ke-454, kami akan menggelar Launching 101 Buku Serial Babad Banyumas. Sebagai cara mengenang kembali sejarah Banyumas yang sangat panjang. Sejarah yang tercatat dalam Babad Banyumas. Sejarah yang telah lama dilupakan orang Banyumas. Rampungna.

Dari Naskah Kuno Ke Dongeng Anak

September 30, 2024 ·

“Lokakarya Menulis Dongeng dan Read Aloud Berdasarkan Naskah Kuno Babad Banyumas” dengan pemateri Nassirun Purwokartun, penulis 101 buku Serial Babad Banyumas.

Wilayah Banyumas memiliki banyak naskah babad. Nassirun Purwokartun, budayawan Banyumas, sejak tahun 2014 telah mengumpulkan sebanyak 100-an naskah. Naskah-naskah yang ditulis tangan dalam huruf Jawa hingga huruf Latin. Dari yang masih berbentuk tembang Jawa sampai yang sudah berbentuk prosa. Sayangnya, naskah-naskah kuno tersebut seolah sudah terasing dari masyarakatnya sendiri. Orang-orang anyumas seakan tidak mengenali lagi. Tidak pernah ada yang membacanya. Karena tergerak ingin mengenalkan kembali kisah-kisah lama Banyumas itu, sejak 2018 Nassirun Purwokartun menerjemahkan 25 naskah. Dari Babad Banyumas Mertadirejan,… Rampungna.

Cerita Rakyat Babad Banyumas

July 4, 2024 ·

Membaca buku ini seperti didongengi cerita rakyat yang sudah melegenda di wilayah Banyumas. Mulai dari kisah leluhur Banyumas, Raden Putra, hingga cerita pendiri Banyumas, Raden Jaka Kaiman. Juga peristiwa naas Bale Malang yang menjadi sebab Raden Jaka Kaiman diangkat menjadi Adipati Wirasaba. Tidak lupa cerita tentang berdirinya Kabupaten Banyumas dan sebutan Adipati Mrapat bagi Raden Jaka Kaiman. Buku yang wajib dibaca generasi muda Banyumas agar tahu cerita-cerita legenda dari tanah kelahirannya, hingga bisa menumbuhkan rasa cinta tanah air. Juga buku… Rampungna.

Babad Banjoemas Wirjaatmadjan Karya Raden Aria Wirjaatmadja

July 3, 2024 ·

NasSirun PurwOkartun, penerjemah Babad Banyumas Wirjaatmadjan berfoto di depan lukisan Raden Aria Wirjaatmadja yang terpasang di Museum BRI Purwokerto. (Foto: Koloksi Pribadi NasSirun PurwOkartun)

Secara berkala saya akan memposting naskah Babad Banyumas Wirjaatmadjan. Lengkap dengan terjemahan Bahasa Indonesia, agar para pembaca mudah memahaminya. Naskah Babad Banyumas Wirjaatmadjan aslinya ditulis dalam huruf Jawa. Naskah aslinya disimpan oleh menantunya, Raden Joedasoebrata. Sekarang naskah tersebut bisa disaksikan di Museum Bank Rakyat Indonesia, Purwokerto. Raden Aria Wirjaatmadja adalah pendiri De Poerwokertosche Hulp-Spaar-en Landbouwcrediet, Bank Pertolongan, Tabungan, dan Kredit Purwokerto, yang merupakan cikal bakal Bank Rakyat Indonesia. Dari naskah huruf Jawa tersebut kemudian dicetak oleh Penerbit Electrische Drukkerij TAN… Rampungna.

Kisah Sejarah Babad Banyumas

July 2, 2024 ·

Membaca buku ini seperti melihat langsung peristiwa sejarah yang terjadi di wilayah Banyumas. Pembaca mendapatkan pengetahuan sejarah yang terjadi di wilayah Banyumas secara lengkap sejak berdiri hingga menjelang Indonesia merdeka. Berikut pergolakan yang terjadi mulai dari Perang Mangkubumi yang mengharumkan Banyumas, hingga Perang Diponegoro yang mengakibatkan wilayah Banyumas jadi jajahan Kolonial Belanda. Buku yang wajib dibaca generasi muda Banyumas agar tahu kisah-kisah sejarah dari tanah kelahirannya, hingga bisa menumbuhkan rasa cinta tanah airnya. Judul Buku : Kisah Sejarah Babad Banyumas… Rampungna.

Kaiman, Sang Pendiri Banyumas

July 1, 2024 ·

Serial Bacaan Babad Banyumas untuk anak. Raden Jaka Kaiman adalah pendiri Kabupaten Banyumas. Namun, tidak banyak yang mengetahui kisah perjuangannya. Perjalanan hidup dari seorang bangsawan kemudian menjadi anak yatim piatu. Hidup menumpang sebagai penggembala kerbau. Diasuh tukang pembuat warangka keris sampai menjadi pelayan di kadipaten. Kemudian berhasil menjadi Adipati Wirasaba. Kisah hidup yang seru sekaligus mengharukan yang sangat menginspirasi bagi para pembacanya. Bacalah kisah seru yang diambil dari Babad Banyumas ini. Judul Buku: Kaiman, Sang Pendiri Banyumas Penulis : NasSirun… Rampungna.

Dongeng Banyumas (2)

July 1, 2024 ·

Serial Dongeng Babad Banyumas.Babad adalah kumpulan cerita-cerita dongeng. Dikisahkan secara turun temurun hingga menjadi legenda.Namun sekarang cerita-cerita babad telah hilang dari ingatan masyarakat, karena tidak ada lagi yang mengisahkannya. Padahal dengan mendongengkan babad, pewarisan sejarah leluhur terbukti terjaga selama beberapa generasi. Buku “Dongeng Babad” adalah usaha mengembalikan cerita-cerita Babad Banyumas menjadi ingatan masyarakat. Sekaligus menyelamatkan pewarisan sifat mulia para leluhur sebagai teladan pembentukan karakter anak Banyumas. Cocok dibaca oleh orang tua sebagai bahan mendongeng untuk anak-anaknya. Judul Buku: Dongeng BabadUkuran… Rampungna.

Dongeng Banyumas

July 1, 2024 ·

Serial Babad Banyumas: Dongeng Banyumas Serial Dongeng Babad Banyumas. Babad adalah kumpulan cerita-cerita dongeng. Dikisahkan secara turun temurun hingga menjadi legenda. Namun sekarang cerita-cerita babad telah hilang dari ingatan masyarakat, karena tidak ada lagi yang mengisahkannya. Padahal dengan mendongengkan babad, pewarisan sejarah leluhur terbukti terjaga selama beberapa generasi. Buku “Dongeng Banyumas” adalah usaha mengembalikan cerita-cerita Babad Banyumas menjadi ingatan masyarakat. Sekaligus menyelamatkan pewarisan sifat mulia para leluhur sebagai teladan pembentukan karakter anak Banyumas. Cocok dibaca oleh orang tua sebagai bahan… Rampungna.

Lima Larangan Anak Keturunan

December 8, 2022 ·

Dari panggung ketoprak pula saya kemudian mengetahui pantangan yang menjadi pegangan masyarakat Banyumas. Pantangan yang bermula dari ucapan Adipati Warga Utama sebelum meninggal. Larangan atau pepali yang didasarkan pada kejadian kematian yang menimpanya. Babad Banyumas Mertadiredjan menuliskan kejadian tersebut dalam tembang Megatruh. Tembang macapat yang sangat tepat menggambarkan kesedihan dan kematian. “Samana kya adipati ngandika mring wadyanipun, padha seksenana sami, ing mbesuk sapungkuringong, anak putu aja kang ngambil mantu, wong ing Toyareka benjing, lan aja nganggo ing besuk, jaran wulu… Rampungna.

Dimana Wirasaba?

December 1, 2022 ·

Nama Wirasaba sudah saya dengar sejak belia. Sejak pertama menyaksikan ketoprak tobong dengan lakon “Geger Wirasaba” yang dilanjut “Jaka Kaiman Winisuda”. Dulu, dua lakon itu digelar bergantian di balai desa kampungku. Hari pertama “Geger Wirasaba” yang mengisahkan kematian Adipati Wirasaba, Warga Utama I. Hari kedua “Jaka Kaiman Winisuda” yang mengisahkan Jaka Kaiman diangkat menjadi Adipati Wirasaba dengan gelar Warga Utama II. Lama mengendap dalam ingatan nama Wirasaba itu. Namun sampai usia dewasa saya tak pernah tahu di mana letaknya. Mungkin… Rampungna.

Babad Pasirluhur dan Lahirnya Kota Purwokerto

October 17, 2022 ·

NasSirun PurwOkartun dengan buku terjemahan “Babad Pasirluhur” yang baru dilaunching pada 9 Oktober 2022 dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Purwokerto

Awalnya saya sudah menjaga diri untuk tidak tertarik membaca Babad Pasir. Karena saya orangnya gampang penasaran. Repotnya, kalau sudah penasaran maka sulit untuk tidak menelisik lebih jauh demi mencari jawaban. Dulu, tahun 2000, ketika saya masih di Solo, saya tertarik membaca Babad Tanah Jawi, Babad Demak,  dan Babad Pajang, saya penasaran dengan sosok Haryo Penangsang. Akhirnya saya menelisik lebih jauh, ingin tahu lebih dalam, sampai 18 tahun lamanya, hingga terbitlah 15 judul Serial Penangsang. Kemarin, tahun 2014, ketika saya pulang… Rampungna.

NasSirun PurwOkartun Menerjemahkan Babad Pasirluhur Sebagai Kado Untuk Purwokerto

October 6, 2022 ·

Banyak orang yang bertanya, “Namanya Kabupaten Banyumas tetapi mengapa pusat pemerintahannya di Purwokerto?” Sepertinya masih banyak orang Banyumas yang belum tahu bahwa dulu ada dua kabupaten, Banyumas dan Purwokerto, yang kemudian bergabung menjadi satu. Babad Banyumas Wirjaatmadjan sudah memberitahu tentang hal itu. Bahwa sejak Belanda menjajah Banyumas pada tahun 1831, wilayah Banyumas dipecah menjadi 4 kabupaten. Terbentuklah Kabupaten Banyumas, Ajibarang, Purbalingga, Banjarnegara, dan Majenang. Namun, Kabupaten Ajibarang hanya berumur 1,5 tahun saja. Karena bencana angin ribut melanda selama 40 hari… Rampungna.

Berdirinya Kabupaten Banyumas dalam Babad Banyumas Mertadiredjan

October 2, 2022 ·

Buku Serial Bacaan Babad Banyumas karya NasSirun PurwOkartun yang mengisahkan tentang berdirinya Kabupaten Banyumas.

Setelah mengisahkan tentang kematian tragis Adipati Wirasaba Warga Utama, Babad Banyumas Mertadiredjan kemudian mengisahkan tentang berdirinya Kabupaten Banyumas.  Bahwa setelah Adipati Warga Utama meninggal, Sultan Pajang merasa menyesal. Hingga akhirnya meminta maaf dengan cara mengundang anak-anak sang adipati datang ke Pajang.  Namum, dari ketiga anak laki-lakinya, tidak ada yang berani memenuhi undangan, karena khawatir akan ikut disalahkan, dan akan dijatuhi hukuman mati. Akhirnya, Raden Jaka Kaiman, sebagai menantu yang menyanggupinya. Sebagai suami dari anak pertama Adipati Warga Utama, siap mewakili… Rampungna.

Kematian Tragis Adipati Wirasaba dalam Babad Banyumas Mertadiredjan

September 25, 2022 ·

Buku Serial Bacaan Babad Banyumas karya NasSirun PurwOkartun yang mengisahkan tentang terbunuhnya Adipati Wirasaba, Warga Utama.

Setelah mengisahkan tentang pernikahan Raden Bagus Mangun, Babad Banyumas kemudian menceritakan tentang mertuanya, Adipati Warga Utama.  Dikisahkan pada waktu itu, Sultan Pajang Joko Tingkir meminta pada adipati bawahannya untuk mengirimkan gadis-gadisnya. Dan, Adipati Wirasaba mengirimkan putri bungsunya. Namun, hal itu menjadi masalah, karena sang putri sudah pernah menikah. Karenanya dianggap bukan gadis lagi. Dan itu menjadi kesalahan yang harus diterima akibatnya oleh sang adipati. Joko Tingkir yang merasa dibohongi kemudian menjatuhkan hukuman mati. Dari kejadian itulah kemudian lahir 5 pantangan… Rampungna.

Bagus Mangun dan Keris Gajahendra dalam Babad Banyumas Mertadiredjan

September 19, 2022 ·

Buku Serial Bacaan Babad Banyumas karya NasSirun PurwOkartun yang mengisahkan tentang pernikahan Raden Bagus Mangun dengan putri Adipati Wirasaba.

Setelah mengisahkan tentang Raden Bagus Mangun yang mengadi di Kadipaten Wirasaba, Serat Babad Banyumas melanjutkan dengan cerita pernikahannya. Ternyata, Adipati Wirasaba meminta kedua orang tua angkat Bagus Mangun menghadap ke Wirasaba, adalah untuk melamar putrinya. Bagus Mangun akan diambil sebagai menantu. Hal itu tentu saja membuat Kyai Mranggi dan istrinya, Nyai Mranggi merasa bahagia. Sebagai orang desa mendapat mertua seorang adipati. Namun, ada kendala ketika dimintai uang mahar. Mereka adalah keluarga miskin, hanya pembuat warangka keris. Maka, bingunglah bagaimana mengumpulkan… Rampungna.

Bagus Mangun Menjadi Abdi Dalem Wirasaba dalam Babad Banyumas Mertadiredjan

September 12, 2022 ·

Buku Serial Bacaan Babad Banyumas karya NasSirun PurwOkartun yang mengisahkan tentang Bagus Mangun sebagai Abdi Wirasaba.

Setelah mengisahkan tentang Kadipaten Wirasaba sebagai bawahan Kesultanan Demak, Babad Banyumas kemudian melanjutkan kisah tentang Bagus Mangun. Siapa Bagus Mangun? Ia adalah anak yatim piatu yang diasuh oleh keluarga bibinya, Nyai Mranggi. Sang bibi menikah dengan pembuat warangka keris, Kyai Mranggi. Mereka berdiam di desa Kejawar, wilayah Wirasaba. Bagus Mangun adalah anak kakak Nyai Mranggi yang bernama Banyak Sasra. Banyak Sasra menikah dengan putri Pasir Luhur bernama Dewi Sriyati. Putri adipati Banyak Geleh atau Pangeran Senopati Mangkubumi kedua. Setelah ditinggal… Rampungna.

Kesultanan Demak dalam Babad Banyumas Mertadiredjan

September 8, 2022 ·

Buku Serial Bacaan Babad Banyumas karya NasSirun PurwOkartun yang mengisahkan tentang Kadipaten Wirasaba yang sebelumnya menjadi bawaham Majapahit kemudian menjadi bawahan Kesultanan Demak.

Setelah mengisahkan tentang asal mula pusaka Macan Guguh, Babad Banyumas kemudian menceritakan tentang Kesultanan Demak. Tentu kaitannya dengan Kadipaten Wirasaba. Kadipaten Wirasaba yang sebelumnya menjadi bawahan Majapahit, kemudian beralih menjadi bawahan Kesultanan Demak. Apa yang terjadi dengan Wirasaba menjadi bawahan Demak? Simak kisah yang kemudian menjadi sejarah baru bagi Wirasaba. Perubahan itu terjadi pada masa Wirasaba di bawah kepemimpinan Adipati Warga Utama. Selengkapnya, silahkan baca tulis terjemahan saya atas naskah “Serat Babad Banyumas Mertadiredjan” di bawah ini. Sengaja tidak saya… Rampungna.

Asal Mula Kyai Macan Guguh dalam Babad Banyumas Mertadiredjan

September 4, 2022 ·

Buku Serial Bacaan Babad Banyumas karya NasSirun PurwOkartun yang mengisahkan tentang asal mula pusaka Kyai Macan Guguh.

Setelah mengisahkan tentang asal mula keris pusaka Banyumas, Kanjeng Kyai Gajahendra, Babad Banyumas kemudian menceritakan tentang asal mula pusaka Kanjeng Kyai Macanguguh. Keris pusaka dinamakan Gajahendra karena bermula dari peristiwa terbunuhnya garuda Endra oleh Patih Gajahmada. Lantas penamaan pusaka Macan Guguh berasal dari peristiwa apa? Ternyata karena Ki Tolih berhasil memenangkan sayembara Raja Majapahit. Karena bisa menjinakkan kuda sang raja yang mengamuk di istana. Namun, bagaimanakah kisah selengkapnya? Apakah nama Macan Guguh berasal dari nama kuda yang dijinakkan Kyai Tolih?… Rampungna.

Asal Mula Keris Gajahendra dalam Babad Banyumas Mertadiredjan

September 2, 2022 ·

Buku Serial Bacaan Babad Banyumas karya NasSirun PurwOkartun yang mengisahkan tentang asal mula Keris Gajahendra.

Setelah mengisahkan tentang Raden Bagus Mangun, Babad Banyumas kemudian menceritakan tentang Ki Tolih. Siapa Ki Tolih? Ki Tolih adalah Patih Kerajaan Bonokeling yang diperintahkan rajanya untuk membunuh Raja Majapahit. Sebabnya karena dendam lama dari leluhurnya, Ciung Wanara yang kalah perang oleh Jaka Sesuruh, Raja Majapahit. Ki Tolih pun berangkat ke Majapahit dengan mengendarai Garuda Endra, dengan dibekali sebuah keris pusaka. Bagaimanakah kisah perjalanannya? Apakah berhasil membunuh sang raja Majapahit? Lalu, apa hubungan Ki Tolih dengan Raden Bagus Mangun atau Raden… Rampungna.

Kisah Raden Bagus Mangun dalam Babad Banyumas Mertadiredjan

August 12, 2022 ·

Makam yang diyakini sebagai makam Banyak Sasra, ayah Jaka Kaiman, di bekas petilasan Kadipaten Pasirluhur

Setelah mengisahkan tentang ketiga anak Raden Baribin, kisah Babad Banyumas berlanjut dengan cucunya. Yaitu Raden Jaka Kaiman, putra Raden Banyak Sasra. Dikisahkan setelah menetap di Pasir Luhur, Raden Banyak Sasra menikah dengan putri Adipati Pasir Luhur yang bernama Dewi Sriyati. Dari pernikahan tersebut lahir dua orang anak, laki-laki dan perempuan. Anak yang laki-laki disebut namanya dalam Babad Banyumas, yaitu Raden Bagus Mangun. Juga dituliskan kisahnya. Namun anak yang perempuan tidak disebut namanya, juga tidak ada kisahnya. Kisah haru seru pun… Rampungna.

Pesan Raden Baribin dalam Babad Banyumas Mertadiredjan

August 7, 2022 ·

Lukisan Raden Baribin yang berada di makamnya, Bukit Grenggeng, Karanganyar, Kebumen.

Setelah mengisahkan tentang Rade Katuhu yang kemudian menjadi Adipati Wirasaba dengn gelar Marga Utama. Cerita berlanjut dengan ketiga adiknya, Banyak Sasra, Banyak Kumara, dan Rara Ngaisah. Ketiga adiknya tersebut ternyata juga ingin mengembara, mengikuti langkah yang sudah ditempuh kakak mereka, Raden Katuhu. Dikisahkan ayah mereka, Raden Baribin, berpesan pada anak-anaknya. Dan, pesan itu pun benar-benar dituruti oleh ketiga anaknya. Pesan apa itu? Selengkapnya, silahkan baca tulis terjemahan saya atas naskah “Serat Babad Banyumas Mertadiredjan” di bawah ini. Sengaja tidak saya… Rampungna.

Adipati Warga Utama Dalam Babad Banyumas Mertadiredjan

July 29, 2022 ·

Makam Adipati Wirasaba, Warga Utama I, terpisah letaknya dengan makam para adipati sebelumnya yang berada di dusun Kecepit, Wirasaba, Bukateja, Purbalingga. Makam Adipati Warga Utama I berada di Pekiringan, Purworejo, Klampok, Banjarnegara.

Setelah mengisahkan tentang Rade Katuhu yang kemudian menjadi Adipati Wirasaba dengn gelar Marga Utama. Cerita berlanjut dengan meninggalnya Adipati Marga Utama, dan yang menjadi pemimpin Wirasaba adalah anaknya yang bernama Raden Suwarga. Gelarnya adalah Warga Utama. Dikisahkan Adipati Warga Utama mempunyai empat orang anak. Anak pertama dan terakhir perempuan. Sementara anak kedu dan ketiga adalah laki-laki. Inilah bedanya “Serat Babad Banyumas” dengan babad-babad banyumas yang lain. Bila yang lain menyebut ada 5 anak, sementara “Serat Babad Banyumas” hanya mencatat 4… Rampungna.

Iri Dengki Ki Buwang Dalam Babad Banyumas Mertadiredjan

July 26, 2022 ·

Ki Buwang mengumpulkan prajurit Kadipaten Wirasaba untuk mencegat dan memerangi Raden Katuhu sebelum masuk wilayah Wirasaba. (Ilutrasi diambil dari internet)

Setelah mengisahkan tentang gelar Marga Utama pada Raden Katuhu, “Serat Babad Banyumas” kemudian menceritakan tentang halangan yang dihadapinya. Ternyata, jabatan menjadi Adipati Wirasaba membuat iri hati Ki Buwang, adik dari Adipati Paguwan, Adipati Wirasaba. Hingga dengan tipu muslihatnya, Ki Buwang berhasil mengelabuhi kakaknya. Prajurit Wirasaba diberangkatkan untuk menghadang Raden Katuhu agar tidak masuk Wirasaba. Bahkan, akibat ulah Ki Buwang itu, Adipati Wirasaba merasa menyesal telah mengangkat anak Raden Katuhu. Sampai-sampai memeberi pantangan pada keturunannya untuk tidak pernah mengangkat seorang anak.… Rampungna.

Pemburu Pertama Babad Banyumas

July 18, 2022 ·

NasSirun PurwOkartun bersama Prof. Dr. Sugeng Priyadi, M.Hum., pengkaji sejarah Banyumas dan peneliti Babad Banyumas. Guru besar dalam bidang Ilmu Pendidikan Sejarah Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

Wawancara Prof. Dr. Sugeng Priyadi, M.Hum, 27 Tahun Berburu Babad Banyumas. Sepanjang berburu Babad Banyumas, saya tidak menemukan sosok lain yang menaruh perhatian penuh pada Babad Banyumas, selain Prof. Dr. Sugeng Priyadi, M. Hum. Maka, sejak pertama mengenal namanya pada tahun 1999 lewat kolom sejarah Banyumas dalam halaman koran lokal Purwokerto, saya berusaha mengikuti hasil-hasil penelitiannya. Beberapa saya dapatkan dari buku-buku yang kemudian diterbitkan. Beberapa lagi saya baca dari artikel yang dimuat dalam berbagai jurnal sejarah. Namun, bisa sering bertemu… Rampungna.

Buku Serial Anak Babad Banyumas

July 16, 2022 ·

Untuk memasyarakatkan Babad Banyumas ke generasi muda, terutama anak-anak sekolah, NasSirun menulis 20 buku Serial Anak Babad Banyumas untuk semua tingkatan, dari TK, SD, SMP, sampai SMA.

Saya ingin Babad Banyumas menjadi bacaan masyarakat. Namun, yang lebih penting lagi, saya ingin Babad Banyumas menjadi bacaan generasi muda. Terutama anak-anak sekolah, usia SD sampai dengan SMP. Saya membayangkan, kisah dalam Babad Banyumas menjadi buku bacaan yang ada di seluruh perpustakaan sekolah. Hingga pewarisan cerita yang dulu dilakukan oleh orang tua dengan menjadikannya dongeng sebelum tidur, sekarang dilakukan lagi di sekolah. Bedanya, dulu didongengkan langsung oleh nenek atau ibu dan bapak, sekarang didongengkan dalam bentuk bacaan. Akan tetapi, dengan… Rampungna.

Menovelkan Kisah Babad Banyumas

July 11, 2022 ·

Buku “Terjemah Naskah Babad Banyumas” diterbitkan bagi pembaca yang tidak membutuhkan naskah aslinya yang dalam bahasa Jawa. Terbit hanya terjemah bahasa Indonesianya saja.

Buku Babad Banyumas terjemahan saya, baik Mertadiredjan maupun Wirjaatmadjan, diterbitkan lengkap dengan latin Jawanya. Naskah Babad Banyumas Mertadiredjan aslinya berupa tembang Macapat (puisi). Naskah Babad Banyumas Wirjaatmadjan aslinya berupa gancaran (prosa). Dalam tata letak bukunya, naskah asli di halaman kiri dengan huruf miring, naskah terjemahan di halaman kanan dengan huruf tegak. Dengan pembagian halaman demikian semoga memudahkan pembacaan. Bahkan untuk lebih memudahkan, yang tertulis dalam halaman sebelah kiri, begitulah yang tertulis dalam terjemahan di sebelah kanan. Jadi, pembaca akan tahu… Rampungna.

Jelajah Sejarah Babad Banyumas

July 9, 2022 ·

NasSirun PurwOkartun berziarah sejarah ke makam Syekh Baribin, tokoh yang dalam Babad Banyumas disebut Raden Putra atau Raden Baribin. Raden Baribin adalah kakek Raden Jaka Kaiman, sang pendiri Banyumas. Makamnya berada di bukit Sentana, Grenggeng, Karanganyar, Kebumen.

Pada waktu menulis pentalogi Serial Penangsang pijakan saya adalah naskah Babad Tanah Jawi. Maka, apa dan siapa yang dikisahkan dalam naskah Babad Tanah Jawi itu saya lacak jejaknya. Hingga datanglah saya ke Pajang, ke bekas kerajaan Joko Tingkir. Datang ke Demak, bekas Kesultanan Islam yang pertama didirikan para ulama. Datang ke Kalinyamat, Mantingan, dan Danaraja, bekas keraton, makam, dan pertapaan Ratu Kalinyamat. Lanjut ke bukit Prawoto, istana yang digunakan Sultan Demak kala musim hujan. Juga tempat Sunan Mukmi kemudian berdiam… Rampungna.

Siapa Yang Harus Menerbitkan Babad Banyumas?

July 4, 2022 ·

Cetakan pertama ‘Babad Banyumas Mertadiredjan” terjemahan NasSirun PurwOkatun. Diterbitkan oleh Penerbit Bale Pustaka Cahaya, penerbit yang didirikan NasSirun PurwOkartun untuk memasyarakatkan Serial Babad Banyumas.

“Kalau ada buku yang ingin kamu baca, tapi kamu tidak menemukannya, maka kamulah yang harus menuliskannya.” Begitulah ungkapan yang pernah saya dengar. Begitu pula yang kemudian saya lakukan dengan Babad Banyumas. Karena hampir 5 tahun tidak menemukan buku Babad Banyumas, maka begitu menemukan saya langsung menerjemahkannya. Sepanjang 5 tahun itu, saya hanya menemukan buku-buku saduran dari Babad Banyumas. Buku-buku cetakan lama, yang tentu saja sudah tidak bisa ditemukan di toko buku. Saya dapatkan dari toko buku loak di lapak online.… Rampungna.

Pentingnya Membaca Babad Banyumas Dari Sumber Naskah Aslinya

June 30, 2022 ·

NasSirun PurwOkartun bersama sejarawan Banyumas, kolektor naskah Babad Banyumas, Dokter Soedarmadji

Setahu saya, pengarang sangat menghindari pengulangan kata dalam setiap kalimat yang ditulisnya. Juga sangat menghindari pengulangan kalimat dalam paragraf yang dituliskan dalam satu alineanya. Apalagi para pujangga, penulis tembang Jawa, para pengarang jaman dulu yang harus tunduk pada aturan lagu macapat. Taat pada guru gatra, guru wilangan dan guru lagu-nya. Patuh pada jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata tiap baris, dan akhir kalimat dengan vokal pasti. Maka, ketika saya membaca buku salinan Tedakan Serat Babad Banyumas yang diberi judul… Rampungna.

Kesalahan Salinan Babad Banyumas

June 28, 2022 ·

Buku “Babad Banyumas Mertadiredjan” dan “Babad Banyumas Wirjaatmadjan” terjemahan NasSirun PurwOkartun.

Bahagia saya tidak terkira. Babad Banyumas sudah punya dua naskahnya. Walau hanya kopiannya saja. Meski hanya edisi latin Jawanya saja, bukan yang edisi asli yang huruf Jawa. Saya merasa bangga mendapat buku Babad Banyumas salinan, ‘Tedakan Serat Babad Banyumas Natahamijaya’. Nasakah salinan dari buku ‘Serat Babad Banyumas Mertadiredjan’. Dulunya disalin oleh Raden Natahamijaya, Carik Jaksa Magetan, yang kemudian dilatinkan. Konon, naskah ‘Serat Babad Banyumas Mertadiredjan’ adalah satu-satunya naskah Babad Banyumas yang memuat silsilah sejarah kiri. Silsilah sejak dari Nabi Adam… Rampungna.

Adipati Marga Utama Dalam Babad Banyumas Mertadiredjan

June 23, 2022 ·

Makam adipati Wirasaba, salah satunya adalah makam Raden Katuhu, sebelum dipugar.

Setelah mengisahkan tentang ketampanan Raden Katuhu, Serat Babad Banyumas kemudian menceritakan tentang pertemuan Raden Katuhu dengan raja Majapahit. Raden Katuhu adalah anak pertama Raden Baribin. Raden Baribin adalah adik raja Majapahit. Maka, pertemuan Katuhu dengan raja Majapahit adalah pertemuan antara keponakan dengan pamannya. Pada jaman dulu, raja Majapahit pernah mengusir Raden Baribin. Maka, kedatangan sang anak sangat membuat haru raja Mapahit, yang telah menyadari kekeliruannya. Sang raja merasa bersalah karena telah mengusir sang adik yang tidak punya kesalahan. Sebagai tanda… Rampungna.

Babad Banyumas Kedua

June 20, 2022 ·

“Tedhakkan Serat Babad Banyumas” atau “Salinan Naskah Babad Banyumas” karya Raden Natahamijaya yang ditulis dari naskah asli “Serat Babad Banyumas Mertadiredjan”.

Setelah memiliki Babad Banyumas pertama saya kemudian menemukan yang kedua. Suatu hari saya melihat buku Babad Banyumas dijual di lapak online Facebook. Saya pun langsung berbinar ingin membelinya. Namun sial adalah kurang beruntung, atau keberuntungan yang tidak beruntung, karena ternyata buku itu sudah terjual. Sudah dibeli orang. Saya terlambat melihat. Namun dengan nafsu ingin memiliki, saya kirim pesan mesenger ke penjualnya. Intinya merayu agar disampaikan pada yang sudah membelinya, bahwa saya butuh banget buku itu, biar mengijinkan saya yang membelinya.… Rampungna.

Ketampanan Raden Kaduhu dalam Babad Banyumas Mertadiredjan

May 12, 2022 ·

Pada nisan makamnya tertulis Raden Katuhu adalah Adipati Wirasaba ke-2 dengan gelar Wira Utama I. Namun, dalam “Serat Babad Banyumas” Raden Katuhu adalah Adipati Wirasaba ke-4 dengan gelar Marga Utama.

Setelah mengisahkan tentang kesaktian Raden Katuhu, “Serat Babad Banyumas” kemudian menceritakan tentang ketampanannya. Kabar bahwa Adipati Wirasaba telah mengangkat anak menyebar ke seluruh lapisan masyarakat. Semua rakyat membicarakannya. Terutama tentang ketampanannya. Ketampanan yang membuat semua perempuan terpesona. Dikisahkan, bukan hanya para gadis saja yang terpana melihatnya. Bahkan semua perempuan, baik yang sudah menikah ataupun janda, semua mengaguminya. Selengkapnya, silahkan baca tulis terjemahan saya atas naskah “Serat Babad Banyumas Mertadiredjan” di bawah ini. Sengaja tidak saya sertakan naskah asli dalam bahasa… Rampungna.

Babad Banyumas Pertama

May 9, 2022 ·

Naskah Babad Banyumas yang pertama didapatkan NasSirun PurwOkartun. Sebuah naskah kopian yang kemudian diketahui sebagai Babad Banyumas Wirjaatmadjan.

Waktu itu saya mau menggelar acara pelatihan guru ngaji. Sebuah acara rutin dari Bale Cahaya, lembaga pembelajaran quran yang saya dirikan bersama Bale Pustaka. Biar tidak repot mikir menyiapkan makan, kami cari rumah makan sebagai tempat pelatihan. Akhirnya ditentukanlah tempatnya. Sebuah rumah makan bergaya klasik kolonial, sebuah bangunan tua di belakang gedung Kabupaten Banyumas, di Purwokerto. Tempatnya kecil, namun nyaman, ruangan training muat menampung 50 orang. Pada waktu memesan tempat, di dekat pintu masuk saya melihat sebuah rak buku. Sebagai… Rampungna.

Kesaktian Raden Katuhu dalam Babad Banyumas Mertadiredjan

May 5, 2022 ·

Makam Raden Katuhu yang berada di makam para Adipati Wirasaba, di desa Wirasaba, kecamatan Bukateja, kabupaten Purbalingga.

Setelah mengisahkan tentang siapa sosok Raden Baribin, “Serat Babad Banyumas” kemudian menceritakan tentang anak-anaknya. Bahwa dari pernikahannya dengan adik raja Pajajaran Prabu Silih Wangi yang bernama Ratna Pamekas, Raden Baribin mempunyai empat orang anak. Anak yang pertama bernama Raden Katuhu. Anak yang kedua bernama Raden Banyak Sasra. Anak yang ketiga bernama Raden Banyak Kumara. Anak yang keempat bernama Rara Ngaisah. Dalam “Serat Babad Banyumas” nama Raden Katuhu disebut dengan Kaduhu. Bukan mengggunakan huruf Jawa “ta”, melaikan “da”. Namun, karena dalam… Rampungna.

Babad Banyumas Daftar Pustaka

May 2, 2022 ·

“Babad Tanah Djawa Gancaran” susunan Wirjapanitra, terbitan Sadu Budi Solo, tahun 1945. Salah satu naskah Babad Tanah Jawi yang berbentuk gancaran (prosa), selain Babad Tanah Jawi susunan W.L. Olthof, terbitan Leiden, Belanda tahun 1941. Dua naskah yang pernah saya baca sebagai bahan menulis novel Penangsang.

Sewaktu masih di Solo saya asyik membaca Babad Tanah Jawi. Karena penulisan novel pentalogi Penangsang pijakannya adalah Babad Tanah Jawi. Hanya saja saya balikkan penceritaannya dengan data yang saya dapatkan dari keluarga Penangsang, ditambah penafsiran saya atas bacaan naskah-naskah lama. Setelah pulang kampung ke Banyumas, saya ingin membaca babad tanah kelahiran saya. Maka saya pun mencari ke orang-orang yang dalam pandangan saya memiliki naskahnya. Suatu kali, saya mendatangi penulis yang beberapa bukunya mengulas sejarah Banyumas. Saya menemuinya karena dalam daftar… Rampungna.

Pendapa Duplikat dalam Plesiran Babad Banyumas

April 28, 2022 ·

Pendapa itu bernama Sipanji. Diambil dari nama anak bupati Banyumas Tumenggung Yudanegara II yang bernama Panji Gandakusuma. Kelak, sang anak menjadi bupati Banyumas dengan gelar Tumenggung Yudanegara III. Namun, belum lama menjabat kemudian diangkat oleh Sultan Hamengkubuwana I menjadi Patih Kesultanan Ngajogjakarta dengan gelar Danureja I.

Pendapa itu bukan bangunan aslinya. Hanya tiruannya saja. Maka orang pun menyebutnya pendapa duplikat. Bangunan aslinya sudah dipindah ke kota Purwokerto pada tahun 1937. Ketika Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Purwokerto bergabung. Namun, warga Banyumas masih meyakini bangunan tiruan itu sebagai Pendapa Sipanji. Lengkap dengan kekeramatannya. Pendapa Sipanji dianggap keramat, salah satunya ketika terjadi Blabur Banyumas pada tahun 1861. Pada waktu itu, kota Banyumas tenggelam dalam banjir besar setinggi 4 meter. Sungai Serayu meluap selama tiga hari, sejak tanggal 21 sampai… Rampungna.

Pelarian Raden Baribin ke Pajajaran Dalam Babad Banyumas Mertadiredjan

April 25, 2022 ·

Makam Raden Putra (Raden Baribin) di puncak Gunung Grenggeng, Karanganyar, Kebumen. Orang-orang di kemudian hari menyebut Raden Baribin dengan gelar Syekh Baribin.

Setelah mengisahkan tentang siapa sosok Raden Putra atau Raden Baribin, “Serat Babad Banyumas” kemudian menceritakan tentang pelariannya. Bahwa setelah diusir dari Majapahit oleh kakaknya, Raja Majapahit Prabu Ardiwijaya, Raden Baribin pun keluar dari kerajaan, meninggalkan keluarganya. Perjalanan itu melewati tempat-tempat yang kelak menjadi tempat bagi anak-anak Raden Putra bermukim. Tempat pertama yang disinggahi adalah desa Kaleng. Kemudian desa Ngayah. Lalu desa Kejawar. Selanjutnya Pasirluhur. Terakhir adalah Pajajaran. Dikisahkan, Raden Baribin akhirnya menetap di Pajajaran. Bahkan diangkat menjadi bangsawan, serta dinikahkan… Rampungna.

Pengusiran Raden Putra Dari Majapahit Dalam Babad Banyumas Mertadiredjan

April 21, 2022 ·

Lukisan Raden Putra (Raden Baribin) yang berada pada makamnya, di puncak Gunung Grenggeng, Karanganyar, Kebumen. Pada makamnya tersebut orang-orang mengenalnya sebagai Syekh Baribin.

Setelah mengisahkan tentang Kerajaan Majapahit dan Kadipaten Wirasaba, “Serat Babad Banyumas” kemudian menceritakan tentang sosok Raden Putra. Raden Putra adalah adik Raja Majapahit, Prabu Ardiwijaya. Dalam naskah “Babad Banyumas Wirjaatmadjan” Raden Putra disebut dengan nama Raden Baribin. Pengisahan Raden Putra setelah menceritakan tentang Majapahit dan Wirasaba, tentu karena ada benang merahnya. Karena kemudian, keturunan Raden Putra lah yang menjadi Adipati Wirasaba. Bahwa Raden Putra sebagai keturunan Majapahit kemudian menurunkan para adipati Wirasaba. Bahwa anak Raden Putra, yaitu Raden Kaduhu, kemudian… Rampungna.

Mencari Ibu Kota Banyumas Lama dalam Plesiran Babad Banyumas

April 18, 2022 ·

Adipati Mrapat adalah tokoh yang membangun kota Banyumas lama (gambar kiri). Sedangkan Adipati Yudanegara II adalah yang membangun kota Banyumas baru (gambar kanan).

Jalan itu bernama Jalan Adipati Mrapat. Tentu saja diambil dari nama pendiri Banyumas. Karena ibu kota Banyumas lama berada pada lintasan jalan itu. Adipati Mrapat sangat dikenal oleh warga Banyumas, terutama generasi tuanya. Namun tidak tahu apakah generasi milenial dan zilenial tahu mengapa jalan itu bernama Adipati Mrapat. Selain karena makin hilangnya ingatan sejarah warganya, jalan itu pun hanya sebuah jalur kecil. Bukan jalan di tengah kota Banyumas yang ramai. Hanya jalan kampung di dusun Karangturi, desa Pakunden, kecamatan Banyumas.… Rampungna.

Pohon Tembaga dalam Plesiran Babad Banyumas

April 14, 2022 ·

Pohon Tembaga yang menjadi penunjuk letak Kota Banyumas pertama yang dibangun Raden Jaka Kaiman. Sekarang berada di Makam Tembagan, Desa Kalisube, Kecamatan Banyumas.

Petunjuk utama adalah pohon Tembaga. Petunjuk tentang tempat di mana Adipati Mrapat harus mendirikan ibu kota Kabupaten Banyumas. “Yen sirarsa widada, ing kawibawanireku, amengkoni Wirasaba, sira ngaliha nagari, saking bumi Wirasaba, sira manggona ing kulon, ing tanah bumi Kejawar, prenah lor kulonira, sira tetruka neng ngriku, unggyaning wreksa Tembaga.” “Kalau kamu ingin sejahtera dan lestari berwibawa memimpin Kadipaten Wirasaba, kamu pindahkan pusat pemerintahan dari Wirasaba ke tempat sebelah barat di wilayah desa Kejawar, tepatnya pada arah barat laut. Bukalah tempat… Rampungna.

Urutan Adipati Wirasaba Menurut Babad Banyumas Mertadiredjan

April 11, 2022 ·

Makam para Adipati Wirasaba yang berada di desa Wirasaba. Dalam makam tersebut terdapat 5 nisan adipati Wirasaba ke 1 sampai ke 5, yaitu Raden Paguwan, Raden Katuhu, Raden Kaurang, Raden Surawin, dan Raden Tambangan.

“Serat Babad Banyumas” menceritakan tentang keberadaan sebuah kadipaten bernama Wirasaba. Dengan pendirinya bernama Raden Paguwan yang kemudian bergelar Adipati Wira Hudaya. Karena usia tua, Adipati pertama Wirasaba itu kemudian mengundurkan diri. Kedudukannya digantikan oleh anaknya, Raden Urang. Raja Majapahit memberinya gelar Adipati Kaurang, sebagai Adipati Wirasaba kedua. Selanjutkan, kepemimpinan Wirasaba dilanjutkan oleh anak Adipati Kaurang yang bernama Raden Bagus Rawin. Bergelar Adipati Paguwan III menjadi Adipati Wirasaba ketiga. Namun, urutan adipati Wirasaba tersebut berbeda dengan yang selama ini diketahui masyarakat.… Rampungna.

Adipati Pertama Wirasaba dalam Babad Banyumas Mertadiredjan

April 7, 2022 ·

Makam para adipati Wirasaba. Berada di dusun Kecepit, desa Wirasaba, kecamatan Bukateja, kabupaten Purbalingga. Babad Banyumas menyebut tempat ini dengan nama Pakembangan dan Kecepit. Sekarang, Pakembangan menjadi nama desa di sebelah Wirasaba. Sementara Kecepit menjadi nama dusun di desa Wirasaba. Ini adalah kondisi nisan sebelum makam adipati Wirasaba dipugar.

Awal mula Kabupaten Banyumas berasal dari kadipaten bernama Wirasaba. Karena dari Wirasaba lah kemudian beralih menjadi kadipaten baru bernama Banyumas. Setelah mengisahkan tentang Prabu Brawijaya sebagai raja Majapahit, Serat Babad Banyumas melanjutkan penuturannya dengan keberadaan Kadipaten Wirasaba. Dicatat dalam babad, Wirasaba adalah sebuah kadipaten bawahan kerajaan Majapahit. Dan, sebagai tanda ketundukan serta ketaatan, setiap tahun Wirasaba harus mengirimkan upetinya ke Majapahit. Bulan untuk mengirimkan upeti adalah bulan Sapar. Maka, pada suatu ketika ketika bulan Sapar tiba, Adipati Wirasaba pertama, yaitu… Rampungna.

Panggung Ketoprak Babad Banyumas

April 4, 2022 ·

Pentalogi novel “Penangsang”karya NasSirun PurwOkartun yang ditulis seperti membalik kisah “Babad Tanah Jawi”. Karena dalam karyanya, Jaka Tingkir yang selama ini menjadi tokoh protagonis justru menjadi tokoh antagonis. Sementara sosok Haryo Penangsang yang sekian lama digambarkan ‘brangasan; justru menjadi tokoh santri yang santun.

Saya menulis novel panjang Penangsang bermula dari kenangan masa kecil. Ketika kelas 4 SD setiap malam melihat pentas ketoprak tobong di desa saya. Dari panggung ketoprak itulah saya mengenal sosok Penangsang, berikut kisah yang membelitnya, terutama perseteruannya dengan Joko Tingkir. Tidak disangka, penasaran yang dibawa dari masa kecil itu kemudian melahirkan novel sepanjang lima jilid. Lima novel setebal bantal, karena setiap jilidnya 600-800 halaman. Bahkan tidak terasa juga, ternyata proses mencari jawaban atas penasaran masa kecil itu juga memakan waktu… Rampungna.

Pertemuan Dua Sungai dalam Plesiran Babad Banyumas

March 31, 2022 ·

Ilustrasi sosok Raden Jaka Kaiman atau Adipati Mrapat karya pelukis Banyumas yang sekarang terpasang di bekas gedung kabupaten Banyumas.

“Katjarijos Ki Dipati Marapat boten kersa dedalem ing Wirasaba. Kersanipoen bade dedalem ing pasiten telatah doesoen Kedjawar. Wonten ing pinggiripoen kidul lepen Serajoe, kaprenah saeler kilenipoen doesoen Kejjawar. Kaleres wetanipoen celak kaliyan tempoeripun lepen Pasinggangan lan lepen Banjoemas.” “Dikisahkan Adipati Mrapat tidak mau bertempat tinggal di Wirasaba. Berkeinginan membangun tempat yang baru di wilayah desa Kejawar. Berada di pinggir selatan Sungai Serayu, di sebelah barat laut desa Kejawar. Tepat di sebelah timurnya adalah pertemuan Sungai Pasinggangan dan Sungai Banyumas.” Begitulah… Rampungna.

Load
More