Bale Babad Banyumas (Video)

April 16, 2025 ·

Bale Babad Banyumas merupakan rumah kediaman budayawan Banyumas yaitu Kang Nassirun Purwokartun yang terletak di Desa Mandirancan, Kecamatan Kebasen. Beliau telah banyak menerbitkan buku, dan salah satu karya masterpiece-nya adalah 25 Naskah Terjemah Babad Banyumas. Perlu diketahui bahwa Babad Banyumas adalah pintu rujukan utama untuk mengenal sejarah tentang Banyumas. Sumber video: minfo Rampungna.

Sehari Semalam Cuma 4 Jam!

October 27, 2026 ·

“Tuhan benar-benar Maha Adil. Buktinya, Dia memberikan waktu yang sama pada tiap makhluknya. 24 jam sehari semalam.” Begitu bunyi status facebook temanku, seorang kartunis ternama. Kata-kata dari orang yang gemar bercanda, namun dari kalimatnya terbaca kedalaman renungannya. Dan hatiku tersentuh ketika membacanya. Sampai lupa memberi koment untuknya. Kita semua, ternyata punya modal waktu yang sama. Hingga mestinya, juga mempunyai peluang yang sama, apakah akan berhasil ataukah gagal menggapai cita-cita. Karena kesempatan yang ada tidak berbeda, antara satu dan lainnya. Antara… Rampungna.

NasSirun PurwOkartun dan Nasruddin Hoja Masih Saudara!

October 27, 2026 ·

“Peliharalah ayam di rumahmu, setidaknya 5 ekor saja!” Begitu nasehat Nasruddin Hoja ketika ada yang curhat padanya. Seorang tetangganya yang terkenal bodoh, yang sedang berkeluh kesah tentang rumahnya yang sesak. Kesumpekan yang makin terasa dengan keributan 7 anaknya yang masih kecil-kecil. Nasehat itu pun diturutinya. Namun seminggu kemudian, ia datang lagi ke rumah Nasruddin. Dan keluhannya telah bertambah. Soalnya rumah yang sudah sumpek bertambah sesak dengan adanya ayam-ayam yang bebas berkeliaran. Mendengar itu, Nasruddin pun menenangkan, “Sabar. Semua masih baik-baik… Rampungna.

Di Kamar Mandi, Buku-Buku itu Kuhabisi!

October 27, 2026 ·

Tak pernah kusangka, ternyata buku sudah menjadi bagian hidupku. Menjadi makanan sehari-hari sejak kecil dulu. Hingga membuatku seperti pecandu, yang lebih mementingkan membeli buku, dibandingkan baju, celana, apalagi sepatu. Maka membaca pun seolah telah menjadi bagian penting dari kehidupanku. Merupakan kebutuhan utama, seperti bernafas, makan, minum, dan tidur. Hingga di mana pun berada, aku tak pernah bisa lepas dari memegang buku. Termasuk ke mana pun pergi, tak bisa tanpa membawa satu-dua buku di dalam tas punggungku. Untuk dibaca di dalam… Rampungna.

Slow in Solo, Alon-Alon Waton Keraton!

October 27, 2026 ·

Aku sebenarnya tidak ingin menceritakan ulang yang telah banyak diketahui orang. Aku justru ingin, sesekali bercerita tentang Solo dari sudut pandang yang lainnya. Solo yang tidak selalu identik dengan keraton atau pun budaya Jawa. Karena sesungguhnya, masih banyak sisi menarik yang membuatku selalu terpikat dan terpesona dengan ranah rantauku ini. Pernik-pernik unik denyut kehidupan kota yang senantiasa membuat jatuh cinta. Hal-hal yang menjadikanku seperti menemukan masa lalu sekaligus masa depan, justru ketika jauh dari kampung halaman. Kisah-kisah kehidupan yang remeh… Rampungna.

Burung-Burung Benteng Vastenburg

October 27, 2026 ·

Aku keluar dari kerubutan tukang becak,  ketika kudengar sebuah suara meraung keras. Segera berlari perlahan ke depan gapura Gladhag, mengikuti kerumunan orang-orang yang tiba-tiba berlarian. Kemudian dari arah barat kulihat sebuah kereta api berjalan lambat. Namun lengkingannya sangat keras memekakan telinga. Sejenak, ingatanku terkenang pada buku ‘Babad Solo’ yang pernah ku baca. Tentang kereta trem yang pertama ada di Solo. Mungkin itulah salah satu sisa sejarahnya. Karena konon, di tahun 1900an masuk kendaraan baru di Solo, bernama Sepur Trem. Sebuah… Rampungna.

Mulut Sobek Sang Tejamantri

October 27, 2026 ·

Niatku ke Gladag sebenarnya untuk mengganti kaca mata, yang pecah karena keinjak tanpa sengaja. Di sepanjang Gladag memang bertebaran kios-kios optik kaki lima. Dan aku punya langganan di sana. Harganya murah, hasilnya memuaskan, namun tak berkesan murahan. Kiosnya asyik dan unik. Ada sebatang beringin rindang berdiri tepat di depannya. Di pohon itu terpasang nama kiosnya, plus peraga pengukur mata. Jadi kalau di optik besar pengukur plus minus terpasang di dinding, ini cukup di salah satu batang beringin. Dan untuk mengukur… Rampungna.

BTC atau Bathangan Trade Centre Atau Pusat Perbelanjaan Yang Terletak Di Tempat Bangkai

October 27, 2026 ·

BTC atau Bathangan Trade Centre artinya adalah pusat perbelanjaan yang terletak di tempat bangkai. Dan aku kemarin baru saja berziarah dari tempat itu. Sebuah nama yang mengusikku sekian lama, sejak aku SD di kelas lima. Ketika SD dulu, aku banyak belajar dari buku yang kupinjam di perpustakaan. Buku-buku pelajaran itu kubawa pulang, untuk teman belajarku di rumah. Dan kurasa, buku bantuan pemerintah itulah yang sangat membantuku bisa berprestasi di sekolah. Karena seringnya membuka buku itu, aku sampai hafal seluruh tulisan… Rampungna.

Senyum Renung Ringin Kurung

October 27, 2026 ·

Selepas berjalan mengitari Gladag, aku pun memasuki alun-alun. Lapangan luas di depan keraton Solo ini, konon dulunya merupakan tempat prajurit berlatih perang. Juga sebagai tempat mengadu macan, dan menggelar upacara kebesaran kerajaan. Latihan perang yang diadakan tiap hari Sabtu, hingga sering disebut dengan Gladen Setonan. Dengan masing-masing prajurit hanya bersenjatakan tombak berupa tongkat panjang yang dinamakan watang, hingga disebut juga dengan latihan Watangan. Dan pada hari-hari tertentu, ketika Raja kedatangan tamu Gubernur Jenderal Belanda, digelar pertandingan adu macan melawan kerbau,… Rampungna.

Pagelaran Canda Pancawura Perkasa

October 27, 2026 ·

“Kirain pagelaran musik! Taunya pagelaran mistik!” Seorang remaja berseragam SMA tiba-tiba berbisik. Temannya yang disikut dan mendengar celetukan usil itu pun langsung terkikik. Mereka berdua adalah rombongan study tour dari Jakarta, terbaca dari badge sekolah yang sempat kulihat pada lengan kanannya. Juga dari logat bicaranya yang terkesan cuek dan sangat mBetawi sentris. Dan saat itu, puluhan pelajar remaja itu tengah berada di Keraton Solo. Dipandu seorang guide yang menerangkan tentang bangunan yang sedang mereka kunjungi. “Bangunan besar dan luas ini… Rampungna.

Ke Sitinggil Saja, Kalau Ingin Belajar Dewasa!

October 27, 2026 ·

“Wong Jowo nggone semu.” “Orang Jawa ahlinya perlambang.” Begitu ungkapan yang konon pas untuk menggambarkan citra manusia Jawa. Yang tidak suka mengungkapkan sesuatu secara gamblang, melainkan membalutnya dengan menggunakan pasemon, atau sebuah perlambang. Terutama tentang ajaran kehidupan. Dan itu pula yang kudapatkan dari bangunan yang ada pada keraton Solo. Ketika menikmati keindahan bangunan Bangsal dan Bale yang ada di kawasan Sitinggil. Kalau kita berjalan meninggalkan Pagelaran ke arah selatan, maka akan menemukan bangunan yang bernama Sitinggil atau Sitihinggil itu. Bangunan… Rampungna.

Ketika Kartun Politik Dibungkam, Sajak Bloon Harus Bicara!

October 27, 2026 ·

ketika sajakkartun dipanggungkan di teater arena taman budaya jawa tengah. makasih, mas wijang!

Sajak ada hukum puisi sehebat-hebat masalah hukum yang terdakwanya tak bisa dihukum sehebat-hebat terdakwa yang tak bisa diperiksa sehebat-hebat periksa membaca puisi sambil tertawa sehebat-hebat yang kubaca ini jangan pernah dianggap puisi Pada awal-awal dulu sebenarnya aku ragu, apakah tulisanku itu bisa disebut puisi? Namun dengan berjalannya waktu, aku kemudian abai dengan keagungan kaidah puisi. Karena setelah kurenungkan, aku menulis puisi bukan bermaksud menjadi penyair. Namun lebih karena kebutuhanku untuk sekadarkan mengabarkan berita. Aku ingin berkomunikasi. Hanya ingin berdiskusi. Ingin… Rampungna.

Sajakkartun atawa Sajak Penjorangan!

October 27, 2026 ·

Sajak ada yo ben! buah manggis buah kedondong seorang kartunis boleh necis dong kalau ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi kalau ada umur yang panjang mandi yang sehat sehari dua kali bunga mawar bunga kamboja itu semua namanama bunga kalau ada yang bilang itu nama kuda mungkin sedang sakit mata atau baru lepas dari rumah sakit jiwa buah duku buah duren ora lucu yo ben Sajakkartun adalah sajak yang sangat sederhana. Dan justru dengan kesederhanaannya, aku berharap ia… Rampungna.

Sajakkartun, Habis Thukul Terbitlah Thukul!

October 27, 2026 ·

kartunsajakku yang disimpan di Museum Kartun Indonesia

Sajak ada porno bercerai patah tumbuh hilang berganti begitulah peribahasanya patah tubuh goyang berganti anisa baharlah ahlinya katanya salak dari bali kok rasanya seperti terasi katanya menolak pornografi kok demonya penuh pornoaksi kalah jadi abu menang jadi arang bersatu kita teguh bercerai hobinya artis Sekarang aku makin asyik dengan sajakkartun. Aku merasa enjoy dalam dunia sajak yang sederhana dan mudah dicerna. Dengan sajakkartun, aku ingin terus mengabarkan cerita, berita dan derita kepada semua. Agar bisa tetap bercanda dalam bencana. Menatap… Rampungna.

Mengenang ‘Sekadar Pengantar’ Seorang Izzatul Jannah!

October 27, 2026 ·

Izzatul Jannah membacakan puisinya dalam pagelaran ‘Sajak dari Republik Kartun’, dan puisi yang kusimpan sebagai ‘prasasti’!

Sense of Humour, Sebuah Kompleksitas NasSirun PurwOkartun (Pengantar Izzatul Jannah) “Saya membutuhkan karakter untuk majalah remaja dengan visi pengembangan pribadi ini…,” kata saya pelan. Matanya berbinar, “Saya akan coba bikin, mbak.” “Karakternya genderless, bukan perempuan bukan laki-laki…” desis saya sambil menatapnya dengan sudut mata. Ia tersenyum lebar, sampai giginya kelihatan. Itulah awal pertemuan saya dengan Nasspur, pada tahun 2001. Ia kemudian menjadi tukang gambar di majalah KARIMA, di mana saya ‘dipaksa’ menjadi pemrednya. Terus terang saja, saya selalu ngakak dengan… Rampungna.

Pada Mulanya adalah Kethoprak Tobong!

October 27, 2026 ·

terima kasih pada Anif Sirsaeba El Zhirazy yang telah memberi judul “Tembang Rindu Dendam” pada sekuel pertama PENANGSANG!

“Kang Nas kok bisa nulis novel begini tebal?” Seorang teman pernah bertanya, ketika ia datang dalam acara bedah bukuku. Novel Penangsang jilid pertama, yang kuberi judul ‘Tembang Rindu Dendam’. Dia merasa aneh, karena katanya,”  Selama ini aku mengenal Kang Nas sebagai tukang pembuat ketawa dengan kartun-kartun dan sajakkartun saja. Kok sekarang tiba-tiba menulis novel panjang yang berat dan serius sekaligus sangat tebal. Apalagi novel tentang sejarah Tanah Jawa yang juga mempunyai nilai kontroversial.” Mendengar keheranannya itu, aku pun menanggapi dengan… Rampungna.

Inilah Kidung Senjakala, Ketika Umara Tidak Tunduk Pada Ulama!

October 27, 2026 ·

di belakang masjid demak, situs yang tersisa dari kebesaran kesultanan demak bintoro, terbaring tiga makam sultan: raden patah, pati unus, dan trenggono!

“Datanya hebat, Mas. Nggak nyangka, namanya Purwokartun, tapi novelnya dahsyat dan sangat berat! Benar kata Langit Kresna Hariadi, novel ini seperti disertasi.” Pagi itu, seseorang yang mengaku baru saja selesai membaca novel Penangsang, langsung menelponku. Sepanjang pembicaraan, aku hanya diam mendengarkan. Dan sepertinya ia terprovokasi endorsment Langit Kresna Hariadi, novelis best seller Gajah Mada itu. Sejenak aku jadi teringat seorang temanku yang lain. Yang sempat memberikan tanggapan sebelum novelku diterbitkan. Katanya, “Novelmu ini sangat berat, sarat semangat. Kayaknya mending penulisnya… Rampungna.

Menafsir Ulang Joko Tingkir Sang Pemenang

October 27, 2026 ·

di petilasan Pajang, keraton Joko Tingkir setelah memindahkan takhta dari Kesultanan Demak.

Aku menulis novel Penangsang, bermula dari rasa penasaran. Kok bisa, keraton Solo yang konon kelanjutan dari Kesultanan Demak, kekhalifahan Islam di Tanah Jawa, hanya menyisakan sinkretisme-nya saja. Demikian pula dengan keraton lainnya, yakni Kesultanan Jogja, Pura Pakualaman, dan Pura Mangkunegaran. Sama sekali tak ada warna Islam yang lurus yang bisa kutemui di sana. Benar-benar bertolak belakang dengan yang kupahami dari kisah awal Maulana Malik Ibrahim, ketika pertama kali datang ke Jawa. Ketika bersama 8 ulama lainnya, sebagai utusan Sultan Muhammad… Rampungna.

Penangsang Bukan Pemberontak!

October 27, 2026 ·

Terima kasih, untuk Gusti Pangeran Haryo Poeger Suryo Bandono, budayawan-sejarawan Keraton Kasusunan Surakartahadiningrat, yang telah banyak memberikan ‘semangat’ dan masukannya. matur nuwun, Gusti!

“Penangsang bukanlah pemberontak.” Begitu dengan mantap Gusti Puger menjawab pertanyaanku. Aku sengaja datang menemuinya, karena novel yang kutuliskan adalah tentang leluhur keraton Solo. Sebab keraton Solo adalah penerus dari kerajaan Mataram, yang didirikan Panembahan Senopati. Sementara Panembahan Senopati sendiri adalah putra Ki Ageng Pemanahan yang diangkat anak oleh Joko Tingkir. Sedangkan Joko Tingkir adalah raja Pajang, setelah merebut takhta Demak dari tangan Penangsang. “Jadi sebagai pewaris takhta Demak yang syah, Penangsang hanya menuntut hak.” Dengan jawaban Gusti Puger tersebut, aku… Rampungna.

Lelaki Buaya Darat; Dari Sinetron Sampai Pasemon

October 27, 2026 ·

papan-papan kayu tua di petilasan Pajang, yang konon adalah bekas rakit Joko Tingkir.

“Kok beda dengan yang di sinetron?” Adikku yang penggemar sinteron ‘Joko Tingkir’ berkomentar setelah membaca novel Penangsang. Aku tersenyum saja. Karena memang demikianlah yang kuceritakan dalam novelku. Di dalamnya tidak ada cerita tentang pertempuran Joko Tingkir melawan kawanan buaya. Hingga tidak pula ada kelincahan meloncat-loncat di atas punggung binatang berkulit keras itu. Yang konon kemudian takluk, hingga mengantarkan Joko Tingkir dengan mendorong rakit yang dinaikinya. Seperti yang ditontonnya dalam cerita sinetron. Dan memang itulah yang kuyakini sebagai sebuah cerita, yang… Rampungna.

Ketika Pulau Muria Masih Terpisah dari Pulau Jawa

October 27, 2026 ·

rancangan awal, waktu masih berupa lampiran draft novel. sebelum didesain sangat menarik, yang kemudian menjadi bonus novel Penangsang.

“Bonus peta Jawa abad lima belas. Ketika pulau Muria masih terpisah dari pulau Jawa.” Pada sudut kanan atas novel Penangsang, dalam sebuah desain pojokan buku yang seperti tengah membuka, terbaca kalimat tersebut. Karena memang itulah bonus dari novelku. Yakni sebuah peta lama yang menggambarkan bahwa dulunya pulau Muria pernah ada. Dan letaknya terpisah dari pulau Jawa. Mungkin banyak yang tidak mengetahuinya. Bahkan malah bertanya-tanya, “Pulau Muria itu di mana?” Karena itulah, kemudian kusertakan dalam lampiran novelku. Sekadar untuk memberi pemahaman… Rampungna.

Kamu Selalu Tak Percaya Kalau Aku Sangatlah Pemalu

October 22, 2026 ·

Orang selalu tak percaya kalau sifat asliku adalah pemalu. Hingga ketika kutulis di biodata saat menjadi pembicara, bahwa aku adalah seorang yang penakut dan pemalu (terutama pada perempuan) tak seorang pun memercayai itu. Bahkan semua menertawakanku. Seolah aku sedang menyampaikan kebohongan, atau bahkan sekedar sedang ingin melucu. Padahal itulah seasli-aslinya diriku. Bahwa kemudian seakarang aku  terlihat seperti orang yang PD, semua itu adalah berkat perjuangan panjangku. Penderitaan membangkitan kepercayaan diri yang telah bertahun-tahun menggurita menjerat langkahku, jauh sejak masa kecil… Rampungna.

Alangkah Indahnya Dunia Tanpa Suara Nyanyianmu….

October 22, 2026 ·

Suara bisa melegakan tenggorokan. Bahkan konon bermanfaat untuk menghangatkan wajah, memijat hati, dan meningkatkan semangat. Aku pun mencoba mengamini. Dengan kembali belajar bernyanyi. Karena dari dulu sebenarnya aku senang menyanyi. Paling tidak punya ketertarikan pada seni suara. Itu terbukti dengan suka menyanyi sendiri di kamar mandi. Intinya, senang menirukan bermacam-macam lagu, meski jauh dari kesan merdu. Aku mulai suka menyanyi sejak mengenal lagu ‘Mentok-Mentok’ yang diajarkan di TK. Lalu menghafalkan lagu ‘Indonesia Raya’ setelah menginjak SD. Kemudian merapal bermacam lagu… Rampungna.

Pada Suatu Sriban, Pada Suatu Sore di Bulan Ramadhan

October 22, 2026 ·

Sore hari di bulan ramadhan. Aku bersama anak istri baru pulang jalan-jalan ke Manahan, naik motor berboncengan. Di ujung pertigaan ada seorang anak berusia belasan, dengan dua buah sriban dagangan. Dua buah kursi panjang dari kayu dengan bentuk sederhana yang diikatkan pada boncengan sepeda onthelnya. Sampai sesore itu, sepertinya belum laku satu pun barang dagangannya. Ketika melihat bentuknya, aku sudah timbul rasa tertarik. Sebuah kursi panjang yang tiba-tiba mengingatkanku pada sriban yang ada di rumahku, di kampong dulu. Tapi karena… Rampungna.

Mengarang Itu Gampang, Tapi Mengerang Lebih Gampang!

October 22, 2026 ·

karena aku mengidolakan, aku pernah berlatih memiripkan seluruh karanganku dengan karangan arswendo. bahkan semuanya. termasuk nyengirnya. kecuali merokoknya!

Mengarang itu gampang, kata Arswendo Atmowiloto. Dan pagi ini aku terkenang kembali ‘mantra’ sakti itu. Karena dari ucapannya aku meyakini, bahwa sesungguhnya dengan mengarang kita telah melakukan yang baik dan berarti. Bahwa mengarang adalah pekerjaan yang mulia. Jauh lebih mulia dari menganggur dan sekadar berangan-angan tanpa menuliskan. Mengarang itu gampang. Apakah ini tidak salah judul? Tidak, dan tentunya kamu tidak salah baca. Mengarang itu gampang. Tak ada yang sukar, kalau kita mempunyai minat dan ambisi terus-terusan. Selain minat dan ambisi… Rampungna.

Clekidhur-clekidhur, Mundur dari Wilayah yang Penuh Clekidur!

October 22, 2026 ·

Sambil menunggu shubuh, aku duduk di sriban kayu. Kutarik nafas dalam-dalam, menikmati segarnya pagi yang baru. Suasana masih gelap. Hanya langit membentang yang membuat pelataran terlihat remang-remang. Kudengarkan irama simphoni pagi dengan mata terpejam. Menikmati sisa-sisa suara suara malam. Desir angin sangat jelas terdengar. Lalu kokok ayam jantan dari tetangga belakang. Deru kereta samar-samar dari kejauhan. Kerik jengkerik yang bersahutan. Kicau burung puter dari teras tetangga. Bunyi cecak dan suara tokek dari ujung jalan. Juga suara serangga-serangga malam yang masih… Rampungna.

Kartunis yang Tidak Ingin ‘Gagal Maning-Gagal Maning’!

October 22, 2026 ·

numpang nampang di depan karya mas darta. “oom pasikom di tangan kananku, hati nurani di tangan kiriku.”

Sms shubuh itu sungguh mengagetkan. “Mas Darta masuk rumah sakit. Dirawat di Panti Rapih. Mohon doa kesembuhan.” Begitulah sms yang kuterima dari Pak Pram sekitar setengah tahun silam. Sehari sebelumnya, dalam kesempatan persiapan pameran kartun kanvas nasional ‘JogjaKARTUN hadiningART’, sebenarnya kabar itu telah disampaikan. Bahwa kesehatan mas Darta telah semakin menurun sejak kepulangannya dari Jepang, sebagai Profesor Tamu di Seika University, Kyoto. Dan kami sudah berencana hendak menengok sekalian memohon mas Darta turut mengirimkan karyanya untuk dipamerkan. Tapi rencana itu… Rampungna.

Setiap Profesi Berpeluang untuk Korupsi, Kecuali ….

October 22, 2026 ·

sekali-kali sok jadi selebritis!

Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niatan. Tapi karena adanya kesempatan. “Waspadalah! Waspadalah!” Begitu bang Napi yang baik hati selalu setia mengingatkan. Maka demikian pula dengan korupsi di negeri ini. Para koruptor mungkin awalnya juga tidak berniat korupsi. Hal itu terjadi karena adanya kesempatan untuk melakukan, baik secara sembunyi-sembunyi atau pun terstruktur rapi. Maka aku tak pernah berbangga diri dengan selalu berteriak ‘Berantas Korupsi’, karena memang tak ada peluang untuk melakukan korupsi. Juga tak perlu iri dengan Gayus yang punya… Rampungna.

Habis Kartunis Terbitlah Penulis!

October 22, 2026 ·

majalah Ishlah dalam dekapan. yang menolongku membuat percaya diri sebagai kartunis! ah, wajah jadulku….

Tak ada kata terlambat untuk belajar, begitu bunyi petuah lama. Maka aku pun ingin mengulang belajar lagi, di usia yang sudah begini tua. Tepatnya, mengulang mewujudkan cita-cita yang telah tertunda 20 tahun lamanya. Cita-cita kecil dan sederhana, yang telah kuimpikan sejak SD kelas 5. Waktu itu aku ingin menjadi penulis ternama, seperti Arswendo Atmowiloto atau pun Hilman Hariwijaya. Dan baru 2 tahun lalu kusadari, bahwa aku telah terlewat masa sejak 15 tahun silam. Ketika karena sebuah pilihan, aku harus melupakan… Rampungna.

Belajar ‘Koming’ Bersama Panji Koming!

October 22, 2026 ·

pertemuan yang sangat membahagiakan, ketika aku memberi kenang-kenangan kumpulan kartun sajak. dan sobekan koran itu, masih tersimpan rapi, di lemari, dan juga di hati!

“Ya mas Nas. Saya OK saja. Dan siap bantu semampu saya. Karena tahun ini umur saya sudah 70 tahun.” Balasan itu datang sangat cepat. Tak lama setelah smsku terkirimkan. Dengan segera, ingatanku langsung terbang pada saat pertama kali mengenalnya. Tepatnya, hanya sekadar mengenal nama saja. Mengenal inisial yang selalu dituliskan dengan sangat menarik pada tiap kartun-kartun karyanya. Nama panjangnya dituliskan dengan tiga larik kata; DWI, KOEN, dan BR. Dengan huruf E yang terbentuk dari tiga garis mendatar, sedang huruf R-nya… Rampungna.

Catatanku Catatan Kaki!

October 18, 2026 ·

“Kok tulisan Kang Nass namanya ‘Catatan Kaki’, apa menulisnya pakai kaki?” Kali ini, seorang teman berkomentar lagi. Meski kalau dibaca koment-nya dengan seksama, sepertinya sekadar main-main saja. Tapi entah kenapa aku terpancing menjawabnya. Dan catatan ini adalah sekadar koment balik untuk dia. Mengapa ‘Catatan Kaki’ menjadi penting adanya. Seperti kita tahu bersama, dalam setiap buku ilmiah, catatan kaki adalah keterangan khusus yang digunakan untuk memberikan keterangan atau komentar. Catatan kaki juga berfungsi untuk menjelaskan sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan… Rampungna.

Aku Jadi Mengerti, Bahwa Srikandi Ternyata Laki-laki

October 18, 2026 ·

Tak sengaja semalam aku mendengarkan nyanyian Sujiwo Tedjo, ‘Gugur Bisma’. Dan pagi ini penggalan kisah Bharatayudha itu tiba-tiba terbayang lagi di kepala. Seorang resi tua, dengan tatapan tegar menjemput ajal di tengah padang gersang kurusetra. Pada sekujur badannya, dari telapak kaki hingga dada, telah tertembus ratusan anak panah. Mata panah yang menembus tubuhnya, hingga ketika dia rebah, panah-panah itulah yang menjadi penopangnya. Yang membuatnya serupa terpanggang ratusan panah penyangga tubuh rentanya, juga kepalanya. Resi Bisma, sang Begawan telah mengetahui bahwa… Rampungna.

Hartaku Hanya Buku dan Cinta!

October 18, 2026 ·

Sketsa kamarku sebelum menjadi ‘sarang tikus’ yang kubuat tahun 1995. yang semalam mengingatkanku, bahwa aku pernah menjadikannya mahar!

Begitu pintu kamar dibuka, maka nampaklah sebuah ranjang kayu tua. Tapi jangan pernah berpikir, bahwa ranjang itu adalah tempat tidurku yang sesungguhnya. Karena sejak dibuatkan kamar pada waktu kelas 5, aku jarang sekali tidur di sana. Apalagi aku tak pernah menganggap ranjang itu adalah tempat ‘resmi’ untuk melepas penatku. Hingga aku pun lebih sering tidur di mana saja kusuka. Pokoknya, begitu kantuk mendatangiku, di situlah tempat tidurku. Maka sangat beruntung kalau dalam sebulan aku bisa 4 atau 5 kali tidur… Rampungna.

Bersenang-senang Bersama ‘Senang’

October 18, 2026 ·

senanglah, meski sedang tak ingin senang. senangkan orang lain, agar diri turut senang. senang melihat orang lain senang!

Angka tujuh, konon angka paling laku. Seminggu terdiri dari 7 hari, dari Senin sampai Minggu. Not lagu ada 7 jenis nada, dari do sampai si. Warna pelangi ada 7 macam, mejikuhibiniu dari merah sampai ungu. Kita kenal cerita detektif cilik, Sapta Siaga. Di dunia prajurit Indonesia ada Sapta Marga. Di dunia Pariwisata ada Sapta Pesona. Dalam cerita anak-anak, Putri Salju selalu ditemani 7 kurcaci. Dan James Bond detektif ciptaan Ian Fleming punya kode sandi 007. Angka 7 juga lekat dengan… Rampungna.

Kupinang Kau dengan Puisi

October 18, 2026 ·

Ummi! kelebihanmu adalah menerima lamaranku, walau tak membaca puisiku!

“aku ingin kau tak jadi aku seperti aku pun tak ingin jadi kau kau dan aku tak perlu saling mengaku aku dan kau telah saling menyatu” Ya, sekali lagi kukatakan, “Aku ingin kau tak jadi aku.” Karena aku membutuhkan perbedaan itu. Jadi berbanggalah kau dengan ke’engkau’anmu. Tetaplah dengan seluruh apa yang ada pada dirimu. Dengan keramahanmu, keluwesanmu, dan segala yang membuatmu berbeda total denganku. Sungguh, aku sangat membutuhkan perbedaanmu. Karena aku telah terlanjur menjadi ‘aku’. Yang dingin dan beku. Yang… Rampungna.

Gigi Tua Belajar Mengunyah

October 18, 2026 ·

Mengunyah merupakan aktivitas yang utama. Sekaligus memuaskan. Kita jarang benar-benar merasakan manisnya makanan, karena tidak meluangkan waktu untuk sungguh-sungguh menikmatinya. Dengan sepenuh perasaan Dan ini yang sekian lama kuabaikan. Tidak menikmati makanan yang sudah kumakan. Lidah hanya selintas saja merasakannya. Begitu terasa enak, langsung ditelan. Kalau tidak enak, dimuntahkan. Aku tak meluangkan waktu untuk merasakan nikmatnya makanan. Namun kemarin, tiba-tiba aku terbetik untuk menikmati nikmatnya makanan. Aku teringat pada sebuah pengetahuan, yang kudapatkan dari buku yang pernah kubaca. Yang dengan… Rampungna.

Pagi Ini adalah Pagi yang Baru, dan Aku Ingin Menjadi Aku yang Baru, pada Pagi Ini

October 18, 2026 ·

bahagia! wong dapat 15 juta!

“Tataplah diri di depan cermin. Berdirilah dengan tenang dan benar-benar melihat. Pertama menggunakan mata kiri, kemudian ganti dengan mata yang kanan. Bisikanlah pertanyaan, ‘Siapa aku ini?’ Lagi. Dan lagi. Kemudian buka kedua mata sekaligus, yang kiri dan yang kanan. Maka temukanlah diri Anda berada dalam keadaan baru dan mengejutkan. Diri Anda yang baru!” Dan aku pun melakukannya. Berdiri di depan cermin kamar bukuku. Ku tarik nafas dalam-dalam. Mata kupicingkan. Aku ingin melihat diriku yang baru. Diriku yang berbeda dengan yang… Rampungna.

Siapa Mau Membeli Rongsokan Batinku?

October 18, 2026 ·

Kebanyakan kita menjaga sisi gelap kita, untuk tetap tersembunyi. Karena kita tidak pernah ingin kejelekan kita diketahui orang lain. Hingga kita sembunyikan rapat-rapat, seperti kebiasaan menyimpan sampah kecil di dalam laci. Padahal konon, bersembunyi dari bagian diri yang terlihat cacat ini, sebenarnya hanya menghalangi perkembangan kita sebagai manusia. Karena justru, menghadapi kebaikan, keburukan, dan kejelekan lah yang akan benar-benar melepaskan energi negatif. Yang akibatnya bisa meningkatkan rasa kecintaan pada diri. Maka hari ini aku jadi teringat tentang ‘dendamku’ pada laci… Rampungna.

Dalam Kamar Gelap yang Pengap

October 18, 2026 ·

Kesadaran itu seperti sebuah sorotan cahaya. Begitu petuah bijak berkata. Sebelum mampu memancarkan cahaya batin pada apa yang terjadi dalam diri, kemungkinan akan terus merasa tersesat, bingung berada dalam kegelapan. Dan itulah sungguh yang sedang kurasakan. Paling tidak seharian ini. Sejak pagi hingga sore tadi, aku bingung akan mengerjakan apa. Mau membaca, malas. Mau menulis, berat. Menggambar, enggan. Hingga suntuk sungguh rasa di jiwa. Seolah hidup tak ada gairah. Tak ada semangat untuk melakukan apa pun, mengerjakan apa pun. Bahkan… Rampungna.

Ternyata Aku dan Einstein Pernah Sama-sama ‘Sontoloyo’

October 18, 2026 ·

Karena ingat Einstein yang ‘bodoh’, terkenanglah aku pada ‘sontoloyo’. Sebuah umpatan sangat menyakitkan, yang pernah kuterima dari Pak Jono. Kata-kata yang sempat membuat semangat belajarku di kelas 4 benar-benar loyo. Kata itu pula yang semalam menjadikan buku ‘Di Bawah Bendera Revolusi’nya Bung Karno kembali kubaca. Buku yang sangat tebal dan mahal yang merupakan karya monumental dari Paduka Yang Mulia Pemimpin Besar Revolusi Indonesia. Dua jilid buku yang tebalnya seperti bantal itu pernah menjadi buku yang sangat dicari karena merupakan buku… Rampungna.

Modul Kejar Paket A, Awal Mula Jatuh Cinta

October 17, 2026 ·

sungguh beruntung, setelah 25 tahun berpisah dengan buku yang sangat berjasa ini, aku bisa menemukannya kembali. Aku mencarinya di loakan Malang, Solo, Jogja, dan Semarang. Kejar Paket A, ‘Sahabat’ dan ‘Guru’ku yang Pertama!

Modul Kejar Paket A, sungguh besar jasanya. Bukan hanya bagi mereka, orang-orang tua yang waktu itu sedang ikut program Pemberantasan Buta Huruf saja. Tapi terutama bagiku, anak TK yang sedang giat-giatnya belajar membaca. Sejak bisa membaca, apa saja yang berbentuk tulisan selalu aku baca. Dari tulisan yang ada pada bungkus mie instan, kopi bubuk, teh, garam dapur, kecap, kertas sigaret, korek api, rokok, tas belanjaan, papan nama jalan, papan nama pejabat kelurahan, spanduk pinggir jalan, iklan di warung-warung, hingga kaos… Rampungna.

Ruang Kepala Sekolah yang ‘Angker’

October 17, 2026 ·

ketika jalan-jalan ke malang, mampir loakan dekat stasiun, dapat buku-buku ini. yang dulu kubaca di ruang kepala sekolah itu. subhanallah!

Sejak mengenal buku bacaan, aku seperti keranjingan. Seperti anak yang kecanduan, itu pula yang kurasakan. Setiap hari harus selalu tersedia bahan bacaan untuk dimakan. Ada keasyikan yang seakan tak mungkin tergantikan oleh semua permainan yang kukenal bersama teman-teman. Saking kecanduannya membaca, pada waktu kelas 5, membuatku berani minta ijin Kepala Sekolah untuk masuk ke ruangannya. Meminta ijin pada seseorang yang paling menakutkan di mata kami, para murid. Dengan takut-takut, meminta ijin memanfaatkan buku-buku yang selama ini tersimpan di almari kantornya.… Rampungna.

Majalah Wanita di Rak Piring Tetangga

October 17, 2026 ·

lembaran buncil yang ada di dalam majalah ayahbunda. dengan tokoh tongki si bebek yang dulu suka kutiru gambarnya. amazing!

Aku mengenal majalah sejak ayahku tak lagi ikut Kejar Paket A. Sejak ayah mogok sekolah lagi seperti waktu kecil dulu, maka tak ada buku bacaan yang bisa kudapatkan di rumah. Modul Kejar Paket A yang itu-itu saja, telah berulang kubaca. Hingga hafal ceritanya, bahkan ketika aku tidak membacanya. Karena seringnya dibuka dan kuulang menggambarnya. Akhirnya aku suka main ke tetangga yang kutahu, punya banyak simpanan majalah. Beberapa ibu-ibu tetangga sering pinjam ke rumahnya. Karena kebanyakan majalah yang disimpannya di lemari… Rampungna.

Bukan Cerita dari Negeri Dongeng!

October 17, 2026 ·

aku menemukan majalah bobo taun 1984-1986 di kios gladag. majalah yang aku baca 20an tahun silam. alhamdulillah!

Pada waktu kelas 3 SD, kami kedatangan murid baru. Anak baru itu pindahan dari Ambon. Ayahnya yang tentara pindah dinas di Purwokerto. Atau tepatnya pulang kampung, setelah bertahun-tahun bertugas di Ambon. Karena orang tuanya sebenarnya kelahiran Purwokerto. Ayahnya asli kampung kami, sementara ibunya berasal dari desa sebelah. Keluarga baru itu menempati rumah yang dibangun kakeknya, di daerah paling barat kampung kami. Di antara teman sekelas yang lain, akulah yang pertama diajaknya berkenalan. Karena kebetulan aku adalah ketua kelasnya. Hingga suatu… Rampungna.

Sejarah Mengapa Aku Suka Sejarah

October 17, 2026 ·

ANANDA yang umurnya telah 26 tahun itu. yang gambarnya masih terbayang di ingatanku. bagaimana aku susahnya menjiplak itu!

“Kok bisa sih, Abi suka sejarah?” tanya Ummi suatu kali. Karena menurutnya, mata pelajaran Sejarah adalah yang paling menyebalkan dan membosankan untuk dipelajari. Harus menghafalkan bermacam kejadian dan tragedi, yang semua itu berhubungan dengan nama tokoh dan tanggal kapan peristiwa tersebut terjadi. Pelajaran yang membikin Ummi alergi. “Makanya Ummi memilih kuliah di Ekonomi?” tanyaku seolah menegaskan. Padahal sebenarnya karena aku sungguh tak bisa memberikan jawaban. Bahkan tak bisa menjelaskan apa yang menjadi alasan. “Iya, ya? Kok aku bisa jadi sangat… Rampungna.

Sebatang Paku pada Amben Kayu Ruang Tamu

October 17, 2026 ·

buku yang luar biasa. karena ternyata pengarangnya (mbah Toeriman), adalah ayah temanku (mas Cipto Pratomo), seorang seniman banyumas. dan ketika kukatakan padanya, bukunya berjasa pada masa kecilku, beliau terharu. Karena mbah Toeriman juga tak mempunyai arsipnya lagi.

Aku akan bercerita tentang paku. Paku yang masih menancap di amben kayu ruang tamu rumahku. Ruang tamu yang kutinggalkan 10 tahun lalu, isinya masih sama dan penempatannya pun tetap begitu. Bahkan mungkin sejak 30an tahun lalu, sewaktu aku baru dilahirkan di rumah itu. Sama sekali tak ada yang berubah. Dan tak ada yang mengubah. Jendela depan masih dicat hijau muda dan jendela samping dengan warna merah. Demikian juga dinding-dindingnnya, masih dengan anyaman bambu hasil karya ayah. Lantainya pun masih tanah.… Rampungna.

Sobekan ‘Koran Doyok’ Pembungkus Nasi

October 17, 2026 ·

bertahun-tahun aku mencari koran doyok yang sangat bersejarah itu. edisi 22 september 1988. dan kudapatkan di museum pers solo. tentu bukan dalam bentuk sobekan bungkus nasi. tapi dokumentasi utuh

“Kang Nass ini sebenarnya kartunis apa penulis?” Seorang teman pernah bertanya begitu padaku. Dan hanya kujawab dengan senyuman saja, waktu itu. Karena bagiku, yang disebut petani adalah mereka yang pekerjaannya memang bertani. Atau mereka yang mempunyai sawah untuk menanam padi. Atau seperti ayahku, yang tak punya sawah sendiri, hingga rela menjadi buruh tani. Tiap hari pergi ke sawah, untuk mencangkul, menyemai benih, mengairi, menyiangi, dan memanennya di kemudian hari. Yakni mereka yang makan nasi dari padi hasil keringatnya sendiri. Maka… Rampungna.

Wong Jawa Ilang Jawane

October 17, 2026 ·

majalah PS edisi mei 1987, yang di dalamnya ada cerita misteri ‘siluman buaya’ itu, kutemukan di gladhag. melengkapi prasasti-prasasti kecilku!

Setajam-tajamnya pisau, kalau lama tak diasah, akan tumpul juga. Begitu pun dengan pengetahuan. Akan hilang kalau tak pernah digunakan. Itulah yang kemarin sempat kurasakan. Ketika sedang giat-giatnya membaca bermacam Serat dan Babad. Untuk mendukung penulisan novelku, aku ingin mendalami khazanah sastra Jawa dari sumber aslinya. Bukan yang sudah disalin ke huruf Latin, atau bahkan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Namun ternyata, kitab-kitab kuno dengan aksara Jawa itu bungkam. Karena aku tak bisa membacanya. Huruf ‘ha na ca ra ka’ itu bisu… Rampungna.

Ilmu Bekasan dari Kampus Loakan

October 17, 2026 ·

seorang teman suka meledekku, dengan menuliskan ‘gelar luar biasa’ pada alamat paket yang dikirim padaku. hwahahahaha

“Endingnya monoton! Ujung-ujungnya pasar loak!” Tadi malam, seorang teman istimewa mengirimkan komentar ‘istimewa’nya. Dari pertemanan di facebook, dia adalah salah satu teman dari jenis ‘spesies langka’. Selalu membaca statusku, namun tak pernah berkomentar. Kalau pun koment, tidak ditulis di status, namun sms yang dikirimkan. Dan tak kuduga, catatan harian yang kutulis ini pun dibacanya. Konon sejak hari pertama, hingga yang ku upload semalam. Dan tetap, dia tak memberikan komentar apa pun di catatanku. Hanya semalam dia sempat bertanya, “Kenapa harus… Rampungna.

20 Tahun, Ayam-ayam itu Bertengger di Bukuku

October 17, 2026 ·

sepertinya aku punya bakat jadi pesulap juga. buktinya bisa mengubah ‘brontok’ menjadi ‘lupus’!

Waktu kecil dulu aku punya beberapa ekor ayam. Dan aku suka memberi nama pada mereka, sesuai dengan warna bulunya. Kalau ayam itu bulunya putih, aku beri nama ‘si Putih’. Kalau bulunya hitam, aku beri nama ‘si Cemani’. Sedangkan yang berbulu putih campur hitam, namanya ‘si Brintik’. Nama ‘si Brontok’ untuk yang berbulu coklat bercampur hitam. Nama ‘si Blirik’ untuk yang coklat berbelang merah. Lalu nama ‘si Klawu’ untuk yang abu-abu. Itu untuk nama-nama anak ayam betina. Sedangkan untuk anak ayam… Rampungna.

Iqro’ Apa Iqra’?

October 13, 2026 ·

Hari ini, tepat 2 tahun lalu anak kami yang ke-2 lahir. Dan sejak kehamilannya, ummi berkali meminta bahwa ini adalah anak kami yang terakhir. Karena pada kehamilan pertama, dokter sudah memvonis bahwa ummi tidak akan bisa melahirkan normal. Maka aku mengamini permintaan ummi, yang sudah mempertaruhkan nyawa hingga 2 kali. Meski pun dalam canda, sering kujawab dengan tanya tawa, “anak terakhir dari istri pertama?” Namun itu hanya sebatas just kidding and just for laugh belaka. Seperti juga orang tua lainnya, jauh hari sebelum kelahiran, kami sudah memersiapkan… Rampungna.

Sriban, Prasasti Yang Sulit Terganti!

October 13, 2026 ·

Mata kupejamkan. Aku berbaring di beranda depan. Di teras rumah sebelah kanan. Aku ingin mengenali seisi halaman, yang sudah bertahun menjadi wajah rumahku. Namun bukan dengan melihat langsung. Melainkan dengan hanya membayangkan, seolah melihat sekeliling halaman dari kiri ke kanan, dan dengan mata terpejam. Akan kuhafalkan semua benda di halaman. Yang sehari-hari kulihat, dan selalu ada di pelataran, namun selalu luput dari perhatian. Benda-benda yang keberadaannya sering kali diremehkan. Sungguh ini hanya keisengan. Sekadar melatih ingatan, yang seminggu ini sulit… Rampungna.

Membayangkan Bayang-Bayang

October 13, 2026 ·

Mata kupejamkan. Aku berbaring di beranda depan. Di teras rumah sebelah kanan. Aku ingin mengenali seisi halaman, yang sudah bertahun menjadi wajah rumahku. Namun bukan dengan melihat langsung. Melainkan dengan hanya membayangkan, seolah melihat sekeliling halaman dari kiri ke kanan, dan dengan mata terpejam. Akan kuhafalkan semua benda di halaman. Yang sehari-hari kulihat, dan selalu ada di pelataran, namun selalu luput dari perhatian. Benda-benda yang keberadaannya sering kali diremehkan. Sungguh ini hanya keisengan. Sekadar melatih ingatan, yang seminggu ini sulit… Rampungna.

Perutku Lembut. Perutmu?

October 13, 2026 ·

Konon, perut yang lembut bisa menghaluskan perasaan dan pikiran. Bisa mengurangi stress dan segala macam kecemasan, kegelisahan, juga kekhawatiran. Menurut buku yang pernah kubaca, kita menghabiskan banyak waktu untuk menyimpan segala sesuatu di dalam perut. Ketegangan tubuh dan pikiran juga menghabiskan banyak energi yang sebenarnya menghambat lancarnya aliran darah. Napas lah yang sebenarnya bisa menjadi pengenyang. Dengan menjadikannya rileks, hingga bisa merasa lebih tenang dan nyaman. Maka kucoba praktekkan ilmu yang baru kudapatkan. Aku pun duduk bersila di lantai kamar.… Rampungna.

Adam, Turun Dari Surga Langsung Ke Minang?

October 13, 2026 ·

MENGENANG MINANG Kalau nanti ada waktu luang, ingin sekali ‘menggelandang’ di Minang. Meski dulu sudah pernah ke sana, tapi hati masih selalu merindu untuk mengulang. Rasanya perjalanan 8 hari itu, belum memuaskan hausku akan pesona Minang yang indah ‘takambang’. Perjalanan tahun lalu, aku hanya sempat menjenguk rumah Tan Malaka di Payakumbuh. Kemudian rumah kelahiran Bung Hatta di Bukittinggi, rumah kelahiran Buya Hamka di tepian Maninjau, lalu melihat kuburan Siti Nurbaya di bukit Padang. Keinginan ke Minang, bermula karena terpesona sosok… Rampungna.

Kalau Aku Mati, Apa Yang Akan Ditulis Anakku Di Nisanku Nanti

October 13, 2026 ·

Lima belas tahun yang lalu, aku pernah menulis puisi dengan judul yang sangat panjang. “Pernahkah Kau Berpikir Bahwa Hidupmu Tinggal Semenit Lagi?” Puisi itu hanya berisi satu bait, satu larik, satu kata: “Belum!” Entah kenapa, bangun pagi ini aku langsung teringat puisi itu. Puisi yang bagi orang lain mungkin tidak bermutu dan seolah sekedar main-main saja. Tapi bagiku, itu adalah puisi ‘pengingat jiwa’. Puisi yang kutulis tepat di malam pergantian tahun baru Hijriyah. Dengan menangis sepenuh pasrah. Puisi yang (bagiku)… Rampungna.

Anakku, Kau Boleh Bangga, Atau Bahkan Kecewa Padaku!

October 13, 2026 ·

KUKATAKAN YANG SEBENARNYA Sejak kecil, kita dilatih untuk berbohong. Tidak secara langsung, tentunya. Akhirnya kita belajar untuk mengatakan apa yang orang lain ingin dengar, dan kita bersikap sesuai dengan hal itu. Padahal konon, justru dengan mengatakan yang sebenarnya, akan menciptakan sebuah perubahan kimiawi positip dalam tubuh. Maka ketika aku menulis catatan ini, aku ingin menceritakan yang sebenarnya. Bukan untuk siapa-siapa. Tapi untuk diriku sendiri, yang ingin mencoba belajar berkata yang benar. Sepahit apa pun itu, baik ketika dituliskan, juga setelah… Rampungna.

Aku Pernah Mengobati Hati, Dengan Cara Mencaci Maki

October 13, 2026 ·

SAKIT HATI KARENA LIDAH, SEMBUHKANLAH JUGA DENGAN LIDAH! Pengalaman ini kutuliskan, tanpa dimaksudkan untuk ditirukan. Tapi sekadar ingin jujur mengakui, bahwa aku bukanlah orang baik yang selalu bisa bersabar. Seorang ahli  berkata, kita menambah dan mengurangi begitu banyak kata-kata yang perlu kita katakan, karena ingin berperilaku baik. Atau paling tidak, ingin dianggap baik oleh orang lain. Tapi mencoba untuk baik setiap saat justru bisa menyakiti diri. Begitu yang pernah kubaca. Dan mendadak menjadi sebuah kebenaran yang menggoda. Karena tiba-tiba aku… Rampungna.

Pembicara Alumnus TK Pertiwi, Iklan Kecap Nomor Tiga!

October 13, 2026 ·

“Lulusan TK Pertiwi. Begitu selalu ditulisnya dalam kolom pendidikan pada curriculum vitae. Saya selalu nyengir saja. Sejak itu setiap kali saya satu forum dengannya, dengan lantang saya perkenalkan bahwa sang penyair adalah lulusan TK Pertiwi. Saya menyampaikan paradoks yang semestinya menyentil jiwa malu para mahasiswa yang hanya bisa menjadi penonton. Tapi di manakah rasa malu? Ya. Nassirun Purwokartun, penulis dan kartunis yang kawan saya itu, sudah bergelut dengan segala macam hidup. Ia menjadi tukang cuci gerbong kereta api, menjadi tukang… Rampungna.

Sungguh Aku Bangga, Meski Hanya ‘Alumnus TK Pertiwi’ Saja!

October 13, 2026 ·

Entah kenapa, aku begitu bangga dengan status alumnus TK Pertiwi. Mungkin awalnya adalah karena keminderanku sendiri. Aku sangat minder ketika harus berbicara di depan banyak orang, apalagi di depan mahasiswa. Karena kemiskinanku, menyebabkan tak pernah bisa kuliah. Dan karena itu tak pernah mendapat gelar ‘mahasiswa’, apalagi sarjana. Hingga setiap duduk dan berbincang-bincang dengan teman-teman aktivis yang mahasiswa, aku selalu menganggap diriku bukan level mereka. Aku selalu takut ditanya: ‘Kang Nass alumnus mana?” Pendidikan terakhirku, ‘hanya’ sampai STM (Sekolah Teknologi Menengah).… Rampungna.

Sablon atawa Sajaknya Orang-orang Bloon!

October 12, 2026 ·

sajak-sajak bloonku yang kemudian dibukukan oleh Taman Budaya Jawa Tengah, pada november 2007, dengan judul ‘Sajak dari Republik Kartun’. Aha!

Sajak ada kutuk masyuk ada banyak negeri yang gempar digoncang bom terrorisme tapi hanya satu negeri yang gemar digoyang ngebor erotisme ada banyak negeri yang mengutuk jamaah islamiyyah tapi ada satu negeri yang asyik masyuk dalam jamaah inuliyah Berawal dari kartun, maka kembalinya pun tetap menjadi kartun. Sepertinya begitulah kalau aku renungkan kembali puisi-puisiku yang sekarang kusebut sebagai sajakkartun. Dan kali ini aku ingin sedikit mengenangnya. Sebagai pengingat proses penciptaan ‘puisi paling jelek sedunia’, yang tak terasa ternyata telah berjalan… Rampungna.

Festival Babad Banyumas, Parkir Gratis, PKL Laris

October 9, 2026 ·

Pada malam puncak perayaan Festival Babad Banyumas di Hari Sabtu (26/9), ribuan penonton membludak di Lapangan Desa Mandirancan, Kecamatan Kebasen. Entah dari mana serta dari kalangan mana saja yang datang, intinya mereka menyatu di bawah purnama yang bersinar terang. Dan biasanya, adanya tontonan atau hiburan, juga jadi ajang mencari keuntungan bagi penyelenggara serta warga setempat, melalui tarikan retribusi. Tapi tidak dengan Festival Babad Banyumas 2026. Pagelaran seni yang diinisiatori oleh Kang Nassirun Purwokartun ini, justru bisa dikatakan sebagai tempat yang… Rampungna.

Shalat Ashar Berjamaah di Tengah Hutan Sebelum Panggih Warih

October 7, 2026 ·

Acara berbau kebudayaan, seringkali seperti air dan minyak, tidak bisa bersatu. Ketika acara kebudayaan sedang berlangsung, biasanya ritual keagamaan pun turut ditinggalkan. Maka, banyak orang yang suka seni budaya, tapi tidak suka agama. Begitupun orang yang suka agama, tapi tidak suka keni budaya. Tapi dalam pamungkas Festival Babad Banyumas 2026, Kang Nassirun Purwokartun sebagai inisiator acara, mengubah pandangan itu semua. Kang Nass menunjukkan bagaimana indahnya jika budaya dan agama disatukan. Jadi, pada hari ketiga Festival Babad Banyumas, atau bertepatan dengan… Rampungna.

Festival Babad Banyumas Menjadi Ajang Pelestarian Mata Air Kalimambu

October 5, 2026 ·

Festival Babad Banyumas 2026, ternyata tak hanya berupa agenda yang bertujuan untuk pelestarian budaya serta sejarah, tapi juga bertujuan untuk pelestarian sumber daya alam. Jadi, pada agenda yang terselenggara selama tiga hari tersebut, sebenarnya semuanya bertemakan kebudayaan. Akan tetapi, esensi kandungannya berbeda-beda. Misalnya pada malam puncak perayaan di hari kedua, walaupun secara lahir terlihat kental dengan seni budaya, tapi turut membawa pesan mendalam terkait sejarah Banyumas. Adapun agenda pelestarian alam dengan kemasan budaya, dilaksanakan pada hari ketiga atau hari pamungkas.… Rampungna.

Kang Nass Sukses ‘Mengketoprakkan’ Babad Banyumas dengan Bumbu Istimewa

October 4, 2026 ·

Banyak orang yang belum tau, bagaimana proses berdirinya Kabupaten Banyumas. Karena banyak yang belum tau, maka banyak yang ingin tau. Dan salah satu bacaan untuk mengetahuinya adalah Babad Banyumas. Tapi, orang-orang dulu kebanyakan tau isi Babad Banyumas bukanlah dari membacanya langsung, melainkan dari dongeng para orang tua dan dari cerita yang dipentaskan dalam lakon ketoprak. Dan seiring berjalannya waktu, ketoprak sebenarnya masih banyak bertahan, namun hanya sebagai nama olahan makanan. Adapun ketoprak sebagai nama kesenian yang menceritakan berbagai cerita rakyat… Rampungna.

Kang Nass Sukses Menggelar Aksi Begal di Lapangan Mandirancan

October 3, 2026 ·

Biasanya, begal memang ditakuti, karena identik dengan aksi pencurian disertai kekerasan yang membahayakan nyawa. Tapi di sisi lain, justru ada begal yang jadi tontonan menarik, khususnya bagi masyarakat Suku Jawa, namanya kesenian begalan. Kesenian Begalan biasanya ditampilkan dalam perayaan pernikahan Jawa. Tidak hanya berupa hiburan, tapi dalam begalan juga memberikan pesan-pesan bekal pernikahan bagi kedua mempelai. Dan di Lapangan Desa Mandirancan, Kecamatan Kebasen, baru saja menampilkan begalan dengan meriah. Tapi begalan yang digelar bukan seperti begalan pada pesta pernikahan biasa,… Rampungna.

Menjemput Purnama Sembari Melihat Prosesi ‘Jaka Kahiman Mantu’

October 2, 2026 ·

Malam itu, bulan bersinar terang. Orang-orang sering menyebutnya dengan istilah Bulan Purnama. Bentuknya yang terlihat seperti lingkaran sempurna, menjadikannya nampak indah dipandang mata, menerangi berbagai aktivitas makhluk hidup di bumi pada malam hari. Dan bersamaan dengan sinar terang rembulan, di bumi Mandirancan ternyata diselenggarakan malam puncak perayaan Festival Babad Banyumas 2026. Malam itu, seakan semesta begitu merestui dipertontonkannya 'film' Jaka Kahiman Mantu dan Sejarah berdirinya Banyumas, di depan khalayak masyarakat luas. Malam puncak perayaan itu memang sebagai ajang mengingat masa… Rampungna.

Begalan Jaka Kahiman Sukses Membuat Gelak Tawa Ribuan Penonton Festival Babad Banyumas

October 1, 2026 ·

Salah satu acara paling menarik dan paling inti yang terselenggara dalam Festival Babad Banyumas 2026 adalah Begalan Jaka Kahiman. Kesenian ini dilakonkan oleh grup Begalan Cipto Kawedar pada malam puncak perayaan di Hari Sabtu, malam Minggu (26/9/2026). Penautan nama Jaka Kahiman ini memang bukan tanpa sebab. Kang Nassirun Purwokartun sebagai inisiator penyelenggara, memang sengaja menceritakan kisah asal mula seni begalan yang ternyata muncul sejak era Jaka Kahiman. "Salah satu tujuan utama penyelenggaraan Festival Babad Banyumas ini adalah untuk mengenalkan asal… Rampungna.

Mandirancan Jadi Saksi Kemeriahan Festival Babad Banyumas 2026

September 28, 2026 ·

Mandirancan adalah nama desa di Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas. Letaknya berada di paling utara, dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Patikraja serta Kecamatan Banyumas. Di desa ini, tinggal sosok budayawan Banyumas bernama Nassirun Purwokartun atau yang kerap kali disebut Kang Nass. Sebagai daerah asalnya, Kang Nass baru saja menghidupkan nama Mandirancan dengan diselenggarakannya Festival Babad Banyumas di sana. Festival ini merupakan kolaborasi dari upaya pelestarian seni, budaya, sejarah, hingga alam sekitar. Festival Babad Banyumas diselenggarakan selama 3 hari, mulai dari Hari… Rampungna.

BABAD PANGGIH WARIH: Perayaan Pernikahan Air

September 25, 2026 ·

Alkisah, ada ancaman besar yang datang melanda penduduk Padukuhan Kalibacin dan Mbogem. Ancaman datang dari Kerajaan Nguras Segara yang terkenal akan menyerang wilayah mana saja yang mempunyai sumber mata air. Kerajaan Nguras Segara adalah kerajaan yang rakyatnya terkenal sangat haus dan rakus akan air. Hingga selalu memperluas wilayah jajahan ke seluruh penjuru. Dengan tujuan menguasai sumber mata air sebanyak-banyaknya. Padukuhan Kalibacin dan Mbogem mendapat ancaman itu. Karena dua padukuhan itu mempunyai dua sumber mata air. Yaitu mata air Kalimambu Lanang… Rampungna.

Pentas Wayang Babad Banyumas Berkisah Berdirinya Kabupaten Banyumas

September 23, 2026 ·

Kabupaten Banyumas adalah kelanjutan dari Kadipaten Wirasaba yang telah berdiri sejak jaman Kerajaan Majapahit sampai Kesultanan Demak. Kabupaten Banyumas baru berdiri pada masa Kesultanan Pajang. Berdirinya Kabupaten Banyumas bermula ketika Raden Jaka Kaiman diangkat oleh Raja Pajang, Sultan Hadiwijaya, menjadi Adipati Wirasaba dengan gelar Adipati Warga Hutama II. Setelah menjadi Adipati Wirasaba, Adipati Warga Hutama II kemudian membagi wilayah Wirasaba kepada para adik iparnya. Karena membagi empat wilayah Wirasaba itulah, Adipati Warga Hutama II dikenal dengan sebutan Adipati Mrapat. Sebutan… Rampungna.

Begalan Jaka Kaiman, Pementasan Dua Warisan Budaya Tak Benda Banyumas

September 21, 2026 ·

Kesenian Begalan adalah warisan leluhur Banyumas yang masih lestari sampai hari ini. Begalah merupakan sebuah tradisi dalam upacara pernikahan adat Banyumas. Ketika sepasang pengantin merupakan anak sulung menikah dengan anak sulung, anak bungsu menikah dengan anak bungsu, atau anak sulung menikah dengan anak bungsu. Dalam pementasannya Begalan berisi untaian pitutur luhur dari para leluhur. Sebuah nasehat perkawinan kepada sepasang pengantin yang dilambangkan dengan bermacam perangkat peralatan rumah tangga. Tak banyak orang Banyumas yang tahu sejarah awal mula ada tradisi Begalan.… Rampungna.

Mengenalkan Babad Banyumas Dengan Gubrag Lesung

September 18, 2026 ·

Bale Babad Banyumas adalah sanggar seni milik budayawan Banyumas, NasSirun PurwOkartun. Tempat Kang Nass, begitu biasa disapa, menyebarkan kisah-kisah Babad Banyumas. Sejak tahun 2015, Kang Nass mengumpulkan naskah-naskah Babad Banyumas. Ternyata, kebanyakan ditulis dalam tembang Macapat. Karena ingin mengetahui isinya, pada tahun 2017, Kang Nass membentuk kelompok Macapatan. Berkumpullah 15 anggota, para tetangganya di tempatnya bermukim, Desa Mandirancan, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas. Macapatan Babad Banyumas itu kemudian diberi nama “Pangastawa”. Singkatan dari Paguyuban Ngesti Tata Swara, yang artinya “perkumpulan tempat… Rampungna.

Macapatan Babad Banyumas Mengalun Kembali di Bale Babad Banyumas

September 16, 2026 ·

Bale Babad Banyumas adalah sanggar seni milik budayawan Banyumas, NasSirun PurwOkartun. Tempat Kang Nass, begitu biasa disapa, menyebarkan kisah-kisah Babad Banyumas. Sejak tahun 2015, Kang Nass mengumpulkan naskah-naskah Babad Banyumas. Ternyata, kebanyakan ditulis dalam tembang Macapat. Karena ingin mengetahui isinya, pada tahun 2017, Kang Nass membentuk kelompok Macapatan. Berkumpullah 15 anggota, para tetangganya di tempatnya bermukim, Desa Mandirancan, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas. Macapatan Babad Banyumas itu kemudian diberi nama “Pangastawa”. Singkatan dari Paguyuban Ngesti Tata Swara, yang artinya “perkumpulan tempat… Rampungna.

NasSirun PurwOkartun Menyebarkan Kisah Babad Banyumas Melalui Wayang Babad

September 14, 2026 ·

Naskah “Babad Banyumas Mertadiredjan” ditulis dalam bentuk tembang Macapat. Untuk mengetahui isinya harus dibaca dengan ditembangkan, dilagukan sesuai kaidah lagunya. Babad adalah sebuah karya sastra sejarah. Sebagai karya sastra maka bahasa yang digunakanpun bahasa sastrawi. Ditulis dengan bentuk tembang Macapat, maka kata yang digunakan harus taat azas Macapat. Karena itu, “Babad Banyumas Mertadiredjan” tidak banyak terbaca orang. Sebab selain ditulis dalam tembang Macapat, juga ditulis dengan huruf Jawa. Orang sekarang jarang yang masih bisa membaca huruf Jawa. Apalagi tulisan tangan,… Rampungna.

Melacak Jejak Perang Diponegoro di Banyumas Bersama Budayawan Banyumas Nassirun Purwokartun

September 1, 2026 ·

Semua orang Banyumas mengenal nama pahlawan Pangeran Diponegoro. Banyak orang juga yang mengetahui kisah perjuangannya dalam melawan penjajahan Belanda.  Namun tak banyak orang Banyumas yang mengetahui, bahwa wilayah Banyumas pernah menjadi ajang Perang Diponegoro. Dan, belum banyak juga yang tahu, kisah Perang Diponegoro di Banyumas tersebut tertulis dalam Babad Banyumas. Budayawan Banyumas, Nassirun Purwokartun memaparkan hal itu dalam acara “Bedah Kisah Perang Diponegoro Di Banyumas” pada hari Minggu, 30 Agustus 2026, pukul 15.30 WIB sampai pukul 17.15 WIB. Dalam rangka… Rampungna.

Budayawan Banyumas NasSirun PurwOkartun Mengajak Mahasiswa Baru Unsoed Untuk Mengenal Tiga Teladan Leluhur Banyumas

August 25, 2026 ·

Babad Banyumas bukan hanya sehimpun kisah sejarah Banyumas masa silam yang hanya tinggal kenangan lapuk. Namun juga menyimpan kisah para leluhur Banyumas yang bisa menjadi teladan kehidupan sepanjang masa. Demikian yang disampaikan oleh budayawan Banyumas, NasSirun PurwOkartun ketika menjadi pembicara dalam acara Pengenalan Kehidupa Kampus untuk Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Pertanian Unsoed Purwokerto. Acara itu berlangsung di gedung auditorium Fakultas Pertanian pada hari Sabtu, tanggal 22 Agustus 2026. Diikuti oleh seluruh mahasiwa baru yang berjumlah sekitar 1.000 orang. Dalam acara… Rampungna.

Nassirun Purwokartun: Merawat Babad Banyumas Lewat Cerita untuk Generasi Muda

August 22, 2026 ·

Di tengah gencarnya arus digitalisasi dan menurunnya minat baca generasi muda terhadap naskah kuno, Nassirun Purwokartun tampil sebagai sosok yang menempuh jalan berbeda dalam melestarikan Babad Banyumas. Berbeda dari para akademisi dan kolektor naskah, Nassirun memilih jalur menerjemahkan dan menyederhanakan naskah kuno tersebut agar bisa dijangkau oleh masyarakat luas, khususnya anak-anak. Hal ini terungkap dalam wawancara yang dilakukan oleh Ghesfira Lintang, Reyna Atikah, dan Bimo Maulana– mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman pada Selasa, 18 Agustus 2026, di kediaman Nassirun.… Rampungna.

Budayawan Banyumas NasSirun PurwOkartun Mengajak Anak-Anak SD Mengenal Babad Banyumas Melalu Dongeng dan Nyanyian

August 20, 2026 ·

Nassirun Purwokartun bersama buku, "Dongeng Banyumas" yang disadur dari naskah, "Babad Banyumas Mertadirejan". Babad Banyumas adalah sebuah naskah kuno milik masyarakat Banyumas. Sebagai rujukan utama sejarah Banyumas, naskah-naskah Babad Banyumas mestinya dibaca oleh masyarakat Banyumas. Sayangnya, selama ratusan tahun, naskah-naskah itu tidak lagi dikenali oleh orang-orang Banyumas. Misalnya, naskah “Serat Babad Banyumas” yang ditulis pada jaman Bupati Banyumas, Adipati Mertadiredja I, pada kisaran tahun 1816 sampai 1826. Naskah yang sekian lama tersimpan di Dalem Pangeranan Banyumas, kediaman Bupati Banyumas, Adipati… Rampungna.

Mengenang Guru Saya, Sejarawan Besar Banyumas

May 19, 2026 ·

NasSirun PurwOkartun bersama sejarawan Banyumas, kolektor naskah Babad Banyumas, Dokter Soedarmadji

Dokter Raden Soedarmadji. Begitu semestinya ditulisnya. Tapi selalu minta ditulis namanya saja, tanpa gelar di depannya. Lahir di Pati, 9 Mei 1935. Putra pasangan Raden Kasman Soerawidjaja, Kepala Inspeksi Sekolah Rakyat Karesidenan Banyumas, dan Raden Nganten Salimah. Raden Kasman Soerawidjaja adalah cucu Raden Soerawidjaja, keturunan Bupati Banyumas, Tumenggung Yudanegara II (1708-1743). Sang ayah menulis 'Babad Banyumas', hingga secara tidak langsung mengenalkan bacaan tersebut pada sang anak. Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya, tahun 1964. Langsung masuk Wajib Militer AURI sampai… Rampungna.

Pertemuan dan Lipatan Waktu Bersama NasSirun PurwOkartun

April 10, 2026 ·

Oleh: Isna Maylani Pada mulanya Nassirun Purw0kartun hanyalah sebuah nama, sampai saya mengikuti sebuah pelatihan kepenulisan di kampus waktu itu. Saya tidak ingat jelas judul puisi yang dibacakan di sesi terakhir yang ia bawakan. Namun, yang pasti ingatan tentang haru dan jengkel masih saja terkenang. Ia yang dengan detail mengisahkan pergolakan seorang adik yang gagal meraih impian menjadi dokter, pada kenyataannya adalah seorang anak tunggal.Bagi sebagian orang, Kang Nass—begitu kami akrab memanggilnya adalah seorang guru dan pegiat literasi di sebuah… Rampungna.

Launching 101 Buku Serial Babad Banyumas

February 22, 2025 ·

Dalam rangka Hari Jadi Banyumas Ke-454, kami akan menggelar Launching 101 Buku Serial Babad Banyumas. Sebagai cara mengenang kembali sejarah Banyumas yang sangat panjang. Sejarah yang tercatat dalam Babad Banyumas. Sejarah yang telah lama dilupakan orang Banyumas. Rampungna.

Dari Naskah Kuno Ke Dongeng Anak

September 30, 2024 ·

“Lokakarya Menulis Dongeng dan Read Aloud Berdasarkan Naskah Kuno Babad Banyumas” dengan pemateri Nassirun Purwokartun, penulis 101 buku Serial Babad Banyumas.

Wilayah Banyumas memiliki banyak naskah babad. Nassirun Purwokartun, budayawan Banyumas, sejak tahun 2014 telah mengumpulkan sebanyak 100-an naskah. Naskah-naskah yang ditulis tangan dalam huruf Jawa hingga huruf Latin. Dari yang masih berbentuk tembang Jawa sampai yang sudah berbentuk prosa. Sayangnya, naskah-naskah kuno tersebut seolah sudah terasing dari masyarakatnya sendiri. Orang-orang anyumas seakan tidak mengenali lagi. Tidak pernah ada yang membacanya. Karena tergerak ingin mengenalkan kembali kisah-kisah lama Banyumas itu, sejak 2018 Nassirun Purwokartun menerjemahkan 25 naskah. Dari Babad Banyumas Mertadirejan,… Rampungna.

Cerita Rakyat Babad Banyumas

July 4, 2024 ·

Membaca buku ini seperti didongengi cerita rakyat yang sudah melegenda di wilayah Banyumas. Mulai dari kisah leluhur Banyumas, Raden Putra, hingga cerita pendiri Banyumas, Raden Jaka Kaiman. Juga peristiwa naas Bale Malang yang menjadi sebab Raden Jaka Kaiman diangkat menjadi Adipati Wirasaba. Tidak lupa cerita tentang berdirinya Kabupaten Banyumas dan sebutan Adipati Mrapat bagi Raden Jaka Kaiman. Buku yang wajib dibaca generasi muda Banyumas agar tahu cerita-cerita legenda dari tanah kelahirannya, hingga bisa menumbuhkan rasa cinta tanah air. Juga buku… Rampungna.

Babad Banjoemas Wirjaatmadjan Karya Raden Aria Wirjaatmadja

July 3, 2024 ·

NasSirun PurwOkartun, penerjemah Babad Banyumas Wirjaatmadjan berfoto di depan lukisan Raden Aria Wirjaatmadja yang terpasang di Museum BRI Purwokerto. (Foto: Koloksi Pribadi NasSirun PurwOkartun)

Secara berkala saya akan memposting naskah Babad Banyumas Wirjaatmadjan. Lengkap dengan terjemahan Bahasa Indonesia, agar para pembaca mudah memahaminya. Naskah Babad Banyumas Wirjaatmadjan aslinya ditulis dalam huruf Jawa. Naskah aslinya disimpan oleh menantunya, Raden Joedasoebrata. Sekarang naskah tersebut bisa disaksikan di Museum Bank Rakyat Indonesia, Purwokerto. Raden Aria Wirjaatmadja adalah pendiri De Poerwokertosche Hulp-Spaar-en Landbouwcrediet, Bank Pertolongan, Tabungan, dan Kredit Purwokerto, yang merupakan cikal bakal Bank Rakyat Indonesia. Dari naskah huruf Jawa tersebut kemudian dicetak oleh Penerbit Electrische Drukkerij TAN… Rampungna.

Kisah Sejarah Babad Banyumas

July 2, 2024 ·

Membaca buku ini seperti melihat langsung peristiwa sejarah yang terjadi di wilayah Banyumas. Pembaca mendapatkan pengetahuan sejarah yang terjadi di wilayah Banyumas secara lengkap sejak berdiri hingga menjelang Indonesia merdeka. Berikut pergolakan yang terjadi mulai dari Perang Mangkubumi yang mengharumkan Banyumas, hingga Perang Diponegoro yang mengakibatkan wilayah Banyumas jadi jajahan Kolonial Belanda. Buku yang wajib dibaca generasi muda Banyumas agar tahu kisah-kisah sejarah dari tanah kelahirannya, hingga bisa menumbuhkan rasa cinta tanah airnya. Judul Buku : Kisah Sejarah Babad Banyumas… Rampungna.

Kaiman, Sang Pendiri Banyumas

July 1, 2024 ·

Serial Bacaan Babad Banyumas untuk anak. Raden Jaka Kaiman adalah pendiri Kabupaten Banyumas. Namun, tidak banyak yang mengetahui kisah perjuangannya. Perjalanan hidup dari seorang bangsawan kemudian menjadi anak yatim piatu. Hidup menumpang sebagai penggembala kerbau. Diasuh tukang pembuat warangka keris sampai menjadi pelayan di kadipaten. Kemudian berhasil menjadi Adipati Wirasaba. Kisah hidup yang seru sekaligus mengharukan yang sangat menginspirasi bagi para pembacanya. Bacalah kisah seru yang diambil dari Babad Banyumas ini. Judul Buku: Kaiman, Sang Pendiri Banyumas Penulis : NasSirun… Rampungna.

Dongeng Banyumas (2)

July 1, 2024 ·

Serial Dongeng Babad Banyumas.Babad adalah kumpulan cerita-cerita dongeng. Dikisahkan secara turun temurun hingga menjadi legenda.Namun sekarang cerita-cerita babad telah hilang dari ingatan masyarakat, karena tidak ada lagi yang mengisahkannya. Padahal dengan mendongengkan babad, pewarisan sejarah leluhur terbukti terjaga selama beberapa generasi. Buku “Dongeng Babad” adalah usaha mengembalikan cerita-cerita Babad Banyumas menjadi ingatan masyarakat. Sekaligus menyelamatkan pewarisan sifat mulia para leluhur sebagai teladan pembentukan karakter anak Banyumas. Cocok dibaca oleh orang tua sebagai bahan mendongeng untuk anak-anaknya. Judul Buku: Dongeng BabadUkuran… Rampungna.

Dongeng Banyumas

July 1, 2024 ·

Serial Babad Banyumas: Dongeng Banyumas Serial Dongeng Babad Banyumas. Babad adalah kumpulan cerita-cerita dongeng. Dikisahkan secara turun temurun hingga menjadi legenda. Namun sekarang cerita-cerita babad telah hilang dari ingatan masyarakat, karena tidak ada lagi yang mengisahkannya. Padahal dengan mendongengkan babad, pewarisan sejarah leluhur terbukti terjaga selama beberapa generasi. Buku “Dongeng Banyumas” adalah usaha mengembalikan cerita-cerita Babad Banyumas menjadi ingatan masyarakat. Sekaligus menyelamatkan pewarisan sifat mulia para leluhur sebagai teladan pembentukan karakter anak Banyumas. Cocok dibaca oleh orang tua sebagai bahan… Rampungna.

Lima Larangan Anak Keturunan

December 8, 2022 ·

Dari panggung ketoprak pula saya kemudian mengetahui pantangan yang menjadi pegangan masyarakat Banyumas. Pantangan yang bermula dari ucapan Adipati Warga Utama sebelum meninggal. Larangan atau pepali yang didasarkan pada kejadian kematian yang menimpanya. Babad Banyumas Mertadiredjan menuliskan kejadian tersebut dalam tembang Megatruh. Tembang macapat yang sangat tepat menggambarkan kesedihan dan kematian. “Samana kya adipati ngandika mring wadyanipun, padha seksenana sami, ing mbesuk sapungkuringong, anak putu aja kang ngambil mantu, wong ing Toyareka benjing, lan aja nganggo ing besuk, jaran wulu… Rampungna.

Dimana Wirasaba?

December 1, 2022 ·

Nama Wirasaba sudah saya dengar sejak belia. Sejak pertama menyaksikan ketoprak tobong dengan lakon “Geger Wirasaba” yang dilanjut “Jaka Kaiman Winisuda”. Dulu, dua lakon itu digelar bergantian di balai desa kampungku. Hari pertama “Geger Wirasaba” yang mengisahkan kematian Adipati Wirasaba, Warga Utama I. Hari kedua “Jaka Kaiman Winisuda” yang mengisahkan Jaka Kaiman diangkat menjadi Adipati Wirasaba dengan gelar Warga Utama II. Lama mengendap dalam ingatan nama Wirasaba itu. Namun sampai usia dewasa saya tak pernah tahu di mana letaknya. Mungkin… Rampungna.

Babad Pasirluhur dan Lahirnya Kota Purwokerto

October 17, 2022 ·

NasSirun PurwOkartun dengan buku terjemahan “Babad Pasirluhur” yang baru dilaunching pada 9 Oktober 2022 dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Purwokerto

Awalnya saya sudah menjaga diri untuk tidak tertarik membaca Babad Pasir. Karena saya orangnya gampang penasaran. Repotnya, kalau sudah penasaran maka sulit untuk tidak menelisik lebih jauh demi mencari jawaban. Dulu, tahun 2000, ketika saya masih di Solo, saya tertarik membaca Babad Tanah Jawi, Babad Demak,  dan Babad Pajang, saya penasaran dengan sosok Haryo Penangsang. Akhirnya saya menelisik lebih jauh, ingin tahu lebih dalam, sampai 18 tahun lamanya, hingga terbitlah 15 judul Serial Penangsang. Kemarin, tahun 2014, ketika saya pulang… Rampungna.

NasSirun PurwOkartun Menerjemahkan Babad Pasirluhur Sebagai Kado Untuk Purwokerto

October 6, 2022 ·

Banyak orang yang bertanya, “Namanya Kabupaten Banyumas tetapi mengapa pusat pemerintahannya di Purwokerto?” Sepertinya masih banyak orang Banyumas yang belum tahu bahwa dulu ada dua kabupaten, Banyumas dan Purwokerto, yang kemudian bergabung menjadi satu. Babad Banyumas Wirjaatmadjan sudah memberitahu tentang hal itu. Bahwa sejak Belanda menjajah Banyumas pada tahun 1831, wilayah Banyumas dipecah menjadi 4 kabupaten. Terbentuklah Kabupaten Banyumas, Ajibarang, Purbalingga, Banjarnegara, dan Majenang. Namun, Kabupaten Ajibarang hanya berumur 1,5 tahun saja. Karena bencana angin ribut melanda selama 40 hari… Rampungna.

Berdirinya Kabupaten Banyumas dalam Babad Banyumas Mertadiredjan

October 2, 2022 ·

Buku Serial Bacaan Babad Banyumas karya NasSirun PurwOkartun yang mengisahkan tentang berdirinya Kabupaten Banyumas.

Setelah mengisahkan tentang kematian tragis Adipati Wirasaba Warga Utama, Babad Banyumas Mertadiredjan kemudian mengisahkan tentang berdirinya Kabupaten Banyumas.  Bahwa setelah Adipati Warga Utama meninggal, Sultan Pajang merasa menyesal. Hingga akhirnya meminta maaf dengan cara mengundang anak-anak sang adipati datang ke Pajang.  Namum, dari ketiga anak laki-lakinya, tidak ada yang berani memenuhi undangan, karena khawatir akan ikut disalahkan, dan akan dijatuhi hukuman mati. Akhirnya, Raden Jaka Kaiman, sebagai menantu yang menyanggupinya. Sebagai suami dari anak pertama Adipati Warga Utama, siap mewakili… Rampungna.

Kematian Tragis Adipati Wirasaba dalam Babad Banyumas Mertadiredjan

September 25, 2022 ·

Buku Serial Bacaan Babad Banyumas karya NasSirun PurwOkartun yang mengisahkan tentang terbunuhnya Adipati Wirasaba, Warga Utama.

Setelah mengisahkan tentang pernikahan Raden Bagus Mangun, Babad Banyumas kemudian menceritakan tentang mertuanya, Adipati Warga Utama.  Dikisahkan pada waktu itu, Sultan Pajang Joko Tingkir meminta pada adipati bawahannya untuk mengirimkan gadis-gadisnya. Dan, Adipati Wirasaba mengirimkan putri bungsunya. Namun, hal itu menjadi masalah, karena sang putri sudah pernah menikah. Karenanya dianggap bukan gadis lagi. Dan itu menjadi kesalahan yang harus diterima akibatnya oleh sang adipati. Joko Tingkir yang merasa dibohongi kemudian menjatuhkan hukuman mati. Dari kejadian itulah kemudian lahir 5 pantangan… Rampungna.

Bagus Mangun dan Keris Gajahendra dalam Babad Banyumas Mertadiredjan

September 19, 2022 ·

Buku Serial Bacaan Babad Banyumas karya NasSirun PurwOkartun yang mengisahkan tentang pernikahan Raden Bagus Mangun dengan putri Adipati Wirasaba.

Setelah mengisahkan tentang Raden Bagus Mangun yang mengadi di Kadipaten Wirasaba, Serat Babad Banyumas melanjutkan dengan cerita pernikahannya. Ternyata, Adipati Wirasaba meminta kedua orang tua angkat Bagus Mangun menghadap ke Wirasaba, adalah untuk melamar putrinya. Bagus Mangun akan diambil sebagai menantu. Hal itu tentu saja membuat Kyai Mranggi dan istrinya, Nyai Mranggi merasa bahagia. Sebagai orang desa mendapat mertua seorang adipati. Namun, ada kendala ketika dimintai uang mahar. Mereka adalah keluarga miskin, hanya pembuat warangka keris. Maka, bingunglah bagaimana mengumpulkan… Rampungna.

Bagus Mangun Menjadi Abdi Dalem Wirasaba dalam Babad Banyumas Mertadiredjan

September 12, 2022 ·

Buku Serial Bacaan Babad Banyumas karya NasSirun PurwOkartun yang mengisahkan tentang Bagus Mangun sebagai Abdi Wirasaba.

Setelah mengisahkan tentang Kadipaten Wirasaba sebagai bawahan Kesultanan Demak, Babad Banyumas kemudian melanjutkan kisah tentang Bagus Mangun. Siapa Bagus Mangun? Ia adalah anak yatim piatu yang diasuh oleh keluarga bibinya, Nyai Mranggi. Sang bibi menikah dengan pembuat warangka keris, Kyai Mranggi. Mereka berdiam di desa Kejawar, wilayah Wirasaba. Bagus Mangun adalah anak kakak Nyai Mranggi yang bernama Banyak Sasra. Banyak Sasra menikah dengan putri Pasir Luhur bernama Dewi Sriyati. Putri adipati Banyak Geleh atau Pangeran Senopati Mangkubumi kedua. Setelah ditinggal… Rampungna.

Load
More